Mengapa Bekas Jerawat Sulit Hilang? Ini Penyebab dan Solusinya

Mengapa Bekas Jerawat Sulit Hilang Ini Penyebab dan Solusinya
Penyebab Munculnya Bekas Jerawat

Siapa yang menyangka kalau kebiasaan memencet dan memegang jerawat bakal bikin jerawat berbekas? Namun tahukah, kalau ternyata itu bukanlah penyebab utama! Bekas jerawat bisa muncul akibat penanganan yang salah, sehingga kulit tidak sembuh dengan optimal.

Ketika kulit sedang berjerawat, peradangan dapat merusakan lapisan kulit. Ini bisa menyebabkan munculnya bercak kehitaman, bopeng, hingga benjolan-benjolan kecil pada permukaan kulit.

Beruntungnya masih ada cara untuk mengatasi masalah itu tanpa perlu ke dokter. Bagaimana caranya? Inilah pembahasannya!

Penyebab Munculnya Bekas Jerawat

Melansir Hello Sehat, bekas jerawat muncul karena kerusakan lapisan kulit akibat peradangan. Namun penyebab yang lebih spesifik dari munculnya bekas jerawat bisa terbentuk karena beberapa factor, misalnya genetik, peradangan, hingga masalah dalam produksi kolagen.

Peradangan yang terjadi saat jerawat muncul dapat merusak lapisan kulit, dan tubuh meresponsnya dengan menumbuhkan jaringan parut. Jaringan ini bisa menimbulkan bercak merah atau hitam pada permukaan kulit.

Namun jika kerusakan pada lapisan kulit bagian dalam, ini bisa menyebabkan lekukan yang bersifat permanen atau istilahnya bopeng. Kerusakan pada lapisan kulit yang tidak teratasi dengan optimal bisa jadi pertanda kurangnya produksi kolagen.

Padahal kolagen berperan penting dalam melakukan regenerasi sel kulit. Apabila kulit kekurangan kolagen, ini membuat proses pemulihan bekas jerawat jauh lebih lamban.

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Tanpa ke Dokter

Bekas jerawat yang disebabkan oleh jaringan parut masih bisa diatasi dengan produk perawatan kulit dan eksfoliasi. Perpaduan keduanya akan menutrisi kesehatan kulit dari dalam, sehingga bekas jerawat sembuh secara bertahap. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat pemulihan yaitu:

Eksfoliasi

Eksfoliasi adalah proses pengangkatan sel-sel kulit mati supaya kulit tidak terlihat kusam serta merangsan regenerasi sel-sel kulit baru yang lebih sehat. Ada dua jenis eksfoliasi yang bisa dilakukan, yaitu eksfoliasi fisik dan kimia.

Eksfoliasi fisik biasa menggunakan scrub halus seperti gula atau butiran kopi bubuk. Cara ini bagus untuk mengikis sel-sel kulit mati yang menyebabkan bekas jerawat hitam. Sedangkan eksfoliasi kimia umumnya menggunakan AHA (asam alfa-hidroksi) dan BHA (asam beta-hidroksi).

Berdasarkan artikel yang dipublikasikan oleh Healthline, AHA efektif dalam memudarkan noda bekas jerawat. Namun eksfoliasi hanya boleh dilakukan dua kali seminggu, karena eksfoliasi berlebihan bisa merusak lapisan pelindung kulit dan membuatnya jadi sensitif.

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Tanpa ke Dokter

Masker Wajah

Penggunaan masker wajah secara teratur ternyata dapat membantu menenangkan kulit yang meradang sehingga turut mempercepat pemulihan kulit. Melansir artikel dari PubMed, masker wajah dari clay dengan kandungan bentonite lebih disarankan.

Pasalnya bahan tersebut dinilai dapat membersihkan pori-pori kulit dari komedo serta menyerap produksi minyak berlebih. Oleh karena itu, utamakan pilih masker wajah yang terbuat dari bahan alami, seperti kaolin, madu, teh hijau, dan bahan anti-inflamasi lainnya.

Kamu bisa menggunakan masker wajah setiap dua hari sekali untuk menghilangkan bekas jerawat secara optimal.

Serum

Serum wajah adalah produk dengan konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi dibandingkan pelembap biasa. Untuk menyembuhkan noda hitam atau merah bekas jerawat, kamu bisa memilih serum yang mengandung vitamin C, niacinamide atau retinol.

Vitamin C adalah antioksidan yang mampu mencerahkan kulit serta merangsang produksi kolagen, sehingga mampu memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat jerawat. Begitu juga dengan niacinamide, yaitu vitamin yang bisa mencerahkan dan mengatasi hiperpigmentasi pada kulit.

Kalau retinol sendiri adalah turunan vitamin A yang fungsinya bisa meregenerasi sel kulit dan membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan akibat sel kulit mati.

Untuk menggunakan serum-serum tersebut, kamu perlu membaca aturan pakai pada produk biar tidak memicu reaksi tertentu.

Sunscreen di Siang Hari

Kamu wajib mengenakan sunscreen setiap hari untuk mempercepat pemulihan bekas jerawat. Menurut artikel dari PubMed, sinar UV dapat merangsang produksi melanin, yang dapat membuat bekas jerawat lebih gelap dan lebih terlihat.

Oleh karena itu, menggunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih setiap hari penting untuk melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut. Tetapi jika sunscreen justru memicu pertumbuhan jerawat baru, itu pertanda bahwa kulitmu tidak cocok dengan sunscreen tersebut. Maka lebih baik pilih sunscreen khusus untuk kulit sensitif.

Pelembab Dua Kali Sehari

Menggunakan pelembab setiap pagi dan malam akan membantu menjaga kelembaban dan mencegah kulit kering. Pasalnya kulit yang kering bisa memperburuk peradangan pada jerawat yang membuat penyembuhannya lebih lama.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Kulit Kering dan Kusam

Artikel yang dipublikasikan di PubMed menyarankan untuk memilih pelembab dengan kandungan ceramide atau hyaluronic acid. Keduanya dikenal sebagai bahan yang bagus untuk mengunci kelembaban dalam kulit serta mendukung proses penyembuhan jerawat.

Cara Mencegah Bekas Jerawat

Cara Mencegah Bekas Jerawat

Kalau kamu tidak ingin melalui proses pemulihan yang panjang, maka sudah seharusnya menerapkan pencegahan dari awal guna mengurangi risiko jerawat jadi berbekas.

Salah satunya dengan tidak menggosok bagian kulit yang berjerawat. Pasalnya jari-jarimu mungkin membawa bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi pada kulit, sehingga memperparah kondisi jerawat. Selain itu, memencet jerawat juga bisa menyebabkan peradangan yang lebih dalam hingga meninggalkan bekas yang susah hilang.

Baca Juga: Biji Lotus: Rahasia Kesehatan Kulit, Jantung, dan Otak

Memperbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidan juga membantu menyehatkan sel-sel kulit agar peradangan cepat sembuh. Contoh makanannya seperti bayam, ubi ungu, stroberi, jeruk, brokoli, dan lain sebagainya.

Antioksidan bisa membantu memperbaiki sel-sel kulit yang rusak akibat radikal bebas yang bisa memperlambat proses pemulihan

Kesimpulan

Tips-tips menghilangkan bekas jerawat di atas efektif untuk mengatasi noda hitam. Memang, hasilnya tidak instan dan membutuhkan waktu, tetapi jika kamu konsisten merawat kulit dengan cara tersebut, jerawat bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas.

Sayangnya cara ini belum bisa menghilangkan bekas jerawat berupa bopeng atau cekungan pada kulit. Untuk mengatasinya, kamu perlu berkonsultasi dengan ahli dermatologi yang dapat memberikan penanganan lebih lanjut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Bisakah bekas jerawat dihilangkan dengan perawatan di rumah?

Bisa, namun tidak semua bekas jerawat bisa diatasi dengan perawatan di rumah. Hanya bekas jerawat seperti bercak merah atau hitam yang bisa diatasi, biasanya menggunakan produk pencerah kulit seperti niacinamide, vitamin C, atau asam glikolik. Itu juga bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan biar hasilnya terlihat.

Apakah dokter dermatologis dapat menghilangkan bekas jerawat?

Iya, dokter dermatologis efektif dalam menghilangkan jerawat, khususnya bopeng. Nantinya dokter mungkin memberikanmu perawatan seperti microneedling, di mana jarum kecil digunakan untuk merangsang produksi kolagen alami di kulit. Namun kamu mungkin menerima prosedur lain seperti laser atau chemical peel, tergantung dari keparahan bekas jerawat.

Apakah bisa menggunakan makeup untuk menutupi bekas jerawat?

Bisa, makeup bisa menutupi bekas jerawat seperti bercak hitam atau merah. Namun bekas jerawat yang berupa benjolan-benjolan kecil atau bopeng tidak bisa ditutupi, sehingga masih terlihat pada permukaan kulit.

You might also like...