
Pikiran suka tiba-tiba nge-blank saat lagi ngomong? Atau susah banget fokus waktu bekerja? Kalau iya, bisa jadi kamu mengalami brain fog. Kondisi ini sering dianggap sepele, tapi lama kelamaan akan membuat otak kamu cepat lelah, susah berpikir jernih, dan kesulitan menyelesaikan hal-hal yang biasanya gampang. Meski begitu, brain fog adalah hal yang umum dan bisa dialami siapa saja, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, sampai yang lagi nggak bekerja sekalipun.
Nah, di artikel ini kita akan bahas lengkap tentang apa itu brain fog, penyebabnya, serta cara mengatasinya supaya kamu bisa kembali fokus, produktif, dan semangat lagi jalani hari.
Apa Itu Brain Fog?
Brain fog adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan kognitif ringan yang membuat dirinya sulit fokus, berkonsentrasi, dan mengingat sesuatu. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan lainnya. Misalnya, pikiran stres, kurang tidur, perubahan hormon, atau efek samping dari obat-obatan.
Ada beberapa gejala yang menandakan kamu sedang mengalami brain fog, antara lain:
- Mudah lupa terhadap hal-hal kecil, seperti nama, tanggal, suatu peristiwa
- Cepat merasa lelah, baik secara fisik maupun mental
- Tidak dapat berpikir jernih, sehingga sulit memutuskan sesuatu
- Sulit mengikuti percakapan atau mudah nge-blank saat berbicara
- Sulit fokus saat melakukan aktivitas sehari-hari
Penyebab Brain Fog
Ada banyak hal yang bisa memicu brain fog, tapi sebagian besar berawal dari gaya hidup yang kurang sehat. Berikut beberapa diantaranya:
- Kurang Tidur
Kebiasaan begadang dan kualitas tidur yang buruk, bisa menurunkan fungsi kognitif otak kamu. Ada penelitian NLM yang menunjukkan kalau kurang tidur bisa buat otak sulit untuk berpikir jernih dan mengingat sesuatu. Akibatnya, kamu jadi rentan terkena brain fog. Agar otak bisa bekerja optimal, pastikan kamu cukup tidur setiap hari. Setidaknya 7 – 8 jam agar tubuh bisa beristirahat dengan baik.
- Pikiran Stres
Terlalu banyak pikiran juga bisa membuat produksi hormon kortisol meningkat. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini dapat mengganggu fungsi otak dan membuat kamu sulit berpikir jernih. Buat kamu yang cenderung overthinker, gejala brain fog biasanya lebih mudah muncul saat berada di bawah tekanan tinggi. Stres yang berlarut juga bisa menurunkan kesehatan mental dan kemampuan kognitif secara keseluruhan.

- Kekurangan Nutrisi
Otak membutuhkan nutrisi lengkap agar bisa berfungsi secara optimal. Pola makan yang kurang sehat, bisa membuat tubuhmu kekurangan vitamin B12, D, asam folat, antioksidan yang bermanfaat untuk mendukung daya ingat dan fokus kamu. Kurangnya nutrisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena brain fog.
- Perubahan Hormon
Ada juga beberapa faktor di luar gaya hidup seseorang, yaitu perubahan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Hal ini umumnya terjadi pada wanita, terutama ketika dalam masa kehamilan atau menopause. Perubahan kadar hormon ini dapat memengaruhi daya ingat dan fungsi otak kamu selama beberapa saat. Makanya, jangan heran kalau ibu hamil tiba-tiba jadi pelupa ya!
- Kondisi Medis Tertentu
Umumnya, brain fog itu sendiri bisa menjadi gejala suatu kondisi medis tertentu, seperti, penyakit autoimun, diabetes, alzheimer, infeksi virus COVID-19, atau bahkan anemia. Semua ini bisa menurunkan fungsi kognitif otak seseorang, makanya gejala brain fog nggak boleh kita sepelekan.
Kenapa Brain Fog Tidak Boleh Diabaikan?
Meskipun terdengar sepele, jika dibiarkan brain fog dapat mengganggu produktivitas seseorang Otak adalah pusat dari semua keputusan dan aktivitas kita. Jadi, kalau fungsi kognitif terganggu, hal kecil seperti “udah ngunci pintu belum ya?” bisa jadi masalah besar.i sudah terbukti!
Ada studi yang menunjukkan bahwa orang yang mengalami long Covid memiliki penurunan fungsi kognitif sekitar 6 (enam) poin IQ. Hal ini membuktikan kalau brain fog bukan sekadar “pikiran lelah” aja, tapi penurunan fungsi otak yang jika dibiarkan dapat mempengaruhi kualitas hidup kita.
Cara Mengatasi Brain Fog
Pada dasarnya, brain fog bisa diatasi dengan meningkatkan kualitas gaya hidup kamu. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan, antara lain:
- Tidur yang Cukup
Karena salah satu penyebab terjadinya brain fog adalah kurang tidur. Kamu membutuhkan waktu tidur yang cukup, sekitar 7 – 8 jam setiap harinya. Selain itu, kamu juga bisa ciptakan kualitas tidur yang baik dengan tidur di jam yang sama setiap hari, hindari main gadget sebelum tidur, dan pastikan kamar dalam kondisi gelap serta nyaman.
- Kelola Stres
Selain itu, kelola pikiran juga tak kalah penting. Teknik relaksasi, seperti meditasi, penapasan, dan journaling terbukti bisa menurunkan kadar kortisol dalam tubuh dan memberi waktu sejenak untuk otak berpikir lebih jernih dan mengurangi gejala brain fog.
Baca Juga: Penting! Ini Dia Cara Mengatasi Stres dan Kecemasan agar Tubuh Sehat
- Makan Bergizi Seimbang
Otak kita itu membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap agar dapat bekerja secara optimal. Buat kamu yang mengalami gejala brain fog, perbanyak makanan kaya omega-3, antioksidan, vitamin B kompleks, dan serat yang mendukung fungsi otak kita. Misalnya, ikan salmon, buah beri, sayur hijau, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Kalau mau lebih praktis, kamu bisa minum Hotto Purto!
Minuman ini terbuat dari 15 jenis multigrain dan ubi ungu tinggi serat yang kaya karbohidrat kompleks, antioksidan, dan protein, kombinasi tepat untuk bantu jaga fungsi kognitif otak tetap optimal.
- Rutin Berolahraga
Aktif bergerak dapat meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan energi, dan mengurangi pikiran stres kamu. Olahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda aja sudah cukup untuk bantu mengurangi gejala brain fog.
- Periksa ke Dokter (Jika Perlu)
Jika gejala brain fog sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, ada baiknya konsultasikan juga ke dokter. Bisa jadi ada kondisi medis lain yang jadi penyebab utamanya dan perlu penanganan lebih lanjut.
Kesimpulan
Kalau kamu sering lupa di tengah-tengah membicarakan suatu hal, bisa jadi itu gejala brain fog. Meskipun, kondisi ini wajar terjadi tapi kalau dibiarkan terus-menerus bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Brain fog sendiri bisa muncul karena banyak faktor, mulai dari kurang tidur, stres, pola makan buruk, hingga kondisi medis tertentu. Tapi dengan gaya hidup yang sehat dan asupan nutrisi yang lengkap, kamu bisa bantu otakmu kembali fokus dan produktif lagi!
FAQ
Apakah brain fog bisa sembuh?
Bisa. Umumnya, brain fog terjadi karena gaya hidup kita yang buruk, seperti kurang tidur, stres, pola makan berantakan. Nah, kondisi ini akan membaik setelah gaya hidupnya diperbaiki.
Apakah brain fog berbahaya?
Secara langsung tidak, tapi jika dibiarkan terus menerus dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Brain fog juga bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu, jadi bisa berbahaya jika disepelekan.
Siapa aja yang dapat terkena brain fog?
Siapa pun. Umumnya dialami oleh mereka yang gaya hidupnya buruk, sedang hamil atau menopause, dan memiliki kondisi medis tertentu (autoimun, efek COVID, kemoterapi, anemia).