fbpx
Cara Menghilangkan Stress Penyebab Nyeri Dada

Cara Menghilangkan Stress Penyebab Nyeri Dada

     Susah untuk disangkal, tapi kadang ada beberapa gejala penyakit di tubuh kita itu yang disebabkan karena permasalahan medis. Nggak, Minto nggak bermaksud juga tentang hal-hal mistis. Ada kalanya, kita pernah dengan cerita orang-orang atau mungkin kita sendiri ketika periksa ke dokter nggak dapet pencerahan medis, malahan dokter menyarankan kita untuk bepergian, atau rehat dari pekerjaan sejenak. Yaps, karena pusat masalahnya ada pada faktor psikologis. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran kita tentang bagaimana cara mengatur stress yang baik.
     Stress punya peran penting dalam tubuh kita, walaupun kebanyakan menghambat tapi ada baiknya kita juga punya stress, seperti untuk memotivasi diri. Tapi sayangnya nih, kebanyakan manusia cenderung susah untuk mengelolanya. Alih-alih termotivasi, stress malah menyebabkan kita mengalami gangguan-gangguan yang bikin kita nggak nyaman, seperti gangguan fisik yang muncul.

1. Gejala Fisik Saat Stress Datang

     Nyeri dada adalah salah satu gejala umum yang paling banyak dirasakan oleh orang-orang ketika mengalami stress. Kerennya nih, reaksi ini murni terjadi di luar kesadaran kita.
    Saat kita stress, secara otomatis tubuh akan bereaksi secara “fight-or-flight” yang membuat hormon adrenalin dan kortisol dilepas. Saat kedua hormon ini dilepas, tekanan darah akan meningkat dan membuat aliran darah berjalan lebih cepat. Sebenarnya ini adalah hal yang umum terjadi. Tetapi hal ini banyak menimbulkan perasaan yang nggak nyaman. Stress akan memberikan sensasi sesak dada yang luar biasa. Ketika hal ini terjadi, ada dua kemungkinan dari mana sesak pada dada itu berasal.

A. Nyeri Dada Karena GERD

     Gerd atau nama lainnya Gastro-Esophageal Reflux Disease adalah kondisi di mana cairan asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan. Secara diagnosa, selain kebiasaan makan yang buruk ternyata stress juga berpengaruh untuk meningkatkan aktivitas produksi cairan asam lambung. Produksi asam lambung yang semakin meningkat akan memenuhi volume lambung dan bergerak ke atas.
     Selain itu, hormon kortisol juga berperan membuat otot-otot tubuh menjadi rileks, terutama pada otot kerongkongan bagian bawah. Sayangnya, otot ini punya peran penting sebagai katup pembuka-penutup antara lambung dan kerongkongan. Otot kerongkongan yang melemah akan membuat katup tidak bisa menutup secara sempurna dan asam lambung akan naik ke kerongkongan. Orang yang mengalami GERD pasti selalu mengeluhkan dada yang terbakar

B. Nyeri Dada Karena Sesak Napas

     Saat hormon adrenalin terlepas, akan membuat jantung bekerja dengan memompa darah lebih cepat. Otomatis, semakin cepat juga pernapasan kita. Saat kita mengalami percepatan pernapasan, ini akan menimbulkan efek hiperventilasi. Keadaan dimana kadar karbondioksida dalam darah menurun yang membuat kita menjadi sesak napas, pusing, bahkan kesemutan dari kepala hingga kaki.
    Di saat-saat tertentu, stress yang nggak kunjung selesai akan membuat kita mengalami kecemasan. Ketika cemas kita akan susah untuk berpikir jernih, membuat kita overthinking berlebihan. Biasanya ini jadi fase “kritis” karena kita akan menjadi takut. Efek dari ketakutan yang kita rasakan biasanya berbentuk sesak napas, pusing, dan jantung berdebar-debar.
     Nggak heran, banyak yang menganggap stress itu “momok”, nggak berwujud tapi yang kita rasakan itu nyata. Stress itu akan selalu ada, dan yang penting adalah bagaimana kita bisa atur strategi untuk mengelolanya.

2. Cara Mengelola Stress

     Kalo kamu bingung cara kelola stress, sebenarnya ada dua cara yang bisa kamu lakukan. Disclaimer dulu nih, dua cara ini sebaiknya kamu lakukan secara kombinasi ya, nggak hanya melakukan salah satu aja. Biasanya disebut sebagai coping mechanism.

Nyeri dada karena stress
Strategi koping/ Aset Hotto

A. Emotion Focused Coping

    Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah pengendalian emosi. Emosi ini berkaitan bagaimana kita merespon suatu keadaan yang memicu stress kamu dengan perasaan dan reaksi yang terkontrol. Oke, yuk kita coba peragakan. 
     Sewaktu kamu pergi ke kantor, tiba-tiba ada kecelakaan yang terjadi di depan kamu. Secara nggak sengaja, kamu terjebak di jalan dan nggak bisa dateng ke kantor tepat waktu. Di sisi lain, ada meeting yang harus kamu datangi. Kamu mengalami perasaan campur aduk, dari kesal, bingung hingga panik. Respon yang kamu lakukan pertama kali adalah teriak sekencang-kencangnya jadinya ini akan membuat kamu sedikit lebih tenang. Lalu, kamu mulai mengatur napas secara perlahan. Hal-hal yang kamu lakukan adalah contoh dari emotion focused coping. Respon yang kamu lakukan dengan mengelola perasaan dan reaksi kamu. Ini hal yang wajar dan nggak ada salahnya kok.

B. Problem Focused Coping

     Perlahan saat kamu mulai tenang, kamu sadar kalau ada masalah yang belum selesai. Membuat lancar lalu lintas bukan hal yang bisa kamu kendalikan. Jadi kamu mulai mencari cara biar meetingnya tetap jalan. 
     Lalu, kamu mulai menelpon atasan kamu dan menceritakan tentang keadaan yang kamu alami saat ini. Kamu meminta untuk meeting agar ditunda dalam satu jam kedepan. Atasan kamu menyetujui dan akhirnya meeting pun ditunda. Akhirnya, masalah yang menjadi sumber stress kamu terselesaikan dan kamu menjadi lebih tenang. Ketika kamu mencoba menyelesaikan inti masalah dari sumber stress berarti kamu telah melakukan strategi kedua yaitu problem focused coping. 
     Kedua strategi ini adalah bentuk dari coping mechanism atau cara agar kita bisa mengelola stress secara baik. Selain itu, agar kamu tetap bisa mengontrol kadar stress di tubuh kamu secara baik, kamu perlu juga membiasakan aktivitas-aktivitas yang bisa membantu meredakan stress.

3. Aktivitas Pereda Stress

      Ada beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan untuk meringankan beban pikiran kamu setiap hari:

A. Bepergian

     Bepergian bisa meningkatkan aktivitas fisik yang membantu kita melepaskan hormon endorfin yang dapat meningkatkan mood. Selain itu, kita akan lebih punya banyak waktu untuk fokus dan memikirkan tentang kualitas hidup.

B. Berbicara ke Orang yang Dipercaya

     Hal ini akan membuat kamu mendapatkan dukungan sosial dan emosional. Ketika kita mendapatkan dukungan kita akan merasa senang kan? Membuat kita lebih sadar tentang self-esteem pada diri kita.

C. Menulis Jurnal

    Menulis bisa jadi salah satu hal yang paling jitu untuk meredakan stress. Kita akan lebih leluasa untuk jujur tentang hal-hal yang kita rasakan. Membantu kita melihat masalah dari sudut pandang lain juga.

Nyeri dada karena stress
Ilustrasi menulis jurnal/ Envato

D. Makan

     Makanan terbukti bisa meningkatkan hormon serotonin dan dopamin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Terutama dengan mengonsumsi makanan yang punya kadar glikemiks rendah. Secara nggak langsung hal ini akan menstabilkan gula darah. Kadar gula darah yang fluktuatif dalam tubuh cenderung membuat kita rawan terkena stress karena sulit berkonsentrasi dan mudah kelelahan.
     Jenis makanan yang punya kadar glikemiks rendah bisa kamu temukan di pada makanan yang punya kandungan serat yang tinggi. Selain sayuran, buah-buahan, kamu bisa konsumsi Hotto Purto sebagai alternatif makanan tinggi serat. Praktis dan siap diminum kapan dan di mana aja!
Kamu bisa temukan Hotto di agen-agen terdekat di kota kamu, atau kalau mau yang lebih simple. Taruh Hotto di keranjang lalu check out lewat marketplace kamu di link ini yah.

Nyeri dada karena stress
Produk Hotto/ Aset Hotto