Jangan Cuma Lihat Tulisan “Sehat,” Begini Cara Baca Label Nutrisi

Jangan Cuma Lihat Tulisan “Sehat,” Begini Cara Baca Label Nutrisi
Cara Membaca Label Nutrisi dalam 5 Langkah

Pernah nggak kamu masuk minimarket untuk membeli produk makanan atau camilan sehat, tapi justru menghabiskan hampir setengah jam di lorong yang sama?

Satu per satu produk diangkat dari rak, dan kamu membaca tulisan di bagian depan kemasan.

Tinggi serat, rendah gula, high protein, whole grain, semuanya terdengar sehat. Lalu kamu membalik kemasannya, ada banyak kata-kata lain yang cukup membingungkan. Kalori, protein, natrium (sodium), takaran saji (serving size), gula tambahan (added sugar). 

Semakin lama dibaca, semakin bingung. Ujung-ujungnya produk yang masuk keranjang tetap yang kelihatannya paling meyakinkan.

Padahal, bagian depan kemasan biasanya berisi hal-hal yang paling ingin ditonjolkan produk. Sementara informasi yang lebih detail soal kandungan justru ada di bagian belakang.

Kalau ingin mulai memilih makanan dengan lebih baik, mungkin kebiasaan kecil yang bisa kamu mulai adalah membalik kemasan sebelum memasukkannya ke keranjang.

Mengapa Label Nutrisi Penting?

Kita sering menganggap label nutrisi hanya penting untuk orang yang sedang diet. Padahal, siapa pun yang membeli makanan kemasan bisa terbantu dengan memahami informasi di dalamnya.

Kamu juga tidak perlu menghafal semua angka yang ada di label. Cukup tahu bagian mana yang perlu diperhatikan, lalu gunakan informasi tersebut untuk membandingkan produk yang sejenis.

Label nutrisi memberi gambaran tentang apa yang benar-benar kamu konsumsi. Jumlah kalori memang jadi yang paling sering dilihat terlebih dahulu, tetapi juga kandungan gula, protein, serat, natrium, hingga ukuran sajinya juga penting kamu perhatikan.

Dengan memahami informasi ini, kamu tidak lagi memilih makanan hanya berdasarkan klaim bagian depan kemasan, tetapi berdasarkan kandungan yang memang sesuai dengan kebutuhanmu.

Cara Membaca Label Nutrisi dalam 5 Langkah

Daripada menghafal semua angka di tabel nutrisi, cukup biasakan membaca lima bagian berikut:

  1. Periksa Takaran Saji (Serving Size)

Ini bagian yang paling sering dilewatkan. Padahal semua angka yang ada di label nutrisi dihitung berdasarkan satu porsi saji, bukan satu kemasan.

Kesalahan biasanya terjadi karena banyak orang langsung mencari angka kalori. Padahal tanpa melihat ukuran sajinya, angka tersebut bisa menyesatkan. Kalori tetap penting, namun harus dibaca berbarengan dengan informasi takaran saji.

Kalau satu kemasan berisi dua sajian dan kamu menghabiskan semuanya, angka 150 kalori per sajian berarti totalnya 300 kalori. Karena itu, takaran saji atau serving size ini sebaiknya jadi informasi pertama yang kamu lihat.

  1. Periksa Kandungan Gula

Setelah mengetahui ukuran saji, lanjutkan ke kandungan gula. Perhatikan bukan hanya total sugar, tetapi juga added sugar atau gula tambahan.

Ini karena gula memang secara alami ada dalam bahan makanan, dan ini berbeda dengan gula yang ditambahkan saat proses produksi untuk memberikan rasa lebih manis.

  1. Lihat Kandungan Serat

Serat sering menjadi nutrisi yang terlupakan. Padahal serat membantu memberi rasa kenyang yang lebih lama dan mendukung kesehatan pencernaan. Kalau kamu sedang membandingkan dua produk yang serupa, kandungan serat bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih.

  1. Cek Protein

Protein membantu menjaga massa otot dan memberi rasa kenyang lebih lama. Jumlah protein yang dibutuhkan setiap orang memang berbeda, tetap informasi ini tetap berguna terutama jika kamu sedang berusaha memenuhi kebutuhan protein harian.

  1. Baru Lihat Klaim di Depan Kemasan

Setelah melihat takaran saji, gula, serat, dan protein, barulah kamu bisa melihat klaim yang ada di bagian depan kemasan. Istilah seperti whole grain, multigrain, natural, atau organic, memang membantu memberi gambaran awal tentang produk, terlebih produk kesehatan. Tapi, jangan jadikan satu klaim sebagai alasan utama untuk memilih.

Cocokkan klaim tersebut dengan informasi di bagian belakang. Misalnya. Jika sebuah produk mengklaim tinggi serat, lihat berapa gram serat yang sebenarnya ada dalam satu porsi. Dengan begitu, kamu tidak cuma membeli sebuah produk karena terlihat sehat, tapi karena tahu apa yang akan kamu masukkan dalam tubuh.

Bagian depan kemasan itu petunjuk awal, informasi di belakang kemasan adalah yang membantu memastikan kebenarannya.

Tambahan: Periksa Kalori dan Natrium (Sodium)

Kalori dan natrium tetap perlu diperhatikan, terutama jika kamu punya kebutuhan nutrisi tertentu. Namun, jangan membacanya sendirian. Selalu lihat takaran saji terlebih dahulu agar angka yang kamu lihat sesuai dengan jumlah yang benar-benar kamu konsumsi.

Cara Membaca Label Nutrisi

Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Membaca Label

Sudah baca label belum tentu berarti sudah membacanya dengan benar. Misalnya, kamu langsung melihat kalori karena itu angka yang paling mudah ditemukan. Padahal, kamu belum melihat takaran sajinya.

Atau kamu membandingkan dua produk, tetapi satu menggunakan takaran saji 30 gram dan yang lain 50 gram. Angkanya terlihat berbeda, padahal porsinya juga berbeda.

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi:

  • Hanya membaca bagian depan kemasan
  • Tidak memperhatikan gula tambahan
  • Membandingkan produk dengan ukuran saji yang berbeda
  • Menganggap satu klaim sehat sudah mewakili seluruh kualitas produk

Padahal keputusan yang lebih baik justru datang dari melihat keseluruhan informasinya.

Jadi, Bagaimana Cara Memilih Produk yang Lebih Baik?

Kalau harus mengingat satu kebiasaan sederhana saat berbelanja, urutannya seperti ini:

Urutan sederhana ini membantu kamu mengambil keputusan berdasarkan informasi, bukan sekadar promosi di bagian depan kemasan.

Kebiasaan membaca label yang sama juga bisa kamu terapkan saat memilih minuman multigrain. Misalnya ketika melihat Hotto, jangan hanya melihat tulisan “15 multigrain” atau kandungan seratnya. Cek juga komposisi dan informasi nilai gizinya, lalu sesuaikan dengan kebutuhanmu.

Kesimpulan

Memilih makanan yang lebih sehat tidak selalu dimulai dari mengganti seluruh isi dapur atau mengikuti tren diet terbaru. Jadi, ketika kamu berdiri di depan rak dan bingung memilih dua produk yang terlihat sama-sama sehat, jangan buru-buru lihat tulisan paling besar di kemasan. Balik kemasannya. Cek takaran saji, gula, serat, dan protein. Setelah itu baru lihat lagi klaim di bagian depan. Nggak perlu hafal semua angka, cukup mulai dari memahami apa yang tubuhmu butuhkan.


Indra Cahya

Indra Cahya adalah Content Writer di Hotto, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai editor dan penulis konten digital. Ia telah menghasilkan berbagai konten seputar gaya hidup dan kesehatan yang dipublikasikan di media online seperti Merdeka.com dan Liputan6.com.

You might also like...