Mengenali Gejala Awal Rheumatoid Arthritis: Jangan Abaikan Tanda-Tanda Ini!

Mengenali Gejala Awal Rheumatoid Arthritis Jangan Abaikan Tanda-Tanda Ini!

Bangun pagi tiba-tiba sendi kaku dan nyeri? Waspada rheumatoid arthritis! Kondisi ini bukan hanya sekadar masalah sendi biasa. Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang lapisan sendi dan menyebabkan peradangan yang menimbulkan rasa sakit. 

Jika dibiarkan, rheumatoid arthritis bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti menjadi kesulitan memegang gelas atau mengetik.

Namun, bagaimana gejala rheumatoid arthritis muncul? Apa yang membedakannya dari nyeri sendi biasa? Mari kita kupas lebih dalam melalui artikel sebagai berikut!

Bagaimana Seseorang Terkena Rheumatoid arthritis?

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Penyebab rheumatoid arthritis sebetulnya belum dipahami secara penuh. Namun berdasarkan beberapa penelitian, ada beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Dalam jurnal yang dipublikasikan pada 2020, genetik menjadi penyebab utama seseorang terkena rheumatoid arthritis. Apabila ada keluarga yang memiliki riwayat rheumatoid arthritis, maka keturunannya juga berisiko menderita kondisi tersebut. 

Selain itu, wanita juga cenderung berisiko terkena rheumatoid arthritis dibandingkan pria dengan rasio 3:1. 

Hal ini karena wanita memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi dalam tubuh. Hormon tersebut bisa memengaruhi sel-sel imunitas tubuh yang membuatnya menyerang jaringan tubuh sendiri.

Gejala Rheumatoid Arthritis

Gejala Rheumatoid Arthritis

Reaksi autoimun menyebabkan peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

Nyeri Sendi yang Tak Kunjung Hilang

Nyeri pada sendi, terutama pada jari tangan, pergelangan tangan, dan kaki, adalah gejala utama penyakit ini. Melansir Siloam Hospitals, hal ini terjadi karena lapisan sendi (sinovium) mengalami peradangan. 

Peradangan sendi bisa memicu pembengkakan yang terasa nyeri saat sendi dipakai bergerak. 

Rasa nyeri ini tak kunjung hilang dan terjadi secara simetris. Maksudnya jika satu sendi pada satu sisi tubuh sakit, maka sendi pada sisi lainnya juga akan sakit. 

Nyeri Sendi yang Tak Kunjung Hilang

Sendi Kaku Setiap Pagi

Gejala RA berikutnya yaitu sendi terasa kaku setiap bangun tidur. Kekakuan ini biasanya berlangsung lebih dari satu jam dan disertai dengan kesulitan untuk menggerakkan sendi. Ini yang membedakan RA dari jenis nyeri sendiri biasa.

Rasa kaku ini timbul akibat penumpukan cairan pada sekitar sendi, sehingga membatasi pergerakan sendi itu sendiri. Selama tidur, semakin banyak cairan yang menumpuk. Itu alasan mengapa setiap pagi sendi terasa sulit digerakkan.

Demam Ringan

Berdasarkan sebuah jurnal penelitian, radang sendi biasanya diiringi dengan demam ringan. Meskipun tidak selalu semua orang merasakan gejala ini, namun demam ringan timbul sebagai reaksi tubuh terhadap peradangan yang sedang terjadi.

Saat sendi meradang, tubuh akan melepaskan sitokin, yaitu senyawa yang memengaruhi hipotalamus. Akibatnya hipotalamus merespon dengan mengatur suhu tubuh menjadi lebih tinggi.

Ruam Kulit

Beberapa penderita RA mungkin mengalami gejala ruam kulit. Munculnya ruam kulit disebabkan karena respons tubuh terhadap peradangan. 

Sebetulnya ruam kulit yang identik dengan RA cenderung berupa benjolan keras di bawah kulit. Biasanya benjolan tersebut terdapat pada area jari, tangan, atau siku. 

Ada juga ruam kulit yang disebabkan karena bocornya darah ke jaringan kulit akibat pembuluh darah yang meradang. Sehingga kulit terlihat seperti memiliki bintik-bintik merah atau ungu.

Komplikasi Rheumatoid Arthritis

Apabila kamu mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter sebelum kondisinya semakin parah. RA yang tidak segera diobati bisa memicu komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Menurut jurnal yang berjudul Rheumatoid arthritis, disebutkan bahwa RA bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada organ tubuh lain, misalnya peradangan pembuluh darah. Ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung karena kondisi vaskulitis.

Vaskulitis adalah kondisi ketika dinding pembuluh darah meradang dan menjadi lebih sempit. Akibatnya jantung harus memompa darah lebih ekstra supaya aliran darah tetap tersalurkan. Namun vaskulitis adalah komplikasi serius dari RA yang sudah parah.

Pencegahan Rheumatoid Arthritis

Menurut sebuah artikel dari Health.com, belum ada cara pasti untuk mencegah rheumatoid arthritis. Namun kamu bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini. Dengan begitu memungkinkan pengobatan lebih awal guna mengurangi risiko dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Meski bukan penyakit yang bisa sembuh total, gejala RA masih bisa dikelola dengan beberapa pengobatan, di antaranya:

Konsumsi Obat-obatan

Dokter mungkin merekomendasikan obat rheumatoid arthritis untuk mengurangi inflamasi pada sendi. Misalnya obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). 

Obat tersebut bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, yaitu zat yang memicu inflamasi sebagai respons terhadap peradangan. Dengan menghambat prostaglandin, ini membantu mengurangi rasa sakit yang timbul dari pembengkakan tersebut.

Terapi Panas dan Dingin

Terapi panas dan dingin merupakan jenis fisioterapi untuk rheumatoid arthritis. Terapi ini diberikan untuk membantu mengelola nyeri akibat penyakit sendi. 

Terapi panas dilakukan dengan kompres panas atau atau bantal pemanas pada area yang terdampak. Tujuan terapi panas guna meningkatkan aliran darah ke area sendi yang meradang agar lebih fleksibel dan mengurangi kekakuan. 

Sebaliknya terapi dingin dilakukan dengan kompres kantong es. Tujuannya guna menghambat aliran darah ke area yang meradang, sehingga sendi terasa mati rasa dan bisa mengurangi rasa nyeri yang timbul dari pembengkakan.

Operasi

Operasi untuk peradangan sendi ini biasanya dilakukan ketika pengobatan lain, seperti obat-obatan dan terapi, tidak efektif dalam mengelola gejala RA.  

Prosedur paling umum yaitu dengan mengganti sendi secara total (total joint replacement). Prosedur ini akan mengganti sendi yang rusak dengan prostesis buatan untuk memperbaiki fungsi sendi dan mengurangi rasa sakit.

Dokter mungkin merekomendasikan operasi kalau penderitanya mengalami kerusakan sendi yang parah hingga mempengaruhi kualitas hidup. MIsalnya menyebabkan kesulitan bergerak atau kecacatan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila kamu mengalami gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan yang menyebabkan kesulitan bergerak, segera konsultasikan dengan dokter. Hal ini perlu diwaspadai karena gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda awal dari RA.

Penyakit autoimun ini bisa merusak sendi secara permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, segera dapatkan perawatan medis yang tepat biar gejalanya tidak memengaruhi kualitas hidup.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah rheumatoid arthritis bisa disembuhkan?

Sayangnya RA belum ada obatnya. Namun kondisi ini bisa dikelola dengan pengobatan yang tepat guna mengurangi rasa nyeri dan kerusakan sendi lebih lanjut. Untuk menemukan pengobatan yang tepat, sebaiknya serahkan ke dokter terpercaya.

Apakah rheumatoid arthritis (RA) bisa menyebabkan kerusakan permanen?

Ya, ini bisa terjadi jika RA tidak segera diobati. RA bisa memicu kerusakan sendi permanen yang berujung pada kesulitan untuk bergerak. Oleh karena itu, jangan anggap sepele jika kamu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di awal.

Apakah diet dapat mempengaruhi rheumatoid arthritis?

Tidak ada diet khusus yang bisa menyembuhkan RA. Namun penderita menyebutkan bahwa diet yang kaya akan asam lemak omega-3 (contohnya salmon dan tuna) membantu mengurangi peradangan sendiri. Tetapi secara keseluruhan tidak ada penelitian yang menyebutkan ada diet untuk rheumatoid arthritis.

You might also like...