Dilema penderita GERD saat puasa, ingin turut menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, tapi takut gejala GERD semakin parah. Pola makan berubah, perut dibiarkan kosong terlalu lama, kalap makan saat berbuka–semua itu dapat memicu asam lambung naik.
Tapi, bukan berarti penderita GERD tidak bisa puasa. Justru kalau pola makan diperbaiki, puasa dapat menjadi momen ‘memulihkan’ kondisi lambung. Tentu perlu strategi yang tepat agar kondisi lambung tidak semakin parah, seperti konsumsi makanan tinggi serat, menjaga pola tidur, dan semua hal untuk membantu tubuh beradaptasi puasa tanpa memperburuk GERD.
Daripada berpikir, “puasa pasti bikin GERD kambuh” mending mulai memikirkan “bagaimana cara puasa nyaman tanpa GERD?” Buat kamu yang ingin tau, simak selengkapnya di artikel ini.
Apa yang Dimaksud GERD?
Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD adalah penyakit pada sistem pencernaan ketika asam lambung naik ke kerongkongan sampai menimbulkan sensasi panas dalam dada (heartburn).
Baca Juga: GERD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Berbeda dengan maag, kondisi GERD lebih serius karena diikuti dengan melemahnya otot esofagus bagian bawah (LES) yang berfungsi sebagai katup antara esofagus dan lambung. Jika LES melemah, maka asam lambung akan mudah naik ke kerongkongan.
Hubungan GERD dengan Puasa
Saat berpuasa, lambung tetap memproduksi cairan asam untuk mencerna makanan. Tapi, karena lebih dari 13 jam tidak ada makanan yang masuk, maka cairan asam terus menumpuk sampai akhirnya berisiko mengiritasi lambung.
Bagi penderita GERD tidak berhenti di sana saja, karena otot esofagusnya sudah melemah, asam lambung akan naik sampai ke kerongkongan. Alhasil, dada terasa panas atau dikenal sebagai heartburn.
Makanya, pilih makanan yang lama dicerna oleh lambung seperti makanan tinggi serat larut dan karbohidrat kompleks. Supaya pergerakan makanan dari lambung ke usus lebih lambat, asam lambung pun ngga mudah naik.
Penyebab GERD Memburuk Saat Puasa
Bukan hanya karena perut kosong saja, ada banyak alasan lain yang menyebabkan GERD memburuk saat puasa, antara lain:
- Salah Pilih Makanan
Berbuka dengan gorengan memang enak, tapi tidak untuk penderita GERD! Perut kosong langsung dipertemukan dengan gorengan dan cabai rawit, pasti bikin asam lambung naik. Makanan berminyak dapat merangsang produksi asam lambung dan melemahkan otot esofagus.
Buat berbuka lebih baik hindari makanan berminyak, pedas, asam, dan berkafein, semua yang dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk gejala GERD.
- Langsung Tidur Setelah Makan
Siapa nih yang abis sahur langsung tidur? Kebiasaan ini bisa memicu asam lambung naik. Makanan belum selesai dicerna, tapi tubuh sudah dalam posisi tiduran. Alhasil, asam lambung naik sampai kerongkongan. Sebaiknya tunggu 3-4 jam terlebih dahulu sebelum tidur.
- Kurang Tidur
Tak bisa dipungkiri, bangun sahur akan merubah jadwal tidur selama puasa. Makanya, penting sekali tidur lebih awal untuk memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan pencernaan dan berisiko menimbulkan masalah pencernaan lainnya.
- Makan dalam Porsi Besar
Hati-hati, jangan langsung kalap saat buka puasa! Banyak makanan yang masuk sekaligus akan memberikan tekanan pada lambung, sampai akhirnya mendorong asam lambung naik dan memperburuk gejala GERD.
Tips Mengelola GERD Saat Puasa
Bukan berarti penderita GERD tidak dapat puasa, selama menjalankan pola hidup sehat, gejala GERD akan berkurang. Ikuti tips di bawah ini agar aman berpuasa, antara lain:
- Pilih Makanan yang Ramah di Lambung
Pastikan konsumsi makanan tinggi serat larut, protein, dan karbohidrat kompleks untuk sahur dan berbuka puasa. Ketiganya ramah di lambung dan dicerna lebih lambat, sehingga memberikan efek kenyang lebih lama. Hindari makanan yang picu asam lambung naik, seperti makanan pedas, berminyak, dan asam terutama saat perut kosong.
- Atur Porsi Makan
Makanlah dalam porsi kecil tapi sering, jadi tidak langsung masuk banyak makanan yang bisa bikin asam lambung naik. Lebih baik berbuka dengan sesuatu yang ringan dan bernutrisi, seperti kurma dan Hotto Purto. Minuman multigrain dan ubi ungu yang berserat tinggi dan nyaman dikonsumsi saat perut kosong. Cocok jadi takjil saat buat puasa!
- Minum Air Putih yang Cukup
Usahakan minum air putih minimal 8 gelas per hari dengan pola 2-4-2, yaitu:
- 2 gelas saat berbuka puasa
- 4 gelas setelah shalat tarawih
- 2 gelas saat sahur
Hindari minuman manis, kafein, dan soda yang dapat membuat tubuh haus.
- Jangan Begadang
Untuk beberapa orang mungkin sulit dilakukan, tapi usahakan tidur yang cukup sekitar 7-8 jam sehari. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mencegah asam lambung naik dan tunggu 3-4 jam setelah makan, baru boleh tidur malam.
- Kurangi Merokok dan Stres Berlebihan
GERD juga dapat dipicu oleh pikiran stres, biasa disebut sebagai GERD anxiety. Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang akan meningkatkan produksi asam lambung. Sedangkan, merokok dapat melemahkan otot esofagus sehingga memudahkan asam lambung naik sampai ke kerongkongan.
Kesimpulan
Puasa merupakan tantangan bagi penderita GERD, tapi dengan pola makan yang sehat dan gaya hidup yang tepat, gejala GERD dapat dikendalikan. Pilih menu sahur dan berbuka yang tinggi protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Contohnya, ubi ungu, kurma, dan Hotto Purto. Namun, jika gejala GERD sudah parah, lebih baik konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai berpuasa.
FAQ
Apakah GERD boleh berpuasa?
Sebelum memutuskan puasa, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Apakah kondisi saat ini masih mumpuni untuk menjalankan puasa atau tidak. Jika boleh, jalankan puasa dengan tips di atas untuk mencegah timbulnya gejala GERD.
Bagaimana cara mencegah gejala GERD saat puasa?
Dengan menjalani pola makan sehat dan mengurangi kebiasaan buruk, gejala GERD dapat dikendalikan. Misalnya, berbuka dengan yang ringan dan tinggi serat, seperti kurma dan Hotto Purto. Supaya seratnya bisa menyerap asam lambung berlebih yang diproduksi selama perut kosong.
Untuk lebih lengkapnya, jalani tips dalam artikel ini untuk mencegah terjadinya gejala GERD.
Apakah saya boleh minum obat GERD saat puasa?
Boleh, asalkan sesuai dengan anjuran dokter. Jenis obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi GERD, seperti antasida dan PPI, lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu. Apakah ada penyesuaian waktu dan dosis baru untuk dikonsumsi selama puasa.
Kapan sebaiknya saya membatalkan puasa jika gejala GERD saya memburuk?
Sebaiknya segera batalkan apabila mengalami sakit perut yang berlebihan, mual-mual, dada terasa panas, sampai muntah.

