Cara Mencegah Dehidrasi Agar Tetap Fit Selama Puasa Ramadan

Cara Mencegah Dehidrasi Agar Tetap Fit Selama Puasa Ramadan
Gejala dan Cara Mencegah Dehidrasi Agar Tetap Fit

Tak terasa ya, sudah masuk bulan Ramadan lagi aja. Rutinitas berubah, jam makan bergeser, dan salah satu keluhan yang sering muncul adalah haus. Pasti banyak yang mikirnya, “ya wajar namanya juga puasa!”. Emang sih, selama kurang lebih 13 jam puasa kita nggak dapat asupan cairan sama sekali. Tapi kalau rasa haus ini nggak disiasati dengan baik, tubuh kita rentan mengalami yang namanya dehidrasi. 

Kalau dibiarin, efeknya nggak main-main. Tubuh jadi gampang lemas, kepala pusing, konsentrasi buyar, gampang ngantuk, bahkan bisa bikin detak jantung terasa lebih cepat. Alhasil, ibadah puasa jauh dari kata maksimal. Makanya penting banget untuk tahu cara mengantisipasinya sejak sahur dan berbuka. Untuk lebih lengkapnya, simak artikel ini ya!

Kenapa Tubuh Bisa Dehidrasi Saat Puasa?

Wajar banget kalau kita merasa haus saat berpuasa. Tapi dehidrasi itu bukan cuma soal rasa haus. Jadi, sekitar 60% tubuh manusia itu terdiri dari air dan cairan ini punya peran penting untuk menjaga fungsi organ kita. Mulai dari melumasi sendi, buangin racun lewat ginjal, mengatur suhu tubuh, hingga menjaga kinerja otak agar tetap fokus. 

Setiap hari, bahkan saat kita duduk santai sekalipun, tubuh akan tetap kehilangan cairan. Biasanya lewat keringat, urin, atau bahkan dari napas. Jadi sebenarnya, tubuh kita itu akan selalu kehilangan cairan. Tapi permasalahannya, kalau puasa kan kita nggak bisa makan dan minum selama 13 jam. Berarti cairan yang keluar tetap jalan, sedangkan yang masuk berhenti sementara. 

Baca Juga: Sering Lemas Saat Puasa? Hindari Lakukan Kesalahan Ini saat Sahur

Mungkin kamu mikir, “kan cuma nggak minum beberapa jam aja, masa langsung dehidrasi?”. Ya, semua tergantung kondisi tubuh dan aktivitas yang kita jalani. Kalau cuaca panas, aktivitasnya banyak, risiko dehidrasi pun lebih besar. Apalagi kalau sahurnya cuma minum dikit, atau berbuka langsung minum manis tanpa air putih. Tapi ingat ya! Tubuh bukan cuma butuh air, tapi juga keseimbangan nutrisi yang bantu cairan bertahan lebih lama di dalam tubuh dan jaga energi tetap stabil selama puasa. 

Kenapa Minum Banyak Saja Nggak Cukup?

Tubuh kita itu pinter banget! Ketika kita minum air dalam jumlah besar sekaligus, tubuh nggak otomatis nyimpan semuanya. Justru dia menganggapnya sebagai “kelebihan” yang harus dibuang. Hal ini juga udah dijelasin di buku Anatomy & Physiology, bab Water Balance. 

Jadi, dalam tubuh kita itu ada satu organ yang tugasnya menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, namanya ginjal. Fungsinya bukan cuma nyaring sisa metabolisme, tapi juga mengatur berapa banyak cairan yang harus dipertahankan. Nah ketika kita minum air yang banyak sekaligus, cairan itu memang diserap sama tubuh. Tapi bukan berarti semuanya langsung disimpan. Kalau tubuh anggap ini berlebihan, ginjal akan ngebuang sebagian cairan itu lewat urin supaya volume cairan dalam darah tetap stabil. 

Kamu pernah nggak, udah minum banyak pas sahur, tapi 30 menit – 1 jam setelahnya malah bolak balik kamar mandi? Itu karena tubuh sedang menyeimbangkan cairan dalam tubuh. Makanya, minum bertahap lebih efektif dibandingkan minum banyak sekaligus. Sekarang pertanyaannya, kalau puasa gimana? Seperti yang minto udah bilang di sub bab sebelumnya, tubuh bukan cuma butuh air, tapi juga keseimbangan nutrisi yang bantu cairan bertahan lebih lama. 

Kenapa Minum Banyak Saja Nggak Cukup

Gejala Dehidrasi

Sebelum kita bahas tentang cara mencegah dehidrasi saat puasa, kita harus tahu dulu tanda-tanda tubuh sedang kekurangan cairan, yaitu:

Gejala Awal:

  1. Kulit kering
  2. Bibir pecah-pecah
  3. Kepala pusing, kunang-kunang
  4. Tubuh lemas, nggak bertenaga
  5. Mudah mengantuk
  6. Susah fokus dan konsentrasi menurun
  7. Warna urin lebih gelap dari biasanya

Gejala Berat:

  1. Rasa haus yang ekstrem, jarang buang air kecil
  2. Mata cekung
  3. Detak jantung berdetak lebih cepat
  4. Suasana hati sensitif dan mudah berubah
  5. Pingsan

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Cara Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

Kabar baiknya, dehidrasi saat puasa sangat bisa dicegah. Kuncinya ada di menu sahur dan berbuka kita, antara lain:

  1. Terapkan Pola Minum 2-4-2

Sehari kita dianjurkan minum 2 liter air sehari, tapi bukan berarti sekali minum langsung 2 liter. Melainkan harus diatur pola minumnya, misalnya pakai pola 2-4-2. Dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah shalat tarawih, dan dua gelas saat sahur. Jadi cairannya masuk secara bertahap. 

  1. Hindari Minuman Berkafein

Teh dan kopi memang jadi favorit banyak orang, apalagi ada orang yang nggak bisa lepas dari kopi. Tapi hati-hati! Kopi itu ada kafein yang bersifat diuretik, bisa bikin tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kalau mau minum, sebaiknya dibatasi ya. 

  1. Berbuka dengan Sayur dan Buah

Saat berbuka puasa, kita memang dianjurkan konsumsi buah dan sayur yang mengandung air, seperti semangka, jeruk, timun, melon. Tapi, kita juga dianjurkan konsumsi makanan tinggi serat, seperti oat, biji-bijian, kacang-kacangan karena menjaga tubuh tetap terhidrasi dan kestabilan energi. Kalau mau lebih praktis, kamu juga bisa menambahkan minuman multigrain, seperti Hotto sebagai pelengkap sahur dan berbuka. Kombinasi serat dan karbohidrat kompleks di dalamnya bisa jaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung energi tetap stabil sambil melengkapi kebutuhan nutrisi saat puasa. 

Berbuka dengan Sayur dan Buah
  1. Batasi Makanan Pedas dan Asin

Siapa nih yang suka makan pedas? Hati-hati, makanan terlalu asin dan pedas bisa memicu rasa haus berlebih keesokan harinya. Setelah makan pedas, jangan lupa keseimbangan nutrisi penting lainnya agar tidak mudah haus. 

  1. Perhatikan Jadwal Olahraga

Buat yang suka olahraga juga harus perhatiin nih, waktu olahraga terbaik agar tidak mudah dehidrasi. Kamu bisa berolahraga pada sore hari menjelang berbuka, sekitar 30 – 60 menit sebelumnya atau malam hari sekitar 1 – 2 jam setelah berbuka. Tapi ingat ya, intensitas olahraganya pun jangan yang terlalu berat. Misalnya, jogging, bersepeda, atau yoga. 

  1. Kurangi Konsumsi Bergula Tinggi

Ada yang bilang, “berbukalah dengan yang manis”. Hal ini memang benar karena gula bisa cepat mengembalikan energi kita. Tapi, terlalu banyak gula juga tidak baik karena bikin tubuh cepat haus lagi. Jangan lupa minum air mineral agar keseimbangan cairan dalam tubuh terjaga. 

Jadi intinya, bukan sekadar ‘yang penting minum’, tapi bagaimana kita mengatur strategi cairan dan nutrisi supaya tubuh tetap kuat sampai waktu berbuka. 

Kesimpulan

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam, tapi juga momen untuk beribadah. Dengan memahami tanda-tanda dehidrasi dan mengetahui apa yang tubuh kita butuhkan, puasa pun akan lebih nyaman dan ibadah lebih optimal. Karena kadang, solusi dari rasa lemas saat puasa ya sesimple karena cara minum yang tepat.

You might also like...