Ginjal yang bermasalah akan menyebabkan masalah pada seluruh tubuh. Hal ini karena di dalam organ tersebut ada struktur glomerulus yang berfungsi menyaring dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Namun struktur glomerulus berpotensi mengalami peradangan menjadi penyakit IgA Nephropathy.
Penyakit ginjal ini timbul akibat akumulasi senyawa bernama immunoglobulin A (IgA) pada glomerulus. Dampaknya akumulasi senyawa tersebut mengganggu fungsi glomerulus. Tetapi bagaimana ini bisa terjadi? Kenali penyebab, pencegahan, dan pengobatannya!
Pengertian Penyakit IgA Nephropathy
Immunoglobulin A (IgA) adalah sejenis antibodi yang fungsinya melindungi tubuh dari zat asing seperti virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun pada penderita penyakit ini, zat IgA justru menumpuk dalam ginjal, khususnya pada glomerulus.
Ketika dibiarkan, kerusakan glomerulus bisa menyebabkan protein dan darah bocor ke urin, sehingga mempengaruhi efektivitas ginjal dalam menyaring darah.
Melansir sebuah artikel yang dipublikasikan pada 2024, 40% penderitanya mengalami komplikasi IgA Nephropathy berupa kerusakan ginjal stadium akhir setelah 20 tahun terdiagnosis.
Penyebab IgA Nephropathy
Sampai saat ini belum diketahui pasti apa penyebab di balik penumpukan IgA dalam ginjal. Namun melansir Healthline.com, IgA pada penderita penyakit ini tidak bekerja dengan baik. Seharusnya IgA hanya mengikat bakteri patogen dan virus, namun justru mengikat sesama IgA lain sehingga membentuk rantai molekul yang panjang.
Rantai molekul ini berakhir pada glomerulus dalam ginjal dan menimbulkan pengendapan, yang mana bisa menyebabkan peradangan pada organ ginjal itu sendiri. Tetapi belum ada penelitian yang membahas mengapa hal ini terjadi.
Dalam sebuah jurnal berjudul IgA Nephropathy (Berger Disease), penyebab penyakit ini kemungkinan karena faktor genetik yang turun-temurun dari keluarga. Tetapi ada beberapa kelompok yang lebih berisiko mengalami penyakit ini dibanding kelompok lain, seperti:
- Laki-laki
- Ras kulit putih dari Eropa
- Ras keturunan Asia Pasifik
Gejala IgA Nephropathy
Umumnya penyakit IgA Nephropathy tidak menimbulkan gejala sama sekali. Akan tetapi jika kasusnya sudah parah sehingga menyebabkan darah bocor ke urin, maka penderitanya akan mengalami gejala seperti:
- Urin berwarna coklat atau merah darah
- Terdapat bintik-bintik merah dalam urin (hematuria)
- Urin berbusa akibat protein yang bocor (proteinuria)
- Nyeri bagian punggung bawah akibat ginjal yang meradang
- Kaki dan tangan bengkak akibat penumpukan cairan karena ginjal tidak berfungsi dengan baik
Pengobatan IgA Nephropathy
Belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit kerusakan glomerulus. Namun terdapat sejumlah cara untuk mengendalikannya agar kerusakan pada struktur tersebut tidak bertambah parah. Melansir Healthline.com, berikut beberapa pengobatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter:
Obat Tekanan Darah Tinggi
Mengingat kerusakan pada glomerulus menyebabkan protein bocor dan urin berbusa, dokter mungkin memberikan obat penurun tekanan darah tinggi. Pasalnya tekanan darah tinggi bisa menyebabkan protein bocor.
Obat ini akan bekerja dengan menghambat tekanan darah supaya glomerulus tidak terbebani menyaring limbah dalam darah, sehingga turtu mengurangi risiko kebocoran protein ke urin.
Obat Imunosupresif
Obat imunosupresif adalah obat yang berfungsi menghambat sistem imun tubuh dalam memproduksi antibodi. Dokter biasa merekomendasikan obat ini karena IgA Nephropathy termasuk penyakit autoimun.
Dengan memberikan obat imunosupresif, ini membantu menghambat sistem imun dalam menyerang glomerulus ginjal.
Adapun obat imunosupresif yang diberikan seperti steroid. Namun konsumsi steroid harus berdasarkan resep dokter agar tidak menyebabkan efek samping berbahaya dalam jangka panjang.
Konsumsi Suplemen Minyak Ikan
Suplemen minyak ikan mengandung asam lemak omega-3, yaitu lemak yang dibutuhkan tubuh untuk meredakan peradangan pada organ dalam tubuh, termasuk ginjal. Asam lemak omega-3 sendiri sebetulnya berasal dari ikan laut seperti tuna, salmon, dan mackerel.
Biasanya suplemen minyak ikan tidak menimbulkan efek samping, namun lebih baik konsultasi dulu dengan dokter agar tidak menimbulkan kekhawatiran.
Pencegahan IgA Nephropathy
Melansir HonestDocs.id, saat ini peneliti belum menemukan pencegahan dari penyakit IgA Nephropathy. Namun para peneliti merekomendasikan orang-orang dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit gagal ginjal untuk sering melakukan cek kesehatan.
Selain itu, perhatikan pola makan guna mengurangi risiko terkena IgA Nephropathy. Mulai dari membatasi asupan makanan tinggi natrium (garam), seperti:
- Makanan kaleng
- Makanan cepat saji
- Asinan
- Saus tomat
- Saus cabai
- Keju
- Acar
- Makanan ringan kemasan yang gurih
Mengurangi asupan natrium bisa membantu menstabilkan tekanan darah. Pasalnya tekanan darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan ginjal semakin parah. Jika tekanan darah tinggi, ginjal harus bekerja ekstra untuk menyaring zat-zat yang terkandung dalam darah.
Akan tetapi belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa diet untuk IgA Nephropathy adalah pencegahan yang bagus untuk mengurangi risiko terkenanya penyakit ini.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika tubuh menunjukkan gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya, maka tak usah berpikir lama dan segera datangi dokter untuk mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat. Ada beberapa diagnosis IgA Nephropathy yang mungkin dokter berikan.
Umumnya kamu akan menjalani tes urin untuk mengetahui kadar protein dan dalam darah urin. Ada juga yang menjalani tes darah untuk mendeteksi kadar kolesterol, protein, dan lemah dalam darah. Kedua tes tersebut bertujuan guna memastikan kinerja ginjal dalam menyaring kotoran dari tubuh.
Pada kasus yang langka, dokter mungkin melakukan biopsi ginjal atau memotong bagian kecil ginjal untuk diteliti di bawah mikroskop. Tak perlu takut dengan serangkaian diagnosis yang dokter berikan. Justru mendatangi dokter sesegera mungkin akan mencegah kondisi IgA Nephropathy semakin parah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah IgA Nephropathy mengancam nyawa?
Bagi beberapa orang, penyakit glomerulonephritis bisa berbahaya dan mengancam nyawa, khususnya jika penyakit ini sudah di tahap yang parah sampai menyebabkan gagal ginjal kronis. Tetapi kerusakan ginjal ini bisa terjadi secara perlahan pada penderita lain.
Apa gejala umum dari IgA Nephropathy?
Penderita penyakit ini umumnya mengalami gejala seperti urin berwarna merah atau cokelat, urin berbusa, kaki dan tangan bengkak. Penyebabnya terjadi karena masalah pada struktur filter dalam ginjal, sehingga menyebabkan darah dan protein bocor ke urin.
Apakah pola makan bisa mempengaruhi IgA Nephropathy?
Belum ada penelitian yang menyebutkan pengaruh pola makan terhadap risiko terkena IgA Nephropathy. Peneliti hanya menyarankan untuk membatasi asupan protein dan natrium. Tujuannya agar tidak menambah beban ginjal dalam menyaring zat-zat tersebut.
