
Testimoni – Karen
Problem: Gerd
Kebiasaan kecil, seperti telat makan, pilih-pilih makanan, dan minum kopi memang sering dianggap sepele. Tapi siapa sangka, kebiasaan ini justru membawa Karen, seorang content creator 23 tahun, bolak balik ke IGD. Masalah lambung bukan hal baru buat Karen. Dari kecil Karen beberapa kali muntah darah dan didiagnosa punya GERD atau luka di lambung. Permasalahan ini tidak berhenti sampai di situ aja. Saat beranjak dewasa, Karen kembali harus berhadapan dengan masalah lambung—bahkan sampai menjalani operasi.
Selama 2 – 3 tahun terakhir, aku hobby banget olahraga sampai akhirnya jadi topik utama konten aku di media sosial. Tapi semua ini juga berawal dari pengalaman masa kecilku yang sering keluar-masuk rumah sakit gara-gara GERD. Aku termasuk anak yang susah makan, makannya pilih-pilih, sering telat makan. Aku masih inget banget, pas kelas 4 SD–aku pernah muntah darah sampai 4 kali. Kata dokter, lambungku luka karena asam lambung terlalu tinggi. Waktu itu memang sempat diobatin dan membaik. Tapi, ternyata efeknya masih ada sampai aku dewasa.
Banyak Orang yang Meremehkan GERD
Aku rasa, masih banyak orang yang menganggap remeh GERD–padahal gejalanya bisa separah itu. Pernah aku kambuh pas lagi kerja, tiba-tiba aja gitu. Wajah langsung pucet, keringet dingin, buru-buru ke toilet cuma buat muntah. Kalau pengalaman aku, setiap kambuh tuh nggak dikasih aba-aba dulu–jadi langsung nyerang aja gitu, harus dimuntahin.
Bukan cuma pola makan aja yang bisa memicu GERD. Aku juga baru tau kalau GERD itu sensitif banget sama stres. Kayaknya yang punya GERD pasti relate deh: stres dikit, asam lambung langsung naik ke ulu hati.
Dari Telat Makan, Hingga Dioperasi
Pengalaman paling parah itu sekitar 2 tahun lalu. Aku sampai harus dirawat dan menjalani operasi pengangkatan batu di kantung empedu. Katanya sih, ini juga yang jadi salah satu pemicu GERD aku waktu itu. Rasanya combo banget – perih, mual, heartburn, semua jadi satu. Kondisi aku waktu itu cukup kritis, sampai aku trauma banget. Bisa dibilang, ini momen titik balik aku sih: benar-benar sadar kalau pola hidup itu penting banget dijaga dari kecil.
Baca Juga: Heartburn: Mengenal, Mencegah, dan Mengatasinya
Setelah aku dioperasi, aku mulai concern sama apa yang aku makan. Pokoknya pola hidup aku jaga–ini juga yang bikin aku tertarik untuk olahraga.
Kenalan Pertama Kali Sama Hotto
Nah, setelah aku sakit–cici aku lihat iklan Hotto dan nawarin buat cobain. Aku emang pernah lihat iklannya, tapi masih ragu buat beli. Tapi karena dia beliin, yaudah aku coba. Jujur, efeknya nggak langsung keliatan ya, tapi setelah rutin minum Hotto–lambungku jadi jauh lebih nyaman.
Hotto kan tinggi serat ya, ada biji-bijiannya–mungkin ini yang bikin lambung aku lebih nyaman. Soalnya, dulu aku jarang banget makan serat. Kalau sekarang kan gampang, tinggal seduh Hotto aja. Udah setahun terakhir ini, aku nggak pernah kambuh GERD lagi. Bahkan udah nggak perlu minum obat dan nggak pernah ke IGD lagi.
Buat aku, Hotto cocok buat ganjel perut pagi-pagi. Soalnya praktis, rasanya nggak terlalu manis dan nggak bikin eneg kalau diminum pas perut kosong. Kadang buat snack time juga pas sore kalau lagi pengen ngemil.

Aku bahkan udah sering rekomen ke temen-temen aku. Dan pas mereka cobain, “Ih enak, apaan nih?” Sekarang mereka juga ikut-ikutan deh sarapan pakai Hotto.
Jangan Tunggu Sakit Untuk Jaga Pola Makan
Jangan tunggu sampai muntah darah dulu, kayak aku. Yuk, jaga pola makan dari sekarang! Kalau lambung udah luka, pemulihannya nggak sebentar. Kita harus bisa bedain makanan apa yang kita mau dan yang tubuh kita butuhin. Cukupi asupan serat kamu, karena semua berawal dari hal-hal kecil yang suka kita lupain. Dan buat aku, Hotto bukan sekadar minuman sehat aja tapi bagian dari recovery journey aku.
