Tahukah kamu jika GERD tidak segera ditangani dengan baik, bisa berkembang menjadi kanker lambung? Permasalahannya, banyak orang yang tidak menyadari proses komplikasi ini. Beberapa gejala awal kanker lambung sangat mirip dengan GERD, seperti perut perih, nyeri ulu hati, dan dada yang terasa terbakar setelah makan. Inilah alasannya, kenapa kita harus lebih waspada terhadap keluhan lambung yang dirasakan dan segera mengubah pola hidup sehat, terutama kalau keluhan sudah terjadi secara berulang.
Kanker lambung termasuk salah satu jenis kanker yang sulit dideteksi, biasanya baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali gejala, penyebab, dan langkah pencegahan untuk menghindari komplikasi yang lebih berbahaya.
Apa Itu Kanker Lambung?
Kanker lambung adalah kondisi sel-sel pada lapisan lambung yang berkembang menjadi abnormal secara tidak terkendali. Kanker ini dapat terjadi karena beberapa faktor, mulai dari genetik, gaya hidup buruk, riwayat keluarga, hingga komplikasi dari GERD.
Jenis yang paling umum adalah adenokarsinoma, yaitu kanker yang berkembang dari lapisan mukosa lambung. Kanker lambung dikenal sebagai “silent killer” karena berkembang perlahan dan sulit dikenali gejalanya pada stadium awal.
Gejala Kanker Lambung
Gejala kanker lambung pada stadium awal cenderung sulit dideteksi karena mirip dengan gangguan lambung biasa. Berikut beberapa diantaranya:
- Perut cepat kenyang walaupun makan sedikit
- Sensasi terbakar di dada atau ulu hati (heartburn)
- Perut terasa perih
- Mual dan muntah
- Sering bersendawa
- Asam lambung naik setelah makan
Karena gejalanya mirip dengan GERD, banyak orang yang mengabaikannya. Berbeda dengan kanker yang sudah memasuki stadium lanjut, gejala yang ditimbulkan pun semakin jelas, seperti:
Baca Juga: GERD dan Kanker Lambung: Kenali Risiko dan Pencegahannya
- Kehilangan nafsu makan
- Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
- Sering merasa lelah
- Feses berwarna hitam
- Muntah darah
- Pembengkakan di perut
- Kurang darah atau anemia
Kalau kamu mengalami gejala ini, segera konsultasikan kepada dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mengetahui pengobatan apa yang terbaik untuk tubuhmu.
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Lambung
Kanker lambung tentu tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa penyebab dan faktor risiko yang bisa memicunya. Berikut beberapa penyakit yang dapat berkembang menjadi kanker lambung:
- Infeksi Helicobacter pylori
Bakteri ini bisa mengiritasi lambung dan menyebabkan luka kronis. Jika tidak segera diobati, dapat berpotensi berkembang menjadi kanker.
- Gastritis Kronis
Gastritis bisa berkembang dari infeksi H. pylori atau efek samping dari obat-obatan dan alkohol. Kondisi ini ditandai dengan peradangan kronis pada lapisan lambung yang perlahan-lahan berkembang dan sulit disembuhkan.
- Polip Lambung
Polip adalah pertumbuhan jaringan abnormal pada lapisan lambung, biasanya tidak berbahaya namun bisa berkembang menjadi kanker.
- Riwayat Keluarga
Faktor genetik juga mempengaruhi, terutama jika ada keluarga dengan riwayat kanker lambung. Jadi, harus berhati-hari dan peka terhadap keluhan yang dialami.
Faktor Risiko Kanker Lambung
Selain penyebab di atas, kanker lambung juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor gaya hidup yang meningkatkan risiko, antara lain:
- Pola makan buruk
Sering konsumsi makanan berlemak, daging olahan, gula dan garam tinggi secara terus menerus dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
- Merokok dan Alkohol
Kebiasaan merokok dan minum alkohol dapat meningkatkan produksi asam lambung, jika dilakukan dalam jangka lama akan merusak sel lambung dan mempercepat perkembangan kanker.
- Jarang Berolahraga
Kurang berolahraga dapat memicu penumpukan lemak dalam darah, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker lambung.
- Asupan Serat Rendah
Serat dapat membantu mengeluarkan racun dari saluran pencernaan. Jika tubuh kekurangan serat, racun akan menumpuk dan meningkatkan risiko pertumbuhan sel kanker pada lambung.
Bagaimana Cara Diagnosis Kanker Lambung?
Jika kamu mengalami gejala yang mengarah pada gangguan lambung, maka segera lakukan pemeriksaan. Biasanya dokter akan mendiagnosis seseorang terkena kanker lambung melalui tahapan pemeriksaan berikut ini:
- Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan awal ini, dokter akan melihat apakah ada pembengkakan pada perut dan apakah perut nyeri saat ditekan. Bahkan, dokter juga dapat melihat dubur untuk mendeteksi apakah ada feses berdarah.
- Gastroskopi dan biopsi
Gastroskopi adalah endoskopi untuk saluran pencernaan bagian atas, dengan memasukkan teropong kecil ke kerongkongan, lambung, dan lainnya. Alat ini untuk melihat kondisi lambung, sekaligus mengambil sampel jaringan (biopsi).
- Tes darah
Tes darah juga dapat dilakukan untuk mengetahui apakah adanya infeksi bakteri H. pylori, serta mengidentifikasi apakah ada anemia akibat pendarahan.
- CT scan/ PET scan
CT scan, PET scan merupakan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kanker.
Pengobatan Kanker Lambung
Penanganan kanker lambung tergantung pada stadium kanker, jenis kanker, dan kondisi pasien. Berikut beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan, antara lain:
- Operasi/ Gastrektomi
Dokter akan mengangkat sebagian atau seluruh lambung yang sudah terkena kanker. Operasi dilakukan untuk mencegah kanker menyebar lebih luas. Biasanya dilakukan saat kanker masih stadium awal sampai menengah.
- Kemoterapi
Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan keras untuk membunuh sel kanker, dapat berupa infus, tablet, atau kombinasi keduanya. Kemoterapi dapat menimbulkan efek samping, seperti rambut rontok, muntah, berat badan menurun.
- Radioterapi
Radioterapi adalah metode membunuh sel-sel kanker menggunakan sinar radiasi. Dapat dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran kanker, atau sesudah untuk membunuh sisa sel kanker.
- Terapi Target
Terapi ini langsung menargetkan molekul khusus pada sel kanker menggunakan obat-obatan, untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Efek sampingnya cenderung lebih sedikit karena hanya menyerang sel kanker saja.
- Imunoterapi
Metode ini memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Terdengar mudah, namun pelaksanaannya jauh lebih kompleks dan membutuhkan pengawasan dokter.
- Perawatan Paliatif
Perawatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan cara meredakan gejala yang ditimbulkan. Dapat berupa, terapi fisik, konseling gizi, dukungan psikologis, dan sebagainya.
Pencegahan Kanker Lambung
Lakukan hal-hal di bawah ini untuk mencegah terkena kanker lambung, terutama jika kamu memiliki riwayat masalah lambung seperti GERD. Berikut beberapa diantaranya:
- Pastikan Asupan Serat Terpenuhi
Pastikan asupan serat harian terpenuhi, sekitar 25 – 30 gram. Serat dapat melindungi dinding lambung dari iritasi dan menyerap kelebihan asam lambung. Kamu bisa konsumsi buah, sayur, atau minuman tinggi serat, seperti Hotto Purto. Dalam satu sachet, kamu bisa memenuhi 22% kebutuhan serat harian.
- Hindari Makanan Olahan
Hindari makanan olahan yang tinggi garam, pengawet, dan berbahan kimia karena dapat merusak sel dalam tubuh. Jangan khawatir, Hotto Purto dibuat tanpa pengawet, tanpa gula tambahan, dan 100% bahan-bahan alami.
- Berhenti Merokok dan Minum Alkohol
Rokok dan alkohol dapat meningkatkan produksi asam lambung dan merusak lapisan lambung. Jika dibiarkan terus menerus, sel dalam lambung dapat berkembang menjadi sel kanker.
- Rutin Berolahraga
Biasakan olahraga 30 menit sehari untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga berat badan ideal, dan melancarkan sistem pencernaan. Semuanya berperan penting untuk menurunkan risiko terkena kanker lambung.
Baca Juga: Rahasia Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Manajemen Stres
Kesimpulan
Kanker lambung dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari gaya hidup tidak sehat, hingga komplikasi dari penyakit lambung. Jangan anggap sepele jika kamu sering mengalami gejala, seperti perut perih, nyeri ulu hati, dan mual. Segera konsultasikan ke dokter dan perbaiki pola hidupmu jadi lebih sehat! Mulai dari langkah kecil saja: jaga pola makan. Semakin cepat kamu melakukan perubahan–semakin kecil pula risiko kamu terkena kanker lambung.

