Merasa tubuh mudah lelah padahal aktivitasnya minim? Awas gejala gula darah tinggi. Kondisi ini disebut juga dengan hiperglikemia. Disebabkan oleh gangguan hormon insulin, yaitu hormon penting yang fungsinya menyerap gula darah ke dalam sel-sel tubuh.
Ketika insulin tidak bekerja dengan baik, gula darah akan menumpuk dan melonjak tinggi. Nah, bagaimana cara mengendalikannya biar gula darah stabil? Temukan penjelasannya di bawah ini!
Mengenal Gula Darah Tinggi
Gula darah tinggi adalah kondisi ketika kadar glukosa dalam tubuh melebihi batas normal. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh kurang maksimal dalam menyerap gula darah akibat resistensi insulin.
Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas dan berfungsi untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh agar bisa digunakan sebagai energi.
Baca Juga: Mengenal Jenis Gula pada Kemasan Makanan, dari Sukrosa hingga Glukosa
Namun, jika jumlah insulin tidak mencukupi atau sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik, glukosa akan menumpuk dalam darah sampai menyebabkan peningkatan gula darah tinggi.
Melansir sebuah studi pada 2010, gula darah tinggi dapat menghambat produksi nitric oxide, yaitu molekul yang berperan dalam relaksasi dan pelebaran pembuluh darah. Penurunan molekul ini menyebabkan lapisan dalam pembuluh darah tegang dan berujung meningkatkan risiko hipertensi.
Berapa Kadar Gula Darah Normal?
Batas normal gula darah tiap kelompok usia berbeda-beda. Biasanya tes gula darah dilakukan dua kali, yaitu sebelum makan dan dua jam setelah makan. Menurut Halodoc, berikut adalah kadar gula darah normal dari masing-masing kelompok usia:
Sebelum Makan
- Anak-anak usia <6 tahun: 100–180 mg/dL
- Anak-anak usia 6–12 tahun: 90–180 mg/dL
- Remaja usia 13–19 tahun: 90–130 mg/dL
- Dewasa usia >20 tahun: 70–130 mg/dL
- Lansia usia >50 tahun: 70–130 mg/dL
Setelah Makan
- Anak-anak usia <6 tahun: 80 – 180 mg/dL
- Anak-anak usia 6-12 tahun: 80 – 180 mg/dL
- Remaja usia 13-19 tahun: 70 – 150 mg/dL
- Dewasa usia >20 tahun: 70 – 100 mg/dL
- Lansia usia >50 tahun: 140 mg/dL
Setelah Makan (1–2 jam setelah makan):
- Anak-anak usia <6 tahun: <200 mg/dL
- Anak-anak usia 6–12 tahun: <180 mg/dL
- Remaja usia 13–19 tahun: <180 mg/dL
- Dewasa usia >20 tahun: <180 mg/dL
- Lansia usia >50 tahun: <180 mg/dL
Gejala Gula Darah Tinggi
Melansir Alodokter, gula darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala apapun. Namun jika dibiarkan terlalu lama tanpa pengobatan, kondisi ini mungkin memicu gangguan fungsi organ tubuh.
Gula tinggi membuat ginjal bekerja keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Inilah yang menyebabkan dehidrasi, memicu rasa haus berlebihan dan mulut kering. Kamu juga mungkin mudah mengantuk akibat tubuh kurang mampu menyerap glukosa sebagai sumber energi.
Gejala lain yang mungkin dialami penderita gula darah tinggi adalah penurunan berat badan, meski porsi makan masih seperti biasa. Hal ini karena sel tubuh tidak dapat menyerap glukosa dengan baik akibat kekurangan insulin.
Akibatnya penderitanya kekurangan energi untuk beraktivitas dan tubuh pun mulai membakar lemak dan otot untuk energi alternatif yang menyebabkan penurunan berat badan.
Penyebab Gula Darah Tinggi
Terdapat 3 (tiga) masalah utama yang menyebabkan gula darah menumpuk dalam darah. Melansir dari beberapa artikel medis, umumnya kondisi ini muncul karena masalah-masalah berikut:
- Resistensi Insulin
Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik. Padahal insulin berfungsi membantu glukosa masuk ke dalam sel sebagai sumber energi. Ketika resistensi insulin terjadi, glukosa tetap berada di aliran darah dan menyebabkan kadar gula darah tinggi.
- Konsumsi Pemanis Buatan Berlebihan
Beberapa pemanis non-kalori, seperti mannitol, sorbitol, dan xylitol, dapat mengganggu keseimbangan gula darah dalam tubuh. Ini sangat mungkin terjadi jika mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan secara berlebihan.
Dampaknya tubuh terbebani untuk menyerap lonjakan gula yang masuk ke dalam darah, sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan gula darah.
- Gangguan pada Pankreas
Pankreas adalah organ yang memproduksi insulin. Jika pankreas terganggu, produksi insulin dapat berkurang. Kesehatan pankreas bisa terganggu akibat kondisi medis lain, seperti penyakit autoimun yang mana sistem imun menyerang sel pankreas.
Bisa juga karena pankreatitis kronis atau peradangan pada pankreas yang tak segera ditangani. Kanker pankreas yang timbul karena munculnya tumor dalam jaringan pankreas juga bisa mengganggu fungsi pankreas dalam memproduksi insulin.
Cara Mengelola Gula Darah Tinggi
Kadar gula darah tinggi? Jangan khawatir, gula darah dapat diturunkan dengan mengikuti beberapa cara berikut ini:
- Olahraga Teratur
Olahraga secara teratur mendorong tubuh untuk menyerap glukosa yang ada di pembuluh darah sebagai sumber energi. Hal ini membantu menurunkan kadar gula darah secara langsung.
Kamu bisa berolahraga santai, seperti jalan kaki, bersepeda, atau jogging. Bisa juga kamu mencoba latihan kekuatan, seperti angkat beban.
- Minum Air Putih yang Cukup
Konsumsi air putih yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan gula dari darah melalui urine. Selain itu, air putih membantu jaga tubuh agar tetap terhidrasi. Minumlah minimal 8 gelas air putih sehari, atau sesuaikan dengan kebutuhan tubuh kamu.
- Tidak Melewatkan Sarapan
Mengonsumsi sarapan di pagi hari dapat membantu menstabilkan kadar gula darah sepanjang hari. Pasalnya ketika tubuh baru bangun tidur, kadar gula darah tubuh sangat rendah.
Untuk mencegahnya, kamu perlu mengonsumsi sarapan sehat, seperti oatmeal dengan buah rendah gula (stroberi, melon, atau jeruk), yogurt tanpa gula, dan roti gandum.
Ketika melewatkan sarapan, tubuh cenderung mengeluarkan lebih banyak hormon stres seperti kortisol yang justru memaksa tubuh untuk meningkatkan kadar gula darah.
Jaga Kestabilan Gula Darah dengan Perbanyak Serat
Selain cara di atas, mengonsumsi serat yang cukup juga penting untuk menjaga kestabilan gula darah. Serat akan memperlambat proses pencernaan, dan ini membuat pelepasan gula darah ke peredaran darah lebih alami. Dengan begitu tidak terjadi lonjakan gula darah tiba-tiba. Serat juga menimbulkan rasa kenyang lebih lama, sehingga bagus untuk kontrol nafsu makan dan jaga berat badan tetap ideal.
Beberapa sumber serat terbaik, antara lain bayam, beri, apel, brokoli, oats, quinoa, almond, kacang merah. Kamu juga bisa mencoba Hotto Mame yang mengandung 6 gram serat per sajian. Minuman ini cocok dijadikan pendamping sarapan untuk membantu pelepasan gula darah secara alami dan menjaga kestabilan darah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa makanan yang dapat membantu menurunkan gula darah?
Beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan gula darah, antara lain sayuran hijau (bayam dan brokoli), buah-buahan rendah gula (stroberi, melon, dan jeruk), dan makanan kaya serat (oats, quinoa, dan kacang-kacangan).
Bagaimana cara memantau kadar gula darah?
Untuk memantau kadar gula darah bisa menggunakan alat pengukur gula darah (glukometer). Alat ini bekerja dengan mengukur kadar glukosa dari sampel darah yang diambil melalui tusukan di ujung jari.
Apakah gula darah tinggi bisa diobati dengan obat?
Ya, gula darah tinggi dapat dikelola dengan obat. Dokter mungkin meresepkan insulin untuk meningkatkan kadar insulin dalam tubuh darah. Tetapi harus diiringi dengan pola hidup sehat seperti aktif berolahraga dan membatasi konsumsi makanan tinggi gula.


