Kulit kusam bisa menjadi masalah yang bikin tidak percaya diri, apalagi jika sudah mencoba berbagai cara namun hasilnya tetap tidak memuaskan. Bisa jadi, kulit kamu kehilangan kelembaban alami akibat produk yang salah atau paparan dari polusi lingkungan.
Kabar baiknya kulit kusam bukan suatu masalah yang sulit diatasi. Ada cara-cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini tanpa perlu ke dokter kulit, lho. Penasaran apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini!
Cara Mengatasi Kulit Kusam
Untuk mendapatkan kulit yang kembali lembab dan bercahaya, dibutuhkan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup. Berikut lima tips yang dapat membantu mengatasi masalah kulit kusam, antara lain:
Menggunakan Pelembab dengan Humektan
Kulit yang kering dan bersisik pertanda kulit kekurangan kelembaban alaminya. Untuk memulihkan agar kulit Kembali kenyal, kamu perlu menggunakan pelembab kandungan humektan seperti asam hialuronat atau gliserin.
Humektan mampu menarik kelembaban dari lingkungan, lalu dan menguncinya ke dalam lapisan kulit. Dengan begitu pelembab dengan humektan terbilang efektif dalam mengembalikan kulit yang kering dan bersisik.
Hasilnya akan lebih maksimal kalau menggunakan pelembab berbasis krim karena memiliki tekstur yang lebih kental dibandingkan lotion berbasis air. Selain itu, beberapa pelembab juga ada yang mengandung bahan anti-inflamasi seperti oatmeal koloid yang membantu menenangkan kulit yang mengalami iritasi.
Kamu bisa mengoleskan pelembab pada seluruh tubuh dan wajah setelah mandi, saat kulit masih sedikit lembab agar kelembaban yang sudah ada di dalam sel-sel kulit tidak menguap begitu saja.
Pasang Humidifier di Kamar
Kulit kering juga bisa disebabkan karena udara kering, baik karena cuaca dingin maupun penggunaan AC yang berlebihan. Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan humidifier di kamar. Humidifier membantu menjaga tingkat kelembaban udara dengan menyebarkan uap air ke seluruh ruangan, sehingga lingkungan lebih lembab dan tidak menyebabkan kulit kering.
Tidak hanya itu, humidifier juga membantu menjaga kesehatan pernapasan dengan mengurangi iritasi pada hidung dan tenggorokan akibat udara kering.
Pastikan pilih humidifier yang berkualitas supaya kinerjanya benar-benar efektif dalam menjaga kelembapan udara sepanjang hari. Tak lupa bersihkan humidifier secara rutin untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur yang bisa ikut disebar ke udara.
Rutin Eksfoliasi untuk Hilangkan Kulit Mati
Terkadang penumpukan sel-sel kulit mati di permukaan kulit menyebabkan tekstur kulit jadi kasar dan bersisik. Maka dengan melakukan eksfoliasi secara rutin bisa membantu mengangkat sel kulit mati tersebut.
Eksfoliasi akan meningkatkan kemampuan kulit dalam menyerap pelembab dan produk perawatan lainnya, sehingga kulit mendapatkan asupan nutrisi yang optimal.
Baca Juga: Biji Lotus: Rahasia Kesehatan Kulit, Jantung, dan Otak
Umumnya ada dua jenis eksfoliasi yang digunakan, yaitu eksfoliasi fisik dengan scrub dari butiran halus seperti gula atau kopi.
Tetapi ada juga eksfoliasi kimia yang menggunakan produk dengan AHA seperti asam glikolat dan asam laktat untuk melarutkan sel-sel kulit mati tanpa perlu digosok. Biar tidak menyebabkan iritasi pada kulit, cukup lakukan eksfoliasi selama 1-2 kali seminggu.
Gunakan Sabun yang Lembut
Sabun yang kamu gunakan mungkin menyebabkan kulit kering dan iritasi tanpa kamu sadari. Biasanya sabun penyebab iritasi mengandung deterjen keras seperti SLS yang sifatnya menghilangkan minyak alami kulit.
Sabun semacam itu membuat kulit sensitif, muncul kemerahan, hingga kulit bersisik. Oleh karena itu, pilih sabun dengan bahan alami yang bisa membantu menjaga kelembaban kulit. Banyak sabun alami yang bisa kamu dapatkan di toko kecantikan.
DIsarankan pilih sabun alami yang mengandung aloe vera, minyak zaitun, dan ceramide. Pasalnya ketiga bahan tersebut memiliki sifat yang bisa menenangkan kulit.
Hindari Produk Penyebab Iritasi
Beberapa produk perawatan kulit yang mengandung pewangi, alkohol, atau bahan kimia keras dapat memperburuk kondisi kulit kusam. Bahan-bahan ini seringkali memicu reaksi alergi pada beberapa orang, sehingga membuat kulit menjadi kemerahan, gatal, dan kering.
Untuk itu, penting memilih produk yang dirancang khusus untuk kulit sensitif atau bebas bahan iritan. Kamu perlu memperhatikan label produk baik-baik dan hindari produk yang menggunakan pewangi buatan, alcohol, atau pewarna sintetis.
Lebih baik pilih produk dengan label “hypoallergenic,” “fragrance-free,” atau “for sensitive skin.” Produk-produk ini biasanya lebih aman dan tidak berisiko menyebabkan iritasi.
Kesimpulan
Dengan menerapkan beberapa tips perawatan kulit yang sederhana namun efektif, kamu bisa membantu mengembalikan kecerahan dan kelembaban kulit. Tetapi jika masalahnya masih persisten, bisa jadi ada kondisi medis tertentu seperti psoriasis (penyakit autoimun yang mengganggu pertumbuhan sel-sel kulit) yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah sering menggunakan sabun bisa membuat kulit kusam?
Penggunaan sabun yang mengandung bahan keras (SLS atau SLES) dapat menghilangkan minyak alami kulit, sehingga berujung menyebabkan kulit menjadi kering dan kusam. Pilihlah sabun dengan kandungan alami yang bisa menjaga kelembaban kulit, seperti sabun dengan aloe vera atau minyak zaitun.
Kapan saya perlu berkonsultasi dengan dokter tentang kulit kusam?
Jika kulit kusam tidak kunjung membaik meskipun sudah melakukan perawatan yang tepat, lalu timbul gejala seperti peradangan atau ruam, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli dermatologi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Bagaimana cara mencegah kulit kusam?
Untuk mencegah kulit kusam, kamu bisa menjaga kelembaban kulit dengan menggunakan pelembab yang sesuai, mengenakan pakaian panjang untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, serta rutin eksfoliasi untuk mengangkat sel-sel kulit mati penyebab kulit kasar.

