Cardiac Arrest: Penyebab Meninggal Dadakan Saat Olahraga

Cardiac Arrest Penyebab Meninggal Dadakan Saat Olahraga

Pernah dengar berita para artis-artis yang meninggal saat atau sesudah olahraga? Seperti Adjie Massaid, ataupun Benyamin Sueb? Nggak cuma artis, malahan ada loh atlet seperti Markis Kido yang meninggal saat berolahraga. Ternyata, meskipun atlet yang notabene hidup sehat juga nggak bisa lepas dari yang namanya Cardiac Arrest.

Di Indonesia, belum banyak orang yang tau istilah ini dan kenapa sampai bisa membuat orang sampai meninggal secara tiba-tiba? Ada nggak ya kaitannya sama jantung? Nggak usah kepo, karena bakal langsung Minto jelasin.

    Jantung Sehat, Jaminan Hidup Aman

    Sebagai organ paling penting dalam kehidupan kita, menjaga kesehatan jantung adalah kewajiban yang  harus kita sadari. Jantung punya tugas untuk memompa darah, mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Ibarat mesin, jantung sebenarnya juga butuh “dipelihara” biar bisa bekerja optimal. 

    Memelihara jantung sebenarnya bukan suatu hal yang harus kita lakukan dengan susah payah kok. Kuncinya adalah kita harus bisa konsisten untuk menjalani pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menjalani pola tidur yang baik. Tapi, apakah memelihara jantung cukup dengan hal itu? Ya nggak juga.

    Kenyataannya, banyak orang yang merasa bahwa dirinya sehat-sehat aja karena melakukan olahraga rutin dengan konsisten. Tetapi, di lain hal masih sering mengonsumsi makanan seenaknya tanpa melihat batasan dan mengalami tidur yang berantakan. Kalau hal ini terus dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama, kemungkinan kita mengalami cardiac arrest akan semakin tinggi dan tinggal menunggu waktu kapan bisa terjadi.

      Apa Itu Cardiac Arrest?

      Mungkin, padanan yang paling pas untuk menyebut cardiac arrest adalah henti jantung mendadak. Kondisi ini terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak secara normal. Ini berbeda dengan serangan jantung yang terjadi karena penyumbatan aliran darah ke jantung.

      Di titik ini, nggak cuma darah yang menuju ke jantung terhambat. Sebaliknya, jantung juga nggak mampu memompa aliran darah ke otak. Menyebabkan hilangnya kesadaran dan fungsi vital tubuh lainnya dalam hitungan detik. Inilah pentingnya setiap orang memahami tentang pertolongan pertama untuk mencegah terjadinya kejadian fatal.

        Kaitan Olahraga dengan Cardiac Arrest

        Salah satu manfaat olahraga adalah meningkatkan kinerja jantung agar dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Tapi aneh nggak sih kalau olahraga dikaitkan sama kondisi henti jantung? 

        Sebenarnya, bukan olahraga lah yang menjadi penyebabnya. Melainkan kinerja jantung yang terlalu berat. Apalagi jika kinerja jantung yang terlalu berat didukung oleh faktor-faktor telah ada dalam diri kita tapi kita kurang menyadarinya. Apa sajakah faktor-faktor tersebut?

          1. Penyakit Jantung

          Penyakit jantung seperti penyakit arteri koroner, kardiomiopati, dan aritmia jantung bisa menjadi penyebab utama cardiac arrest itu terjadi. Pada, kondisi ini jantung lebih rentan mengalami gangguan irama yang dapat menyebabkan henti jantung. Sehingga, ketika kita berolahraga dengan intensitas yang tinggi akan menyebabkan ketidak-teraturan pemompaan jantung, membuat kita kehilangan kesadaran dan henti jantung mendadak.

            2. Tekanan Darah Tinggi

            Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah jantung, kerusakan pada dinding arteri, meningkatkan risiko penyumbatan dan aritmia jantung. Selain itu, pelebaran dan penebalan otot jantung akan melemahkan fungsi pompa jantung. Ketika pompa jantung melemah risiko henti jantung mendadak akan meningkat.

              3. Kolesterol Tinggi

              Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, mempersempit aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Ketika terjadi penyumbatan pada arteri koroner akan memicu kekurangan oksigen dan terjadinya aritmia jantung. Kekurangan oksigen akan membuat kita kehilangan kesadaran karena suplai oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang.

                4. Diabetes

                Diabetes menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf sehingga risiko cardiac arrest akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena kerusakan pembuluh darah pada arteri koroner dan saraf yang mengendalikan jantung terganggu sehingga ritme pompa jantung juga ikut terganggu. Apabila kita melakukan olahraga berat akan membuat ritme jantung semakin tak terkendali dan menyebabkan kehilangan kesadaran.

                  5. Obesitas

                  Obesitas meningkatkan risiko penyumbatan pada pembuluh darah. Pembuluh darah yang tersumbat akan meningkatkan risiko henti jantung mendadak. Hal ini terjadi karena suplai darah dan oksigen tidak tersebar merata. Sehingga, orang yang mengalami obesitas akan sering ngos-ngosan saat berolahraga. Orang obesitas yang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi tentu akan membahayakan keselamatan mereka karena bisa aja membuatnya kehilangan kesadaran dan cardiac arrest bisa aja terjadi.

                    6. Kebiasaan Merokok

                    Kebiasaan merokok akan merusak pembuluh darah dan jantung sehingga tekanan darah akan menjadi terganggu. Pembuluh darah yang rusak akan menyebabkan penyumbatan dan mengganggu peredaran darah ke seluruh tubuh.

                    Cara Mencegah Cardiac Arrest Saat Olahraga

                    Walaupun cardiac arrest nggak bisa diprediksi sama sekali akan tetapi jika kita tinjau dari beberapa faktor penyebab, sebenarnya kita bisa menurunkan risikonya dengan beberapa langkah:

                      Persiapan Olahraga 

                      Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga untuk meningkatkan heart rate kamu. Selain itu kamu juga wajib memperhatikan sinyal tubuh saat berolahraga. Kalau kamu merasa pusing, mual, dan nyeri dada saat berolahraga segera berhenti dan istirahat.

                        Cukupi Energi dengan Konsumsi Makanan Berserat

                        Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah nggak mempersiapkan energi yang cukup. Jangan terlalu banyak atau nggak makan sama sekali. Makanan berserat tinggi bisa membuat olahraga kamu maksimal karena mencegah kamu merasakan begah. Selain itu, makanan berserat juga bisa membuat kamu kenyang lebih lama sehingga membuat energi kamu saat olahraga tercukupi.

                        Kamu bisa jadiin Hotto sebagai alternatif yang baik untuk konsumsi sebelum olahraga. Ringan, praktis dan bisa memenuhi energi kamu selama berolahraga. Kamu bisa dapatkan Hotto di link ini ya:

                          Jadikan CPR sebagai Basic Knowledge

                          Cardiopulmonary Resuscitation adalah metode pertolongan pertama saat orang-orang mengalami cardiac arrest. Metode ini adalah cara kita yang paling tepat secara medis untuk mengembalikan pernapasan dan sirkulasi darah orang. Menurut Minto, setiap orang wajib untuk mempelajari CPR sebagai ilmu dasar sih. In case, terjadi pada orang-orang terdekat, kamu bisa langsung memberikan pertolongan pertama kepada mereka.

                          You might also like...