Mengenal Lebih Dekat: Gangguan Kecemasan

Mengenal Lebih Dekat Gangguan Kecemasan

Merasa cemas tentu manusiawi, misalnya cemas saat ingin interview kerja, bertemu orang penting, atau mengikuti suatu tes. Tetapi gangguan kecemasan jauh lebih dari itu. Penderitanya akan merasa cemas terus-menerus, sehingga mengganggu produktivitas.

Tetapi bagaimana seseorang merasa lebih cemas dari yang lain? Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasinya? Mari bahas sama-sama melalui artikel berikut!

Pengertian Gangguan Kecemasan

Melansir American Psychological Association, kondisi ini diartikan sebagai kondisi ketika seseorang merasa cemas berlebih meski tidak ada pemicunya. Bahkan hingga menyebabkan sulit konsentrasi, insomnia, mudah tersinggung, dan mudah lelah.

Jika sudah mengalami hal-hal tersebut tanpa ada faktor pemicunya, bisa jadi terdapat gangguan mental yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Kenali beberapa jenis kecemasan dan gejalanya, yaitu:

  1. Generalized Anxiety Disorder: Bisa terjadi karena cemas akan pekerjaan, kesehatan, interaksi sosial, dan hal-hal wajar lainnya. Kondisi ini bisa bertahan hingga lebih dari 6 bulan.
  2. Fobia: Kondisi ini menyebabkan seseorang takut berlebih terhadap suatu binatang, benda, atau situasi tertentu. Ketika terjadi, seseorang bisa mengalami serangan panik ketika menemui pemicunya.
  3. Social Anxiety Disorder: Penyebabnya karena cemas akan situasi harus berinteraksi sosial. Sehingga menyebabkan rasa malu berlebih dan takut dinilai buruk oleh orang lain.
  4. PTSD (Post-traumatic Stress Disorder): Seseorang yang khawatir kejadian traumatis (menjadi korban kekerasan atau tinggal di daerah perang) di masa lalunya terulang kembali. Akibatnya jadi susah tidur hingga depresi.
  5. Gangguan Panik: Kondisi timbul rasa panik tiba-tiba tanpa alasan. DItandai dengan perasaan jantung berdebar, keringat dingin, gemetar, lemas, dan sulit bernapas.
  6. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD): Kondisi melakukan sesuatu berkali-kali untuk mengurangi rasa cemas. Misalnya mengunci pintu berkali-kali untuk memastikan pintu benar-benar terkunci.

Penyebab Kecemasan

Penyebab Kecemasan

Melansir Cleveland Clinic, tidak ada yang tahu pasti apa penyebab gangguan kecemasan. Namun peneliti percaya bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, di antaranya:

  • Faktor Genetik: Seseorang lebih berisiko mengalami gejala ini kalau orangtua memiliki riwayat yang serupa
  • Faktor Lingkungan: Berada di lingkungan yang memicu stres dalam jangka panjang akan menyebabkan kecemasan
  • Ketidakseimbangan Hormon: Ketidakseimbangan hormon dopamine, serotonin, dan sejenisnya bisa memicu rasa cemas berlebih
  • Kondisi Otak: Tingginya aktivitas amigdala pada otak turut meningkatkan rasa takut dan cemas juga

Dampak Kecemasan terhadap Kesehatan

Healthline mengungkapkan bahwa gangguan kecemasan turut menimbulkan beberapa efek terhadap kesehatan fisik maupun mental. Awalnya mungkin hanya merasakan kelelahan, insomnia, sakit kepala, jantung berdebar-debar, hingga keringat dingin.

Namun dalam jangka panjang bisa berujung pada gangguan pencernaan, seperti penyakit asam lambung akibat tingginya hormon penyebab stres. Sedangkan dari sisi emosional, kecemasan juga bisa menyebabkan seseorang depresi dan mudah marah.

Apabila tidak segera mendapat penanganan, kecemasan berlebih bisa menghambat karier, pendidikan dan kehidupan sosial seseorang.

Cara Mengatasi Kecemasan

Cara Mengatasi Kecemasan

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi ini bertujuan mengelola pikiran agar tidak berujung menjadi pikiran negatif. Kamu akan belajar mengenali pemicu dan menghadapinya secara langsung. Harapannya agar timbul rasa percaya diri ketika menghadapi kondisi tersebut di kemudian hari.

2. Konsumsi Obat 

Terdapat beberapa jenis obat yang membantu meringankan gangguan kecemasan. Di antaranya obat anti-depresan, obat sedatif, dan anti-prestin. Penggunaan masing-masing obat harus berdasarkan resep dokter, karena beberapa obat menyebabkan ketergantungan. 

3. Berolahraga 

Olahraga membantu produksi hormon serotonin dan dopamin. Keduanya membuat seseorang bahagia dan lupa akan hal-hal yang menyebabkan stres. Oleh karenanya, cobalah lakukan olahraga yang paling kamu suka secara rutin.

4. Meditasi

Meditasi selama 20 menit membantu memberikan pembatas antara kamu dengan rasa cemas. Meditasi membuat tubuh rileks dan menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan stres, panik, atau cemas.

5. Hindari Minuman Beralkohol

Terlalu banyak konsumsi alkohol bisa menyebabkan kecanduan. Kalau sedang tidak mengonsumsinya, efeknya bisa sakau atau gejala ketika seseorang mencoba lepas dari narkoba. Ini turut menyebabkan gangguan kecemasan.

6. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan energi. Kurang tidur akan meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yaitu hormon pemicu stres yang meningkatkan risiko cemas.

Cara Mencegah Rasa Cemas Berlebih

Cara Mencegah Rasa Cemas Berlebih
  1. Kenali Pemicu: Catat hal-hal yang menyebabkan cemas di jurnal untuk mengetahui pemicunya, dengan begitu kamu bisa menghindari atau mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
  2. Berbicara dengan Profesional: Temui terapis yang bisa tempat konsultasi gangguan kecemasan agar segera mendapat penanganan terbaik.
  3. Terbuka dengan Orang Terdekat: Cobalah cerita dengan keluarga, teman, atau pasangan untuk meringankan rasa cemas tersebut.
  4. Ikut Komunitas: Kamu bisa ikut ke komunitas dengan kondisi yang sama untuk saling berbagi pengalaman karena sudah saling mengerti.
  5. Lakukan Hobi di Waktu Luang: Melakukan hobi yang positif akan memberikan rasa senang sehingga lupa akan rasa cemas.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera datang ke dokter apabila gangguan kecemasan mengganggu kehidupan sehari-hari. Misalnya menyebabkan takut keluar rumah, takut mendatangi interview kerja, atau takut melakukan aktivitas sehari-hari.

Apalagi jika sudah muncul pikiran negatif untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. Kamu juga harus segera ke dokter saat kecemasan menyebabkan masalah kesehatan fisik, seperti nyeri otot.

Mitos tentang Kecemasan

Mitos: Kecemasan hanya terjadi pada orang yang lemah

Faktanya kecemasan adalah reaksi alami tubuh yang bisa dialami siapa saja. Bukan berarti orang yang memiliki kecemasan adalah orang yang lemah.

Mitos: Kecemasan akan hilang sendiri

Faktanya kecemasan harus dikelola supaya gejalanya berkurang. Kecemasan sulit hilang sendiri kalau kamu sendiri tidak tau pemicunya.

Mitos: Kecemasan hanya rasa gugup biasa

Faktanya kecemasan cenderung mengganggu aktivitas dan mengubah pikiran ke arah negatif, seperti menyakiti diri sendiri.

Segera Tangani Kecemasan Sebelum Terlambat

Masih ada harapan bagi kamu dengan kecemasan berlebih supaya dapat beraktivitas normal lagi. Kenali gejalanya dari awal dan segera hubungi dukungan profesional untuk mendapat penanganan yang tepat.

Biasanya berupa terapi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup. Dengan penanganan yang tepat, kamu dapat hidup lebih baik menghadapi kehidupan. Jangan biarkan gangguan kecemasan menyita kebahagiaanmu! 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan antara kecemasan dan stres?

Stres dan cemas hanya beda tipis. Stres sifatnya sementara sebagai respons ketika seseorang tertekan karena pemicu spesifik. Sedangkan cemas cenderung datang terus-menerus tanpa pemicu yang jelas dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bagaimana cara mengatasi serangan panik?

Mulailah dengan mengatur pernapasan, hindari hal-hal pemicu, serta mencari dukungan dari teman atau anggota keluarga.

Apakah obat anti-ansietas menyebabkan ketergantungan?

Ya, beberapa. Misalnya benzodiazepin yang berpotensi menyebabkan ketergantungan apabila penggunaannya tidak sesuai anjuran doktr. Tetapi ada juga antidepresan dengan efek yang sama namun risiko ketergantungannya rendah.

Bisakah kecemasan sembuh total?

Gangguan kecemasan timbul karena suatu pemicu bisa ditangani dengan mengelolanya supaya tidak mudah terjadi. Caranya melalui terapi kognitif-perilaku (CBT) atau mengonsumsi obat anti-ansietas sesuai anjuran dokter.

Bagaimana cara membantu orang yang mengalami kecemasan?

Kamu bisa memberikannya dukungan emosional, seperti mendengarkan mereka bercerita tanpa menghakimi. Lalu bantu dirinya untuk menenangkan diri dengan mengatur napas. Bila kecemasan sudah berlebihan, ajak orang tersebut untuk menemui bantuan profesional.

You might also like...