Tubuh Mudah Lemas? Waspada Anemia Akibat Defisiensi Zat Besi

Tubuh Mudah Lemas Waspada Anemia Akibat Defisiensi Zat Besi
Waspada Anemia Akibat Defisiensi Zat Besi dan Cara Mengatasi

Kepala sering pusing saat berdiri tiba-tiba? Atau pernah ngerasa cepat capek, padahal nggak melakukan aktivitas berat? Hati-hati, bisa jadi kamu menderita anemia akibat kekurangan zat besi. Menurut WHO, defisiensi zat besi adalah kekurangan nutrisi paling umum di dunia dan bisa terjadi pada siapa saja. Termasuk ibu hamil dan perempuan haid. 

Masalahnya, kondisi ini sering datang tanpa gejala yang jelas. Biasanya baru disadari ketika tubuh sudah cukup parah. Oleh karenanya, yuk kita kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi secara lengkap di artikel ini. 

Apa yang Dimaksud Defisiensi Zat Besi?

Defisiensi zat besi adalah kondisi ketika cadangan zat besi dalam tubuh tidak mencukupi untuk menjalankan fungsinya, terutama untuk membentuk hemoglobin. Hemoglobin sendiri adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jadi saat zat besi kurang, produksi hemoglobin pun ikut menurun. Akibatnya? Jumlah oksigen yang sampai ke jaringan dan organ tubuh juga berkurang. Inilah yang memicu berbagai keluhan, mulai dari cepat capek, pusing, dan tubuh mudah lemas meski tidak beraktivitas berat. 

Peran zat besi dalam tubuh kita itu penting banget. Dia yang mensuplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh, memproduksi energi, dan bantu mengoptimalisasi fungsi otak dan otot kita. 

Apa yang Terjadi Saat Zat Besi Kurang?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, saat kekurangan zat besi, produksi hemoglobin ikut menurun. Dampaknya, suplai oksigen ke seluruh organ pun jadi tidak optimal. Nah karena kekurangan oksigen, tubuh akan berusaha bertahan dengan berbagai cara. Misalnya:

  • Jantung dipaksa bekerja lebih cepat untuk mengalirkan darah
  • Detak jantung berdebar lebih cepat
  • Tubuh mulai menghemat energi 
  • Secara refleks mengurangi aktivitas fisik

Inilah alasan utama kenapa seseorang dengan defisiensi zat besi sering merasa cepat lelah, mudah pusing, sulit fokus, atau tubuh terasa gampang “drop”. Permasalahannya, keluhan ini sering dianggap sepele. Bukan termasuk sakit berat, tapi tubuh nggak pernah benar-benar fit. Kalau dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa semakin memburuk dan berdampak pada kualitas hidup sehari-hari. 

Gejala Defisiensi Zat Besi 

Gejala defisiensi besi biasanya muncul bertahap, jadi kamu nggak langsung kena anemia. Makanya, banyak yang menganggap gejala ini cuma akibat stres atau kelelahan biasa. Berikut diantaranya:

  • Pusing atau sensasi melayang
  • Mudah lelah
  • Jantung berdebar lebih cepat
  • Wajah pucat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Kuku rapuh
  • Rambut rontok

Terkadang, gejala lain jika sudah parah juga ikut muncul, seperti sesak napas, nafsu makan berkurang, sensasi kesemutan, mudah sakit, dan sebagainya. Jika kamu mengalami gejala ini secara terus menerus, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat. 

Kelompok Paling Rentan Defisiensi Zat Besi

Defisiensi zat besi memang bisa terjadi pada siapa saja, tapi ada beberapa kelompok yang rentan mengalami defisiensi zat besi, yaitu:

  1. Perempuan usia subur, terutama saat menstruasi, hamil, dan menyusui
  2. Vegetarian atau vegan tanpa pola makan nutrisi yang tepat
  3. Lansia, kemungkinan karena adanya gangguan penyerapan nutrisi
  4. Pendonor darah rutin
  5. Bayi dan anak-anak, terutama bayi prematur

Penyebab Defisiensi Zat Besi

Defisiensi zat besi dapat disebabkan oleh berbagai kombinasi faktor, sebagai berikut:

  1. Asupan Zat Besi Tidak Mencukupi

Salah satu penyebab utama defisiensi zat besi adalah kurangnya asupan zat besi terutama dari makanan. Biasanya zat besi kita dapatkan dari protein hewani, seperti daging merah, ikan, hati. Kamu juga bisa mendapatkannya dari sumber nabati, seperti bayam, kacang-kacangan, coklat hitam, dan sebagainya. 

  1. Kehilangan Darah 

Kondisi yang mengharuskan tubuh kehilangan darah secara terus menerus akan mengurangi kadar zat besi. Salah satu yang paling umum terjadi adalah saat menstruasi, ada luka, ataupun kondisi medis pendarahan.

  1. Penyerapan Nutrisi Terganggu

Saat tubuh mengalami gangguan pencernaan, seperti radang usus atau diare kronis, penyerapan zat besi dari makanan pun akan terganggu. Jika tidak segera ditangani, anemia defisiensi zat besi pun tak dapat dihindari. 

  1. Kebutuhan Tubuh Meningkat

Penyebab paling umum selanjutnya adalah ketika kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat, seperti saat masa kehamilan. Selama hamil, tubuh membutuhkan zat besi lebih untuk memastikan bayi memiliki suplai oksigen dan nutrisi yang cukup. 

Perbanyak Makanan Tinggi Zat Besi

Cara Mengatasi Defisiensi Zat Besi

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi defisiensi zat besi, antara lain:

  1. Perbanyak Makanan Tinggi Zat Besi

Langkah utama yang harus dilakukan adalah meningkatkan asupan zat besi dari makanan. Bisa didapat dari daging merah, hati, ikan, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian. Bahkan kamu juga bisa mendapatkannya dari coklat hitam. Hotto sendiri baru mengeluarkan rasa dark chocolate yang dikenal sebagai Hotto Cocoa. Minuman multigrain tinggi serat yang dibuat dari biji-bijian dan kacang-kacangan asli. Cocok untuk jadi camilan sehat kamu untuk mendukung pola makan seimbang. 

  1. Kombinasikan dengan Vitamin C

Perlu diingat, untuk hasil yang lebih optimal, kombinasikan juga dengan vitamin C. Vitamin C berperan penting dalam meningkatkan penyerapan zat besi, terutama dari sumber nabati seperti coklat. Sumber makanan vitamin C, seperti jeruk, tomat, lemon, dan sebagainya. 

  1. Suplementasi Zat Besi

Terkadang, asupan zat besi dari makanan saja belum cukup. Biasanya dokter akan merekomendasikan suplemen penambah zat besi, terutama jika cadangan zat besi kamu sudah rendah. Tapi jangan lupa, ikuti dosis sesuai anjuran dokter karena kelebihan zat besi juga bisa berdampak buruk bagi tubuh. 

  1. Hindari Makanan Penghambat Penyerapan

Tidak semua makanan membantu penyerapan zat besi. Beberapa justru bisa menghambarnya, seperti teh dan kopi yang mengandung tanin. Serta makanan tinggi kalsium lebih baik jangan dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi. Beri jeda beberapa saat untuk penyerapan nutrisi lebih optimal 

  1. Cari Penyebab Defisiensi 

Jika langkah-langkah di atas tidak membawa perubahan signifikan, penting untuk cari penyebab defisiensi itu sendiri. Apabila ada pendarahan kronis atau gangguan pencernaan, kamu harus segera mendapatkan penanganan dari dokter. 

Kesimpulan

Tubuh lemas dan mudah pusing bukan selalu soal kurang tidur atau kecapekan. Menurut beberapa jurnal ilmiah, defisiensi zat besi bisa menjadi salah satu penyebabnya. Meskipun sering tidak disadari, kondisi ini sangat bisa diperbaiki sejak dini. Dengan mengenali gejalanya, kita bisa memperbaiki asupan nutrisi agar tubuh dapat kembali beraktivitas lebih produktif.

You might also like...