
Testimoni – Zaini
Problem: GERD
Zaini adalah seorang ahli gizi yang kini aktif sebagai freelance content creator. Sehari-harinya, ia banyak terlibat dalam pembuatan konten seputar beauty dan gaya hidup. Di balik aktivitasnya yang padat, Zaini punya cerita soal masalah pencernaan. Sejak duduk di bangku SD, ia sudah hidup berdampingan dengan GERD, yang kerap jadi tantangan tersendiri terutama saat menjalani puasa.
Beberapa waktu lalu, Zaini memutuskan ikut challenge puasa bersama Hotto. Ia mencoba menjadikan Hotto sebagai bagian dari rutinitas sahur dan berbuka. Bagi Zaini, ini salah satu usaha mencari cara agar puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman tanpa harus khawatir asam lambung kambuh saat berpuasa.
Terkena GERD Dari Kecil, Puasa Jadi Tantangan
Halo, aku Zaini. Aku merupakan seorang ahli gizi, dan sekarang juga sibuk sebagai freelance content creator. Di balik ini semua, aku punya masalah pencernaan yang udah aku rasain sejak lama banget. Dari SD aku udah punya masalah lambung, GERD.
Kalau lagi parah, aku bisa sampai mual, muntah, bahkan waktu itu sampai nggak bisa bangun. Akhirnya aku masuk IGD dan harus diinjeksi obat. Untungnya nggak sampai rawat inap, tapi itu aja bikin kapok. Apalagi kalau lagi puasa, perut kosong terlalu lama sering bikin asam lambung aku naik. Rasanya nggak enak banget dan ganggu aktivitas aku. Kerjaan aku sebagai ahli gizi juga kadang agak sibuk ya. Makannya sering nggak sesuai waktu, akhirnya asam lambung aku suka naik.
Bergantungan dengan Obat
Jujur aja, di tahun-tahun sebelumnya aku tuh sering banget kambuh pas puasa. Pas sahur biasanya aku minumin antasida dulu. Soalnya aku kadang-kadang perutnya suka bunyi, asam lambungnya naik gitu. Mungkin karena dulu sahurnya kurang seimbang, kalau misalnya lagi mepet pasti tuh mama di rumah cuma masak mie instan.
Baca Juga: GERD Sering Kambuh? Itu Karena Pola Makan Kamu yang Buruk
Aku pernah buka puasa sama kolak, nah itu kan santen ya. Tiba-tiba habis shalat isya, atau mau taraweh gitu pasti sakit perut. Makanya pas buka puasa aku jarang banget makan gorengan, santen-santen yang nggak bagus buat orang yang punya GERD. Solusi lainnya ya paling minum antasida pas sahur aja supaya cegah asam lambungnya naik.
Ikut Challenge Puasa Bareng Hotto
Kemarin aku sempat dihubungi Hotto fokus ibbuat ikutan challenge puasa 7 hari. Akhirnya aku ikut challenge-nya dan nyobain pakai Hotto buat sahur sekaligus buka puasa. Biasanya, pas sahur aku minum antasida buat ganjel perut. Tapi kali ini aku ganti pakai Hotto. Karena di dalamnya ada oat, biji-bijian, umbi-umbian, dan seratnya juga tinggi. Hasilnya? Perut aku udah nggak bloated lagi kalau habis makan. Emang sih aku tetap makan nasi pas sahur, tapi ya ditambah Hotto, jadi kenyangnya lebih tahan lama dan nggak bikin begah.
Sampai buka puasa pun aman. Bahkan GERD aku jarang banget kambuh, bisa dibilang hampir nggak pernah selama challenge ini. Soalnya buat orang yang punya GERD, kuncinya emang di asupan serat. Bisa dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Nah, Hotto jadi sumber serat yang cocok buat aku selama puasa. Dibanding langsung buka puasa dengan gorengan yang tinggi kalori, buka pakai Hotto rasanya jauh lebih nyaman dan bergizi. Aku juga ngajak adik aku buat minum Hotto, karena dia juga punya maag. Jadi daripada sahur atau buka puasa dengan makanan yang nggak jelas serat dan kalorinya, aku lebih milih minum Hotto.

Lebih Nyaman Puasa, Lebih Fokus Ibadah
Pas buka puasa biasanya aku ganti pakai Hotto dulu sebelum makan yang lain. Daripada makan gorengan tinggi lemak atau santan yang nggak baik untuk lambung, mending minum Hotto yang simple. Tinggal seduh, tapi seratnya dapet, gulanya juga pas, nggak kurang dan nggak berlebihan.
Setelah rutin pakai Hotto selama puasa, aku ngerasa lebih nyaman. Buat aku pribadi, Hotto cocok banget jadi teman sahur dan buka puasa, terutama buat yang punya masalah GERD kayak aku.
