11 Mitos & Fakta tentang Olahraga yang Perlu Kamu Tahu

11 Mitos & Fakta tentang Olahraga yang Perlu Kamu Tahu
Mitos & Fakta tentang Olahraga yang Perlu Kamu Tahu

Sadar nggak, saat ini banyak orang yang gemar berolahraga. Mulai dari lari santai, marathon, padel, badminton, sampai tennis. Namun sayangnya, masih ada mitos tentang olahraga yang beredar di pasaran. Jangan sampai salah kaprah, bisa jadi informasi tidak benar ini malah berdampak kurang baik bagi performa dan kesehatan kamu. Nah, di artikel ini kita akan membahas mitos dan fakta tentang olahraga yang sering beredar. Termasuk yang berkaitan dengan nutrisi, strategi latihan, dan pola makan yang baik. 

Mitos dan Fakta tentang Olahraga

Berikut adalah beberapa mitos seputar olahraga yang sering beredar di media sosial, antara lain:

  1. Olahraga Saja Cukup, Tanpa Atur Pola Makan

Mitos. Olahraga memang bermanfaat untuk tubuh lebih sehat. Tapi, tanpa adanya nutrisi yang tepat, tubuh akan mudah lelah, performa menurun, atau bahkan risiko cedera meningkat. Begitu pula dengan kamu yang ingin diet. Tidak bisa hanya bergantung sama olahraga saja. 

Pada dasarnya, untuk menurunkan berat badan, kamu harus mengontrol jumlah kalori yang masuk ke tubuh supaya ada lebih banyak kalori yang terbakar saat olahraga. Intinya, olahraga dengan asupan nutrisi yang tepat akan memberikan hasil optimal. 

  1. Tubuh Tidak Butuh Nutrisi Tambahan

Mitos. Di dunia olahraga ada yang namanya piramid nutrisi olahraga. Fondasi utama adalah nutrisi penting dari makanan sehari-hari. Lalu, makanan dan minuman yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas olahraga. Diikuti dengan suplemen pendukung. 

Memang tidak semua orang yang aktif berolahraga membutuhkan nutrisi tambahan, tapi buat kamu yang menjalani sesi latihan berdurasi panjang, apalagi atlet yang aktif latihan. Cenderung membutuhkan nutrisi tambahan untuk meningkatkan performa. Tapi ingat, semua ini tetap harus diawasi oleh tenaga profesional. 

  1. Nyeri Saat Berolahraga Berarti Otot Terbentuk

Mitos. Rasa nyeri umumnya terjadi karena kerusakan mikro atau robekan kecil pada jaringan otot saat berolahraga. Bisa juga karena adanya peradangan sebagai upaya memperbaiki kerusakan otot yang memicu rasa nyeri. Olahraga memang dilakukan agar otot menjadi lebih kuat, tapi belum tentu langsung membentuk otot. 

Baca Juga: Manfaat Olahraga Kardio vs Latihan Beban: Apa Bedanya?
  1. Boleh Makan Setelah 2 Jam Berolahraga

Mitos. Setelah berolahraga, tubuh membutuhkan nutrisi untuk mempercepat pemulihan dari kelelahan dan nyeri otot. Memang sebaiknya tidak langsung makan berat agar tubuh tidak kaget dan mual. Tapi kamu bisa konsumsi makanan ringan penuh nutrisi 15 – 30 menit setelahnya, seperti buah, sayuran, oatmeal, atau Hotto Cocoa. 

Mitos dan Fakta tentang Olahraga
  1. Lebih Banyak Keringat, Lebih Cepat Kurus

Mitos. Sebenarnya tidak ada hubungan antara keringat dan penurunan berat badan. Keringat adalah mekanisme tubuh untuk menurunkan suhu, bukan indikator utama pembakaran lemak di tubuh. Penurunan berat badan karena berkeringat biasanya disebabkan oleh banyaknya cairan yang hilang. Tapi nanti akan kembali setelah minum air, jadi bukan lemaknya yang terbakar. 

  1. Peregangan Untuk Mencegah Cedera → fakta

Fakta. Peregangan (stretching) sebelum olahraga sangat penting untuk mencegah cedera. Saat melakukan peregangan, otot akan jadi lebih fleksibel dan aliran darah pun lebih lancar. Lakukanlah peregangan pada bagian tubuh yang kaku dengan durasi total sekitar 10 – 15 menit untuk mempersiapkan sendi dan otot, sehingga tidak mudah terkilir. 

  1. Olahraga Harus Dilakukan Setiap Hari

Mitos. Tubuh tidak perlu berolahraga setiap hari berturut-turut, kecuali memang dibutuhkan untuk persiapan pertandingan. Istirahat justru penting untuk pemulihan otot dan mengurangi risiko cedera. Olahraga berlebih (overtraining) dapat menyebabkan kelelahan dan mengganggu tidur. 

  1. Pagi Hari Waktu Ideal Berolahraga 

Belum tentu. Hormon kortisol yang memberikan energi dan fokus memang lebih tinggi di pagi hari, tapi otot akan lebih fleksibel dan dapat digunakan lebih optimal di sore hari. Jadi pagi atau sore sama-sama baik, semua tergantung tujuan kamu. Kalau kamu termasuk orang yang mudah bangun pagi, olahraga pagi mungkin cocok untukmu. Tapi kalau kamu lebih aktif di sore hari, sebaiknya olahraga sore. 

  1. Naik dan Turun Tangga Bukan Olahraga

Fakta. Naik turun tangga bukan termasuk olahraga, melainkan NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis). Yang dianggap olahraga adalah EAT (Exercise Activity Thermogenesis), seperti gym, angkat beban, lari, dan sebagainya. Intinya semua latihan fisik yang terencana dan terstruktur dapat dikatakan sebagai olahraga. Meskipun begitu, NEAT juga bisa bantu membakar kalori, meskipun tidak sebanyak EAT. 

  1. Lebih Banyak Protein, Otot Lebih Cepat Besar

Fakta. Tapi harus dibarengi dengan latihan beban yang rutin. Protein akan bertindak sebagai bahan pemulihan otot dan menjadi komponen utama membentuk otot. Umumnya tubuh yang aktif berolahraga membutuhkan protein sekitar 1,6 – 2,2 gram per kg. Lebih dari itu tidak otomatis bikin otot lebih besar. Jadi harus disesuaikan juga dengan kebutuhan tubuh masing-masing. 

  1. Lemak Harus Dihindari

Mitos. Tubuh membutuhkan lemak sehat untuk jaga energi bertahan lebih lama dan bantu pemulihan otot. Sumber lemak sehat dapat dari alpukat, kacang almond, ikan salmon, minyak zaitun, dan biji-bijian. Yang perlu dihindari itu adalah lemak jenuh yang berasal dari gorengan atau junk food. 

Kamu bisa minum Hotto Cocoa.

Kesimpulan

Sebelum melakukan olahraga secara rutin, sebaiknya ketahui dahulu mitos dan fakta seputar olahraga. Salah satu hal yang perlu diluruskan adalah pemenuhan nutrisi saat olahraga. Jika nutrisi tidak tepat, hasil olahraga pun tidak akan maksimal. Pastikan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak sehat), serat dan mikronutrien (vitamin, mineral) yang dibutuhkan tubuh terpenuhi. Bisa dari makanan sehari-hari, atau lebih praktis lagi kamu bisa minum Hotto Cocoa. Minuman multigrain berserat tinggi sebesar 8 gram per sachet, dilengkapi dengan protein, vitamin, dan mineral untuk melengkapi kebutuhan tubuh kamu. Praktis, hanya 120 kalori bisa jadi camilan pelengkap nutrisi di sela waktu makan.

You might also like...