Cerita Milena, Vegetarian yang Sulit BAB sampai Anoreksia

Cerita Milena, Vegetarian yang Sulit BAB sampai Anoreksia
Cerita Milena

Testimoni – Milena Angelica

Problem: BAB

Menjadi vegetarian sering dianggap sebagai salah satu pilihan gaya hidup yang sehat. Makan sayur, buah, dan biji-bijian–terdengar seperti kunci untuk mendapatkan tubuh lebih sehat, pencernaan lancar, dan energi stabil sepanjang hari. Tapi, siapa sangka, dibalik gaya hidup yang tampak ‘sehat’ itu, tidak semua vegetarian otomatis memiliki pencernaan yang baik. 

Seperti cerita dari Milena Angelica, seorang vegetarian yang sudah bertahun-tahun berjuang melawan kesulitannya untuk buang air besar (BAB). Berawal dari ketergantungan obat pencahar, stres, hingga berujung pada masalah pencernaan yang lebih serius. 

Awal Mula Ketagihan Obat Pencahar

Sejak duduk di bangku SMP, Milena mengalami masalah dengan BAB. Bukan sekali dua kali, tapi berlangsung hingga ia dewasa dan aktif bekerja sebagai Sales and Marketing. 

Banyak orang bingung saat mendengar ceritanya, “Lu kan makan sayur, Mil. Kok bisa sih susah BAB?”. Milena hanya bisa menjawab dengan mengangkat pundaknya ke atas, “And then… I don’t know.”

Padahal hidupnya diisi dengan sayur, buah, dan makanan sehat. Tapi realitanya, Milena harus berjuang keras hanya untuk bisa buang air besar dengan normal. 

Awalnya ia mencari solusi cepat, yaitu dengan minum obat pencahar. Ketika tidak minum obat, ditunggu 3-5 hari pun BAB tidak keluar sampai perut begah. Saat itu Milena masih SMP, belum mengerti soal sistem pencernaan. SMP ketagihan minum obat pencahar, dilanjut kuliah ketagihan konsumsi prune juice. Diperparah dengan kebiasaan minum teh jati saat bekerja. 

“Teh jati tuh aku sehari bisa minum 2 kali dan sekali buat itu, airnya tuh beneran hitam pekat gitu. Baru aku minum,” ujarnya.

Saking terbiasanya tubuh dibantu oleh obat, tubuh Milena menjadi “manja” dan ketergantungan. 

“Pernah aku coba ngga minum, bisa 3 sampai 5 hari ngga BAB sama sekali. Perut jadi begah dan bloated banget,” ceritanya. 

Awal Mula Ketagihan Obat Pencahar

Stres Hingga Anoreksia

Tujuan awal minum obat pencahar memang bukan untuk kurus, tapi karena tubuh sudah ketergantungan. Tanpa itu semua jadi sulit BAB. Obat pencahar, teh jati, suplemen–semua udah kayak kebutuhan harian.

Karena kebiasaan buruk yang Milena jalani, akhirnya Milena mengidap anoreksia. Tubuh semakin kurus, nafsu makan hilang, sistem pencernaan pun buruk. Bukan hanya itu saja, nafsu makan hilang membawa Milena pada masalah pencernaan lainnya: GERD. 

“Selesai kuliah, baru tau ternyata aku ada GERD. Minum obat asam lambung tapi kok ngga selesai-selesai.” Di titik ini, Milena merasa frustasi, “I feel like dying,” katanya pelan.

Untungnya kakak dari Milena sendiri adalah seorang dokter. Ternyata meskipun Milena makan sayur dan buah setiap hari, tapi cairan dalam ususnya sudah terlalu kering. Kebiasaan minum obat pencahar pun membuat usus jadi ‘malas’ untuk bekerja sendiri. 

“Aku ngga mau kaya gitu lagi. Karena aku tau masalahnya di lifestyle aku. Aku coba perbaiki dari eating habit aku,” ujarnya dengan tekad.

Langkah awal yang harus dilakukan Milena adalah berhenti minum obat pencahar. Benar apa yang ia duga, BAB sulit keluar dan perut jadi kembung dan begah banget. 

Hotto Bantu Perbaiki Eating Habit

Perkenalan Milena dengan Hotto berawal dari iklan yang muncul di media sosial. Ketika ia mulai memperbaiki eating habit demi pencernaan lebih sehat. 

“Menarik banget, aku jadi penasaran. Aku coba 2 pouch pertama, eh efeknya langsung berasa. Bahkan, minum Hotto baru 2 hari aja, beneran bisa bikin BAB lancar.”

Setelah mengenal Hotto, Milena jadi ngga takut makan lagi. Pola makannya membaik, karena dengan minum satu sachet Hotto sudah bisa penuhi hingga 22% kebutuhan serat harian. Sekarang minum Hotto sudah menjadi rutinitas di pagi hari.

Ada kandungan karbohidrat kompleks dari ubi ungu, serta 15 jenis multigrain dan oat beta glucan yang kaya serat. Hotto berhasil bantu tubuh Milena kembali bekerja dengan cara yang sehat. Yang paling penting, kandungan Hotto ramah untuk vegetarian, seperti Milena. Ngga ada unsur hewani, justru seratnya bisa bantu pencernaan tetap lancar. 

Sejak rutin minum Hotto, naturally every single day aku udah bisa BAB. Ajaibnya, pas asam lambungku naik, Hotto langsung bikin perutku hangat dan nyaman,” ujarnya.

Hotto Bantu Perbaiki Eating Habit

Melihat kandungan Hotto yang penuh serat dan klaim iklannya yang bisa membantu melindungi lambung dari masalah. Milena memilih Hotto sebagai solusi dikala asam lambung naik. 

“Fokusku sekarang untuk memperbaiki sistem pencernaan aku sih. Supaya BAB lebih lancar dan no more GERD… karena cukup sekali deh haha,” tutup Milena sambil tertawa lega. 

Dari cerita Milena kita jadi bisa belajar bahwa apa yang tampak sehat di luar belum tentu mencerminkan apa yang terjadi di dalam tubuh. Menjadi vegetarian, bukan jaminan sistem tubuh bekerja dengan baik. Tubuh butuh lebih dari sekadar makan sehat. Tubuh butuh pola makan yang konsisten, cukup cairan, dan yang paling penting: terpenuhinya asupan serat setiap hari.

Baca Juga: Sembelit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Hotto hadir bukan hanya sebagai solusi, tapi juga teman yang bantu mengembalikan ritme alami tubuh. Mulai dari sarapan, tubuh mendapatkan serat yang cukup, pencernaan pun kembali lancar. Hotto bantu menjaga keseimbangan tubuh untuk selalu sehat.

You might also like...