fbpx
Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) vs Radang Usus (IBD), Mana yang Lebih Berbahaya?

Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) vs Radang Usus (IBD), Mana yang Lebih Berbahaya?

     Pernah nggak kamu sadar kalau lancar buang air besar itu sungguh nikmat dunia yang nggak bisa kita lewatkan. Karena biasanya kalau kita lagi bingung, BAB bisa jadi jalan keluar untuk kita menemukan ide. Kalo minto tanya, seberapa sering kamu buang air besar dalam seminggu? Kira-kira lebih atau kurang dari tiga kali dalam seminggu? Bayangin aja, kalo kamu cuma BAB kurang dari tiga kali seminggu, pasti kamu susah banget dapet ide. Bercanda tapi nggak bercanda juga sih gengs, nyatanya ada kok cerita orang-orang yang jarang banget melakukan buang air besar. Bahkan, rekor yang Minto temui ada orang yang BAB cuma dua kali dalam satu bulan.

bahaya gangguan pencernaan dan cara mencegahnya
Ilustrasi Buang Air Besar/ Freepik

     Kalau ini terjadi di kamu, please kamu harus tau kalau ini tanda bahaya. Sembelit bisa aja jadi ciri-ciri kamu sedang mengalami iritasi usus besar (IBS) atau bahkan radang usus besar (IBD). Kedua hal ini memang beda sih, tapi pertanyaannya mana yang lebih berbahaya? Ada baiknya kamu mengenal dulu tentang kedua penyakit ini.

1. Pengertian Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

  Sindrom iritasi usus besar bisa diartikan sebagai gangguan fungsional pada usus besar. Sederhananya gini, usus besar sedang mengalami masalah tapi physically ngga ada kerusakan atau kelainan. Dengan kata lain, sindrom iritasi usus besar berarti keadaan di mana usus kamu mengalami kegalauan yang luar biasa.
     Faktanya, IBS ini penyakit yang cukup umum terjadi di antara umur 20 hingga 30 tahun dan lebih didominasi oleh penderita wanita. Kenapa kebanyakan terjadi pada rentang umur tertentu dan wanita alasannya coba Minto bantu jelaskan di bawah ya.

A. Penyebab Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

     Walaupun belum banyak yang bisa memastikan, akan tetapi banyak yang meyakini kalau penyebab utama sindrom iritasi usus besar adalah faktor psikologis. Hal ini berkaitan karena usus hubungan spesial dengan organ utama kita, otak. Usus punya banyak banget saraf yang terhubung langsung ke otak, sekitar 100 juta saraf. Ini jadi bukti kadang-kadang kalau kita lagi grogi menghadapi sesuatu ada aja kita mengalami hal-hal yang nggak banget, seperti kebelet buang air besar yang tiba-tiba, atau mual yang berlebihan.
     Selain itu, ada beberapa pendapat kalau sindrom iritasi usus besar bisa disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  • Kontraksi usus yang abnormal
  • Keadaan bakteri yang nggak seimbang di dalam usus
  • Perubahan hormon yang fluktuatif (alasan mengapa IBS sering dialami wanita karena punya siklus menstruasi)

B. Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

    Setiap orang pasti memiliki gejala yang berbeda-beda, akan tetapi saat mengalami IBS ada beberapa contoh gejala yang pasti muncul seperti

  • Nyeri perut: Biasanya terasa kram, menusuk, dan terbakar di bagian bawah perut.
  • Kembung: Perut terasa lebih begah dan bergas.
  • Diare: Buang air besar lebih sering, feses berlendir dan lebih encer.
  • Perasaan nggak lega setelah BAB: Alias masih ingin BAB setelah BAB, loh.
  • Perasaan mual dan muntah yang tiba-tiba dan berlebihan.
  • Sembelit: Buang air besar lebih jarang dari biasanya, feses keras dan kering.
     Terutama bagi sembelit yang harus kamu perhatikan. Coba deh kamu evaluasi lagi seberapa banyak kamu BAB dalam seminggu. Kalau kamu cukup sering mengalami kondisi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, kamu wajib periksakan ke dokter deh. Karena bisa jadi usus kamu mengalami radang usus besar (IBD). Waspada, ini penyakit yang berbahaya.

2. Pengertian Radang Usus Besar (IBD)

  IBD tentu saja menyebabkan gangguan fungsional seperti IBS, tapi bedanya adalah organ pencernaan mengalami peradangan yang berarti struktur atau ada bagian tertentu pada lambung yang mengalami kerusakan. Yaps, usus kita mengalami luka. Namun, luka ini bisa kita lihat perbedaannya tergantung pada jenis radang usus.
     Pertama, peradangan Kolik Ulseratif (UC). Peradangan ini hanya terjadi bagian lapisan usus besar yang paling dalam yang disebut rektum atau kolon. Sedangkan yang kedua disebut sebagai Penyakit Crohn (CD). Peradangan yang terjadi pada seluruh bagian sistem pencernaan, dari mulut hingga anus. 
     Duh, bisa kamu bayangin nggak sih kalau udah radang gini sakitnya gimana? Makanya, kita wajib tau tentang apa yang menjadi penyebab radang usus besar ini.

A. Penyebab Radang Usus Besar (IBD)

     Sama seperti IBS, belum banyak faktor yang diketahui secara pasti. Tapi perbedaannya kalau IBS disebabkan oleh faktor psikis, penyebab IBD  diyakini karena disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan yang membuat sistem imun merespons peradangan yang nggak semestinya. Makanya, radang usus besar juga bisa disebabkan oleh orang-orang yang memiliki autoimun. Tapi, kamu juga wajib paham tentang beberapa faktor penyebab seperti:

  • Keadaan bakteri yang nggak seimbang di dalam usus
  • Sistem kekebalan tubuh yang buruk
  • Faktor eksternal seperti diet yang buruk, atau stress yang terlalu berat.
bahaya gangguan pencernaan dan cara mencegahnya
Bakteri pada usus/ Freepik

B. Gejala Radang Usus Besar (IBD)

     Kalau usus sudah mengalami luka sih, ada beberapa hal yang harus kamu sikapi dengan hati-hati ya. Karena gejala yang terjadi bener-bener menyiksa seperti.

  • Penurunan berat badan yang cepat tapi tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri perut yang sangat menyiksa, kram hingga rasa seperti ditusuk-tusuk bagian perut bawah.
  • Demam tinggi
  • Diare, umumnya feses lebih cair dan berlendir atau,
  • Sembelit, feses keras dan kering, hingga
  • Anemia 
     Usus yang mengalami peradangan tentu ini yang lebih berbahaya daripada hanya sekadar sindrom iritasi. Usus yang terluka kalau dibiarkan pun akan menimbulkan beberapa resiko penyakit kronis yang tinggi dua hingga tiga kali lipat terkena kanker kolon.
   Kalau kita mengalami penyakit IBS ataupun IBD ada baiknya kita melakukan konsultasi ke profesional, karena kedua penyakit membutuhkan penanganan yang lebih serius daripada gangguan pencernaan lainnya. Akan tetapi, daripada mengobati lebih baik kita udah mulai sadar tentang pencegahannya.

3. Pencegahan Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) dan Radang Usus Besar (IBD)

      Seperti yang Minto katakan di atas tadi, usus punya relasi yang dekat dengan otak, bahkan bisa dibilang kalau usus berfungsi sebagai otak kedua manusia. Kita wajib sadar kalau menjaga kesehatan usus sangatlah penting. Ada beberapa hal yang bisa kita usahakan:

  • Perbanyak minum air putih untuk membantu mengoptimalkan sistem pencernaan pada usus.
  • Olahraga yang teratur, terutama melatih kekuatan otot perut.
  • Tidur yang cukup, sebagai aktivitas untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
  • Memperbaiki pola makan sehat dengan makanan yang berserat tinggi.
      Sebagai jenis karbohidrat kompleks, serat berfungsi untuk meningkatkan feses usus sehingga menjadi lebih besar dan lunak. Selain itu, otot juga akan ikut aktif untuk menggerakan feses sehingga mengurangi waktu singgah feses yang lebih lama di dalam usus.
Sumber serat sangatlah banyak, selain sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian kamu juga bisa mengonsumsi Hotto Purto sebagai salah satu alternatif serat tambahan yang baik untuk kamu.
 

4. Memperbaiki Pola Makan Sehat Dengan Hotto

    Ada banyak alasan orang-orang suka mengonsumsi Hotto. Sebagai suplemen serat tambahan Hotto rasanya juga pas. Cocok dikonsumsi dari anak-anak hingga orang tua karena teksturnya yang lembut. Selain itu, Hotto juga mengandung probiotik yang berfungsi sebagai makanan bakteri baik dalam usus kamu, sehingga kesehatan usus akan lebih aman dan terjamin.
      Buruan kamu bisa beli Hotto di agen-agen terdekat di kota kamu, bebas ongkir dan sampai dengan cepat dan selamat! Atau kamu bisa beli Hotto di marketplace ya, klik link di sini.

bahaya gangguan pencernaan dan cara mencegahnya
Produk Hotto/ Aset Hotto