Dari Maag Biasa Jadi GERD Akut Hingga Muntah Darah

Dari Maag Biasa Jadi GERD Akut Hingga Muntah Darah
Cerita Naya Dari Maag Biasa Jadi GERD Akut Hingga Muntah

Testimoni – Naya

Problem: GERD

Masalah lambung bukan hal baru buat Naya. Sejak SD ia sudah kenal rasa perut perih setiap kali telat makan. Waktu itu cuma dikira maag biasa, tinggal minum obat dan istirahat, semua beres. Tapi makin besar, gejalanya makin parah.

“Aku tuh sampai nggak bisa ngapa-ngapain, cuma bisa tiduran karena sakitnya beneran kayak lambung dikorek dari dalam,” ucap Naya. Hampir setiap tahun ia keluar masuk rumah sakit. Kadang karena maag atau GERD, kadang berbarengan sama tipes atau DBD.

Kebiasaan Makan yang Nggak Terkontrol

Hai, aku Naya. Jujur aja, dulu aku nggak terlalu peduli sama makanan. Waktu SMP sampai SMA aku doyan banget yang pedas, mie instan, santan, semua yang jelas nggak sehat.

Kalau di rumah masih bisa dikontrol sama mama, tapi di sekolah aku bebas banget. Aku inget banget, hampir tiap hari beli keripik pedas yang namanya aja keripik setan, dan itu beneran aku makan tiap hari. Kadang lebih dari sebungkus.

Baca Juga: GERD Sering Kambuh? Itu Karena Pola Makan Kamu yang Buruk

Baru belakangan habis sering sakit aku sadar, kebiasaan itu yang bikin lambungku makin rusak. Ditambah lagi aku sering banget telat makan, atau bahkan skip makan. Padahal buat orang dengan GERD, perut nggak boleh kosong.

Titik Balik Saat Di Ultimatum Dokter

Fase paling berat aku alami waktu SMA. Aku kena DBD, tipes, dan maag sekaligus. Badan rasanya remuk, perut melilit, dan aku nggak bisa makan atau berdiri.

Waktu itu dokter sampai bilang, “Sekali lagi kamu masuk rumah sakit, kamu harus endoskopi.” Mamaku langsung nangis. Di situ aku baru sadar, yang susah bukan cuma aku, tapi juga keluarga yang harus jagain.

Sejak saat itu aku mulai berhenti total makan mie instan, pedas, dan santan. Hampir dua tahun aku disiplin banget. Tapi meski udah jaga makanan, aku masih bergantung obat lambung kemanapun aku pergi.

Titik Balik Saat Di Ultimatum Dokter

Sakit yang Bikin Takut Mati

Aku pernah ngalamin sakit yang bikin aku mikir, “Kayaknya gue bisa mati nih” Itu sekitar satu atau dua tahun lalu.

Siangnya aku minum kopi gula aren, terus lanjut ngopi lagi. Awalnya santai aja. Tapi malamnya, perutku tiba-tiba kayak diobok-obok dari dalam, rasanya perih parah sampai aku nggak bisa tidur sama sekali.

Aku cuma bisa nungging di kasur sambil pegang perut, karena kalau tiduran malah makin sakit. Beneran deh, aku sampai mikir mungkin aku bisa meninggal saat itu juga.

Sejak itu, aku kapok banget. Tapi ya namanya manusia, kadang kalau lagi stres aku masih suka minum kopi meskipun tahu resikonya kambuh lagi.

Pertama Kali Coba Hotto

Aku baru sadar bedanya perut sakit dan perut sehat setelah coba Hotto. Waktu itu sekitar Agustus, aku mulai rutin minum tiap pagi buat sarapan.

Awalnya cuma iseng, tapi ternyata rasanya enak dan efeknya berasa banget. Biasanya aku cuma punya dua kondisi, perut nggak enak atau perut nggak enak banget. Tapi setelah minum Hotto, untuk pertama kalinya aku ngerasain perut yang normal dan nyaman banget.

“Oh, ternyata ini ya rasanya hidup normal. Selama ini aku pikir begah dan mual itu hal biasa,” aku sampai mikir gitu dulu.

Sempat juga kehabisan stok Hotto, dan bener aja, gejalaku balik lagi. Tiap hari muntah-muntah, apalagi kalau minum kopi. Begitu mulai minum Hotto lagi, semuanya reda.

Perlahan Tubuh Makin Sehat dan Kembali Produktif

Selain bikin lambung tenang, aku juga ngerasain perubahan di pencernaan. Dulu aku bisa tiga atau empat hari sekali baru BAB, kadang sampai seminggu nggak keluar sama sekali. Setelah rutin minum Hotto, aku bisa tiap hari atau dua hari sekali. Dan rasanya pun lancar, nggak sakit atau melilit.

Aku juga ngerasa energi jadi lebih stabil. Biasanya habis sarapan bubur atau gorengan, siang aku pasti ngantuk dan akhirnya tidur di kantor. Tapi sejak ganti ke Hotto, aku tetap segar sampai sore dan bisa kerja sambil ngobrol santai sama teman-teman.

Hidup Jadi Lebih Normal

Aku tahu GERD-ku nggak bisa sembuh total. Tapi dengan Hotto, aku bisa kontrol hidupku lagi. Sekarang aku masih harus jaga makanan, tapi kalau sesekali makan pedas atau santan, aku nggak langsung muntah-muntah seperti dulu.

Buat aku, Hotto itu life changing. Dari yang tadinya aku cuma kenal dua kondisi, perut nggak enak atau perut nggak enak banget. Sekarang aku bisa ngerasain perut yang benar-benar normal dan nyaman.

You might also like...