Apa itu glikogen? Sederhananya ini adalah cadangan glukosa yang tersimpan di otot dan hati. Tubuh akan menggunakan cadangan ini kapan saja kalau butuh energi tambahan. Tetapi glikogen berbeda dari glukosa, yaitu sumber energi yang langsung tubuh gunakan.
Sedangkan glikogen hanya cadangan. Meski cadangan, perannya penting dalam mendukung tubuh untuk beraktivitas. Penasaran bagaimana senyawa ini bekerja dalam tubuh? Mari bahas lebih mendalam!
Apa itu Glikogen?
Ketika tubuh sedang tidak membutuhkan energi tetapi ada kadar glukosa berlebih, tubuh akan mengubahnya menjadi glikogen, yaitu glukosa cadangan dari karbohidrat. Tidak seperti glukosa yang langsung diserap tubuh, glikogen baru digunakan ketika tubuh kehabisan glukosa.
Glikogen tersimpan di hati untuk menjaga agar gula darah tetap stabil. Sedangkan glikogen pada otot berguna untuk memfasilitasi kebutuhan energi otot itu sendiri. Tubuh menghasilkan glikogen melalui proses yang namanya glikogenesis. Sedangkan proses glikogenolisis adalah proses memecah glikogen menjadi sumber energi.
Perbedaan antara Glikogen, Glukosa, dan Glukagon
Selain glikogen dan glukosa, ada lagi glukagon. Ketiganya sama-sama jenis gula yang tubuh butuhkan untuk sumber energi. Biar tidak tertukar, mari kenali perbedaan dan fungsi masing-masing, yaitu:
- Glukosa: Gula sederhana yang berada di peredaran darah supaya sel-sel tubuh bisa langsung menggunakannya
- Glikogen: Cadangan dari glukosa berlebih yang disimpan di hati dan otot dan hanya digunakan ketika glukosa habis
- Glukogan: Sejenis hormon yang berfungsi mengatur kadar glukosa dalam darah serta merangsang hati untuk melepaskan glikogen
Proses Pembentukan dan Penguraian Glikogen
Dalam tubuh, glikogen mengalami dua proses berbeda, yaitu glikogenesis dan glikogenolisis. Biar lebih paham tentang apa itu glikogen, simak kedua proses penting ini berdasarkan sebuah penelitian di 2011:
Proses Pembentukan Glikogen (Glikogenesis)
Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan berubah menjadi glukosa. Namun jika kadar glukosa melebihi kebutuhan, tubuh akan menyimpannya menjadi glikogen di dalam hati dan otot.
Selama glikogenesis, tubuh mampu mengubah glukosa biasa menjadi glukosa-6-fosfat dengan bantuan enzim glikogen sintase. Selanjutnya enzim lain ikut menyempurnakannya sehingga menjadi glikogen.
Proses Penguraian Glikogen (Glikogenolisis)
Proses ini terjadi saat tubuh membutuhkan energi, sedangkan glukosa sudah habis. Proses ini biasanya terjadi saat tubuh kelaparan atau sedang berolahraga intens. Untuk merangsang pelepasan glikogen, tubuh akan menggunakan hormon glukagon di hati.
Selanjutnya ada beberapa enzim khusus yang akan memecah glikogen menjadi glukosa-6-fosfat. Nantinya glukosa tersebut akan diproses di hati supaya menjadi glukosa bebas oleh enzim lain.
Setelah menjadi glukosa, tubuh langsung menyebarkan gula tersebut ke peredaran darah untuk sel-sel yang membutuhkan energi.
Fungsi Glikogen dalam Tubuh
Melansir artikel medis dari WebMD, glikogen mempunyai fungsi penting untuk keberlangsungan fungsi tubuh, di antaranya:
- Cadangan energi: Glikogen adalah cadangan energi untuk mencegah tubuh lelah karena kekurangan bahan bakar saat menjalani aktivitas berat
- Bahan bakar bagi otot: Glikogen pada otot berfungsi sebagai cadangan energi untuk otot terkait agar tetap optimal fungsinya meski sedang berolahraga intens
- Pencegahan masalah kesehatan: Glikogen mencegah tubuh memecah organ-organ penting ketika kehabisan energi, misalnya memecah otot protein yang bisa menyebabkan masalah lain di kemudian hari
Faktor yang Mempengaruhi Cadangan Glikogen
Kadar glikogen seseorang bisa berbeda-beda. Ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah. Hal ini karena terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti:
- Jumlah Karbohidrat dalam Tubuh: Seseorang yang mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedikit pastinya memiliki kadar glukosa yang lebih rendah juga. Tubuh mungkin hanya bisa mengkonversinya menjadi sebagian kecil glikogen saja.
- Aktivitas Fisik: Olahraga, bawa barang berat, dan aktivitas berat lainnya menyebabkan kadar glikogen cepat turun. Sedangkan seseorang yang jarang melakukan aktivitas fisik bisa saja akan jarang menggunakan cadangan glikogen.
- Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi medis seperti diabetes dan gangguan metabolisme glikogen memengaruhi proses pembentukan dan penguraian glikogen sehingga kurang optimal.
Dampak Kekurangan Glikogen
Ketika tubuh kekurangan glikogen, kamu bisa mengalami kondisi “Hitting the Wall” atau penipisan glikogen. Melansir artikel oleh Runner’s World, Ini bisa terjadi kalau kamu baru melakukan aktivitas berat tanpa mengonsumsi karbohidrat yang cukup, biasanya menimpa atlet.
Baca Juga: Rahasia Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Manajemen Stres
Ciri-ciri dari kekurangan glikogen meliputi mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan berkurangnya massa otot. Oleh karena itu, atlet biasanya mengonsumsi sumber karbohidrat tinggi indeks glikemik selama latihan atau sebelum kompetisi.
Pentingnya Menjaga Glikogen bagi Tubuh
Kalau sudah tau apa itu glikogen, jangan sampai kamu menyepelekannya karena sifatnya hanya cadangan. Glikogen mencegah tubuh cepat lelah saat menjalani aktivitas intens. Kalau tubuh kekurangan glikogen, tubuh akan menggunakan protein otot untuk memenuhi kekurangan energi.
Tetapi jangan biarkan kondisi itu terjadi. Selalu bekali tubuh dengan karbohidrat yang maksimal saat ingin melakukan aktivitas berat. Kamu bisa coba Hotto Mame, minuman multigrain praktis untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat kompleks tanpa waktu lama!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa perbedaan antara glikogen dan glukosa?
Glikogen adalah gula darah cadangan, sedangkan glukosa adalah gula darah utama. Tubuh membutuhkan keduanya sebagai sumber energi. Tetapi glikogen tersimpan di otot dan hati, sedangkan glukosa berada di peredaran darah agar bisa segera diserap sel-sel tubuh.
Mengapa atlet perlu mengonsumsi banyak karbohidrat?
Atlet identik melakukan aktivitas olahraga berat dan berlangsung lama. Dengan mengonsumsi banyak karbohidrat, maka atlet mempunyai cadangan glikogen yang pas untuk mencegah kelelahan.
Apa yang terjadi jika kadar glikogen dalam tubuh rendah?
Sebagai akibatnya, tubuh merasa lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi. Gejala tersebut timbul karena kekurangan energi. Pada kasus yang lebih parah, tubuh memecah protein otot yang bisa mengganggu fungsi otot tersebut.
Bagaimana cara meningkatkan cadangan glikogen?
Caranya dengan perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, gandum utuh, kentang, dan ubi. Tak lupa segera konsumsi karbohidrat setelah aktivitas berat agar tubuh tidak memecah protein pada otot yang menyebabkan otot kendur.

