Turun 13 Kg Demi Bertanding, Begini Persiapan Rudy Golden Boy

Persiapan Rudy Golden Boy_ Turun 13 Kg demi Tanding
Cerita Rudy Golden Boy Latihan Bertanding Turun 13Kg

Testimoni – Rudy Golden Boy

Problem: Berat Badan

Nama Rudy Agustian, atau lebih dikenal sebagai Rudy Golden Boy, bukan nama yang asing di dunia combat sport Indonesia. Ia adalah juara Muay Thai dan MMA, promotor Pakuantang, Ketua Asosiasi Keluarga Kombat Indonesia, sekaligus pendiri Golden Camp. Di usia kepala empat, Rudy memutuskan untuk “turun” lagi sebagai atlet dan bersiap tampil di BYON Combat 4. Keputusan ini bukan sekadar bertanding, tapi tentang pembuktian bahwa disiplin, konsistensi, dan totalitas masih bisa membawa hasil nyata yang terbaik. 

Alasan Ikut Tanding di BYON Combat 4 

Buat saya, ikut BYON combat bukan sekadar tanding. Indonesia lawan Malaysia adalah pertandingan internasional yang sangat sengit, dan saya ingin ikut berkontribusi di dalamnya. Setelah sebelumnya terlibat sebagai pelatih di BYON 3, kali ini saya ingin turun gunung dan membuktikan kemampuan saya sendiri. 

Untuk persiapan latihannya juga cukup padat. Satu sesi latihan itu kurang lebih 2,5 sampai 3 jam. Karena dalam sehari saya latihan 2 kali, total latihannya bisa 5 sampai 6 jam per hari. Saya juga minta ke semua coach untuk selalu push saya, jangan di-hold back! Kalau programnya 100, ya harus dijalankan 100. Jangan karena saya head coach gitu kan atau owner camp, lalu dimanjakan. Pas sparring pun sama. 

Menu latihannya pun lengkap. Dimulai dari lari sebagai pemanasan, skipping, samsak, padding, dan sparring. Ada technical sparring, dan ada juga off sparring. Semua dijalankan rutin, setiap hari – 2 kali sehari. Tapi untuk jam latihan, saya sengaja sesuaikan dengan kondisi badan. Kadang mulai jam 7 pagi, kadang jam 9. Latihan malamnya pun juga menyesuaikan.

Bagi Saya, Disiplin Itu Kunci

Karena saya sudah lama nggak tanding, apalagi kickboxing mungkin udah sekitar 10 tahun lalu. Jadi siapapun lawannya, saya akan melakukan dia seperti juara dunia. Makanya, latihan kali ini jauh lebih berat dibanding persiapan saya yang dulu-dulu. Di sini saya lebih ekstra, lebih disiplin, lebih totalitas. Hasilnya juga terasa. Stamina saya justru terasa lebih bagus daripada dulu, walaupun udah kepala empat. 

Baca Juga: Panduan Lengkap Nutrisi Olahraga untuk Hasil yang Lebih Optimal

Di samping itu semua, beban pikiran saat persiapan pasti ada. Apalagi ini kita bawa nama Indonesia, umur juga udah nggak muda lagi, dan bagi saya pertandingan ini adalah pembuktian. Saya mau ngebuktiin bahwa disiplin, konsisten, dan totalitas adalah kunci untuk kesuksesan. Yang latihan aja belum tentu menang, apalagi nggak latihan. Sekarang saya nunjukin bahwa, meskipun ini berat, tapi saya tetap jalanin terus. Disiplin, konsisten, totalitas. Jadi beban-beban pikiran itu, malah jadi bensin sih buat saya.

Berat Badan Turun dari 78 Kg ke 65 Kg 

Salah satu challenge terbesar selama persiapan ini adalah berat badan. Waktu itu, berat saya 78 kg, sedangkan berat badan setidaknya harus 65 kg. Awal mulai saya langsung menyiapkan menu-menu diet. Ditambah lagi ada Hotto juga kan, jadi begitu saya lapar tapi belum waktunya makan, ya saya minum Hotto. 

Saya seringnya minum yang hijau, Hotto Mame karena ada proteinnya. Jadi kunci saya adalah lebih banyak porsi protein dibanding karbohidrat. Biasanya saya minum Hotto sebelum latihan, karena kalau perut kosong kadang malah lapar. Apalagi latihan saya lama bisa sampai 3 jam. 

Kadang kalau lagi bosen Hotto ya, makan dua putih telur, atau nggak saya combine dua-duanya. Buat makan malam juga sama, begitu sudah lewat jam 6 terus lapar, langsung seduh Hotto. Setelah sekitar sebulanan, berat yang tadinya 78 kg turun jadi 65 kg. Soalnya emang ya saya itu disiplin makan. Pokoknya pas lapar nggak boleh makan yang aneh, nggak makan gorengan, atau tepung-tepungan. 

Jadi biar mulutnya nggak nyari makanan yang aneh-aneh, saya minum Hotto. Kalorinya dikit, tapi berserat, dan ada proteinnya. 

Hotto Cocok Dikonsumsi Siapa Saja

Cocok Dikonsumsi Siapa Saja

Menurut saya, Hotto ini cocok buat semua orang ya. Bukan cuma fighter, soalnya ini minumannya alami, ada protein, praktis, dan bisa bantu jaga energi. Dulu saya sempat ya cobain merek lain, tapi kurang mantap lah. Dibanding Hotto ini bayangin aja sebulan lebih bisa turun 13 kilo. Selain buat diet juga cocok banget buat sarapan, buat olahraga, buat camilan. Nggak bikin mual juga kalau diminum sebelum latihan. Jujur aja buat rasa, lebih enak yang ubi ungu karena lebih manis sedikit. Tapi kalau manfaatnya di tubuh saya, ya yang hijau. 

Bagi saya, latihan maksimal, disiplin, konsistensi, dan totalitas adalah cara memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Termasuk dengan menjaga kondisi badan tetap sehat.

You might also like...