Gut Dysbiosis: Alasan Tersembunyi Tubuh Gampang Sakit

Gut Dysbiosis Alasan Tersembunyi Tubuh Gampang Sakit
Gut Dysbiosis Peengertian, Gejala dan Cara Mengatasinya

Tahukah kamu, ada lebih dari 40 juta mikroba yang hidup di dalam usus kita? Bahkan, menurut jurnal National Library of Medicine, jumlah mikroba di usus jauh lebih banyak daripada jumlah sel manusia itu sendiri. Mikroba ini termasuk bakteri baik, jamur, virus, dan lainnya yang bersama-sama disebut mikrobiota usus. Mereka berperan penting dalam proses pencernaan, menjaga daya tahan tubuh, bahkan memengaruhi suasana hati kita. 

Tapi, kalau keseimbangan mikrobiota ini terganggu, kita bisa mengalami kondisi yang disebut Gut Dysbiosis. Kondisi yang akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari pencernaan hingga mental. Lalu, gimana cara mencegah terjadinya Gut Dysbiosis? Yuk, kita bahas selengkapnya di artikel ini. 

Apa yang Dimaksud Gut Dysbiosis?

Gut dysbiosis adalah kondisi ketika keseimbangan mikroba dalam pencernaan terganggu. Jumlah mikroba baik berkurang, sedangkan bakteri jahat justru meningkat. Akibatnya, tubuh jadi lebih mudah terkena penyakit. Berdasarkan studi yang ditulis Simon Carding et al, gut dysbiosis terjadi bersamaan dengan berbagai masalah pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), radang usus, atau bahkan menjalar ke alergi, asma, obesitas, dan sebagainya. 

Hal ini karena sekitar 70% sistem imun kita berada di sistem pencernaan. Makanya, kalau usus kita nggak sehat, seluruh tubuh bisa terkena dampaknya.

Gejala Gut Dysbiosis

Karena akar permasalahannya ada di pencernaan, gejala yang sering dirasakan berasal dari perut. Misalnya, perut kembung, susah buang air kecil, buang air besar tidak teratur, dan sebagainya. Tapi tidak menutup kemungkinan, gejalanya muncul di area mulut ataupun kulit. Berikut beberapa gejala yang perlu kamu waspadai, antara lain:

  • Perut kembung
  • Diare atau sembelit
  • Tubuh mudah lelah meskipun tidur yang cukup
  • Bau mulut tanpa alasan yang jelas
  • Nafsu makan berubah-ubah
  • Timbul masalah kulit, seperti jerawat, eksim
  • Mood tidak stabil, jadi mudah marah atau stres
  • Mudah terserang penyakit, flu atau batuk
  • Gusi berdarah atau ada masalah pada gigi
  • Sakit saat buang air kecil

Karena gejalanya bisa muncul dari berbagai sisi, seringkali orang kesulitan untuk mendeteksinya lebih awal. Pastikan periksa ke dokter, ketika kamu merasakan masalah pencernaan dibarengi dengan gejala lain, mungkin itu karena adanya ketidakseimbangan mikroba di usus. 

Penyebab Gut Dysbiosis

Penyebab Gut Dysbiosis

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan keseimbangan mikrobiota usus terganggu, mulai dari yang berhubungan dengan internal pencernaan, maupun eksternal. Berikut beberapa faktor yang umum terjadi, yaitu:

  1. Minum Antibiotik Sembarangan

Penggunaan antibiotik tanpa pengawasan dokter bisa memberikan dampak buruk pada tubuh. Pada dasarnya, antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Masalahnya bukan cuma bakteri jahat yang dihilangkan, tapi juga bakteri baik. Akibatnya, keseimbangan mikroba di usus pun terganggu. 

  1. Pola Makan Buruk

Gut dysbiosis rentan terjadi pada orang yang pola hidupnya buruk. Sering konsumsi makanan olahan, tinggi gula, rendah serat akan mengganggu keseimbangan bakteri dalam usus. Ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, pertumbuhan bakteri baik pun akan terhambat.

  1. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol

Selain pola makan, kebiasaan merokok dan minum alkohol juga bisa menyebabkan dysbiosis. Alkohol dapat membunuh beberapa bakteri baik di usus, sedangkan rokok mengandung nikotin dan tar yang dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota di usus.

  1. Pikiran Stres

Stres dan pencernaan itu salah terhubung melalui gut brain axis. Kalau pikiran kita stres terus menerus, yang terkena dampaknya ya kesehatan pencernaan kita sendiri. Stres bisa mengganggu keseimbangan hormon dengan menekan populasi bakteri baik di usus. Inilah awal mula terjadinya gut dysbiosis.

  1. Paparan Bahan Kimia

Buat kamu yang terpapar bahan kimia dalam jangka panjang, hati-hati ya. Karena bahan kimia ini bisa merusak organ pencernaan kamu, akibatnya pertumbuhan bakteri pun terhambat. Bahan kimia ini biasanya dari pestisida buah, logam berat, atau bahkan plastik makanan. 

Cara Mengatasi Gut Dysbiosis

Cara Mengatasi Gut Dysbiosis

Kabar baiknya, gut dysbiosis dapat diatasi dengan mengubah pola hidup sehat. Hanya saja, berapa lama tubuh pulih tergantung dari kondisi tubuh kamu masing-masing. Jika sudah parah, tentu saja pengobatan dokter diperlukan. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

  1. Perbaiki Pola Makan

Dari segi pola makan juga harus diperbaiki, kurangi makanan olahan yang tinggi gula dan garam. Perbanyak makanan yang ramah di lambung, seperti sayuran, fermentasi, dan yang mengandung prebiotik. Perut juga jangan dibiarkan kosong terlalu lama, lebih baik makan sedikit tapi sering untuk mencegah cairan asam lambung menumpuk. 

  1. Kelola Stres

Untuk mengelola stres, kamu bisa melakukan meditasi, journaling, atau berolahraga. Coba luangkan waktu untuk istirahat, jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan lakukan hal yang kamu sukai. Kalau pikiran senang, pencernaan kamu pun ikut senang!

Baca Juga: Rahasia Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Manajemen Stres
  1. Suplemen Probiotik

Pada beberapa kasus, dokter akan memberikan suplemen probiotik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus. Di samping suplemen, kamu juga bisa mendapatkan probiotik dari makanan fermentasi, seperti kimchi dan yoghurt. 

  1. Fecal Microbiota Transplantation (FMT)

Jika sudah parah, dokter dapat menyarankan pengobatan Fecal Microbiota Transplantation (FMT). Metode pengobatan dengan cara memberikan mikrobiota dari donor sehat untuk ditransplantasikan ke usus pasien yang sakit. Dengan harapan keseimbangan mikrobiota kembali terjaga.

Cara Mencegah Gut Dysbiosis

Cara Mencegah Gut Dysbiosis

Lebih baik mencegah daripada mengobati, apalagi kalau berbicara tentang gut dysbiosis yang bisa berkembang secara diam-diam. Berikut beberapa cara pencegahannya yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  1. Pastikan Konsumsi Makanan Kaya Serat

Di Indonesia sendiri masih banyak orang yang belum memenuhi kebutuhan serat harian. Padahal serat adalah makanan utama bagi bakteri baik di usus. Serat nggak cuma dari sayur aja kok! Kamu juga bisa dapat dari buah, biji-bijian, kacang-kacangan, atau bahkan minuman multigrain seperti Hotto Purto. Semakin beragam sumber seratnya, semakin kaya juga mikroba di usus kamu.

  1. Hindari Penggunaan Antibiotik 

Antibiotik memang bagus untuk pengobatan, tapi jangan asal digunakan ya. Minum antibiotik jika benar-benar diperlukan saja, sesuai dengan anjuran dokter. Hindari berhenti atau memperpanjang minum antibiotik tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

  1. Kurangi Paparan Zat Kimia

Kamu bisa mulai menghindari paparan zat kimia dengan cara mencuci bersih sayur dan buah, atau beli bahan-bahan alami tanpa pestisida. Gunakan masker saat ke luar rumah untuk menghindari paparan polusi. 

  1. Aktif Bergerak

Olahraga nggak cuma baik untuk jantung dan otot, tapi juga baik untuk usus. Coba rutin olahraga ringan setidaknya 30 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan pencernaan. Dengan pola makan yang sehat, kelola stres, dan rutin berolahraga, kamu bisa mencegah terjadinya gut dysbiosis. 

Kesimpulan

Gut dysbiosis adalah kondisi ketika keseimbangan mikroba dalam usus terganggu. Kalau dibiarkan, bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Gejalanya beragam, mulai dari perut kembung, diare, sembelit, gusi berdarah, sampai menurunkan imunitas tubuh. Untungnya, kondisi ini bisa dicegah dengan pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat. Tapi, kalau gejalanya sudah parah, lebih baik segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat. 

FAQ

Apakah gut dysbiosis bisa muncul tanpa ada masalah pencernaan?

Bisa. Untuk beberapa kasus, gejalanya bisa muncul melalui masalah kulit, suasana hati, atau bahkan daya tahan tubuh. 

Apakah gut dysbiosis hanya diderita oleh orang dewasa?

Tidak. Anak-anak juga bisa mengalaminya selama keseimbangan mikroba dalam ususnya terganggu. Oleh karena itu, pola makan yang baik perlu diterapkan sedini mungkin.

Apa bedanya prebiotik dan probiotik?

Keduanya sama-sama baik untuk pencernaan. Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di pencernaan, sedangkan prebiotik adalah makanan yang merangsang pertumbuhan bakteri baik tersebut. 

Apakah Hotto Purto bagus untuk mencegah gut dysbiosis?

Tentu. Hotto Purto adalah minuman multigrain berserat tinggi yang diformulasikan untuk menjaga kesehatan pencernaan kamu. Terbuat dari bahan alami, seperti multigrain, ubi ungu, dan oat yang mengandung prebiotik di dalamnya. Baik untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus kamu.

You might also like...