Isolat Whey Protein: Sumber Protein Berkualitas Tinggi

Isolat Whey Protein Sumber Protein Berkualitas Tinggi

Isolat whey protein adalah protein dari susu yang telah melalui proses ekstraksi untuk menghilangkan sebagian besar laktosa dan lemak. Otomatis menghasilkan protein yang lebih murni. Hal ini membuat kandungan proteinnya lebih tinggi dari konsentrat whey protein.

Tak heran banyak atlet yang mengonsumsinya guna membentuk otot, memperbaiki jaringan, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Biar kamu mendapatkan manfaat yang sama juga, mari kenali dan efek sampingnya!

Whey Protein Isolat vs Konsentrat

Ini adalah dua jenis whey protein yang biasa terdapat pada produk susu penambah otot. Keduanya sama-sama berasal dari susu sapi. Namun apa yang membedakan keduanya? Simak di bawah ini:

1. Teknik Pengolahan

Proses pengolahan whey concentrate cenderung singkat, karena hanya melalui ultrafiltrasi atau penyaringan whey dari kotoran dan zat yang berbahaya bagi tubuh. Sedangkan whey isolate melalui tiga tahapan berbeda, yaitu ultrafiltrasi, mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi lagi. Dengan begitu whey isolate menghasilkan protein yang paling murni dari jenis lainnya. 

Whey Protein Isolat vs Konsentrat

2. Kadar Protein

Whey concentrate mengandung protein sebanyak 80%, sedangkan whey isolate mengandung protein yang lebih tinggi sebanyak 90%. Perbedaan kadar protein ini bisa menjadi bahan pertimbangan kalau kamu sedang memilih produk whey protein. 

3. Keamanan untuk Intoleransi Laktosa

Selain tinggi protein, whey isolate juga rendah lemak dan laktosa akibat melalui tiga tahapan filtrasi tadi. Bahkan whey isolate hampir tidak mengandung laktosa sama sekali atau paling banyak sekitar 3%. Sedangkan whey protein bisa mengandung laktosa hingga 8%. Otomatis whey isolate lebih aman bagi penderita intoleransi laktosa.

Manfaat Kesehatan Isolat Whey Protein

1. Meningkatkan Massa Otot

Dalam journal of Applied Psychology, manfaat whey protein lebih baik daripada jenis protein lain. Pasalnya terdapat kandungan leusin, yaitu sejenis asam amino yang fungsinya mencegah otot kendur seiring usia. Zat ini juga membantu memperkuat kebugaran tubuh. 

Tetapi kamu juga harus memenuhi asupan protein minimum terlebih dulu supaya bisa mendapatkan manfaat ini.

2. Menurunkan Berat Badan

Meski membantu meningkatkan massa otot, isolat whey protein tidak menyebabkan berat badan naik. Pasalnya protein akan berubah menjadi otot, bukan lemak tubuh. Protein juga memberikan efek kenyang yang lama sehingga membantu mengendalikan nafsu makan.

3. Mengurangi Risiko Peradangan

Penyebab peradangan seringkali karena kerusakan sel dalam tubuh. Namun dengan konsumsi protein yang cukup, zat ini membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan yang rusak agar tidak berujung menjadi penyakit kronis.

4. Membantu Menurunkan LDL

Temuan dari Journal of Nutrition & Intermediary Metabolism menunjukkan bahwa konsumsi sekitar 65 gram whey protein setiap hari selama 12 minggu membantu menurunkan LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh. 

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat: Perbedaan HDL dan LDL

5. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Isolat whey protein membantu merangsang produksi glutathione, sejenis antioksidan yang hanya diproduksi oleh tubuh, bukan dari makanan. Jenis antioksidan ini membantu memerangi zat-zat berbahaya dari dalam tubuh. Dengan begitu imunitas tubuh bisa meningkat dan kebal dalam menghadapi serangan virus dan bakteri. 

Cara Kerja dalam Tubuh

Tubuh membutuhkan protein untuk memperbaiki jaringan yang rusak, mendorong pertumbuhan otot dan memproduksi hormon. Ahli gizi menyebutkan bahwa protein termasuk makronutrien, alias tubuh membutuhkan dalam jumlah banyak supaya kesehatan maksimal.

Dalam sehari disarankan mengonsumsi protein sebanyak 8% dari total berat badan. Sebagai contoh, orang dengan berat 50 kg setidaknya membutuhkan 40 gram protein setiap hari.

Angka tersebut hanya jumlah minimum. Kalau kamu ingin meningkatkan massa otot, maka asupan protein tersebut perlu lebih tinggi lagi.

Efek Samping

Terlalu banyak mengonsumsi sesuatu memang tidak bagus. Melansir Healthline, konsumsi protein yang berlebihan tidaklah bagus bagi kesehatan. Dampaknya bisa menyebabkan perut kembung, kram perut, mual, dan diare. 

Sedangkan bagi penderita intoleransi laktosa, pilihlah isolat whey protein ketimbang jenis konsentrat. Namun kalau kamu punya riwayat penyakit khusus, lebih baik konsultasi dulu dengan dokter untuk menghindari risiko tertentu.

Ide Makanan dan Minuman dengan Whey Protein

Dengan bentuknya yang bubuk dan tawar, kamu bisa menambahkah isolat whey protein ke berbagai makanan dan minuman untuk protein tambahan. Beberapa ide yang patut kamu coba, yaitu:

Ide Makanan dan Minuman dengan Whey Protein

Makanan

  • Oatmeal protein cookies
  • Pancake protein pisang dan cokelat
  • Cookie cereal tinggi protein 
  • Blueberry oat muffin
  • Chocolate protein fudge

Minuman

  • Smoothie pisang, coklat dan protein
  • Strawberry protein milkshake
  • Protein shake

Mitos dan Fakta

Mitos: Whey protein bagusnya dimakan mentah

Faktanya whey protein mentah masih mengandung zat-zat lain yang kurang aman bagi tubuh. Pilihlah whey protein yang sudah melalui filtrasi seperti isolat whey protein untuk memaksimalkan manfaatnya.

Mitos: Whey protein adalah steroid

Faktanya whey protein adalah sejenis protein yang terdapat dalam susu. Sedangkan steroid adalah sejenis hormon.

Mitos: Whey protein hanya boleh diminum setelah olahraga

Faktanya kamu boleh minum whey protein kapan saja. Namun mengonsumsinya setelah olahraga akan memaksimalkan pertumbuhan otot. 

Dapatkan Tubuh Ideal dengan Isolat Whey Protein

Isolat whey protein membantu mendorong pertumbuhan otot dan mengontrol nafsu makan untuk tubuh yang ideal. Untuk mendapat manfaat yang maksimal, penting pilih produk dengan kandungan whey protein berkualitas, seperti Hotto Mame Multigrain.

Hotto Mame Multigrain

Hotto Mame adalah minuman yang menggabungkan isolat whey protein, edamame, dan kacang-kacangan pilihan. Setiap sajian (30 gr) mengandung 9 gr protein yang bisa didapatkan secara praktis. Yuk nikmati Secangkir Hotto Mame sekarang dan penuhi kebutuhan asupan protein harianmu!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah isolat whey protein aman untuk vegetarian?

Tidak. Pasalnya ini adalah protein hewani yang berasal dari susu sapi, sehingga kurang pas untuk vegetarian dengan pola makan bebas produk hewani.

Bisakah whey protein menyebabkan jerawat?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi whey protein berlebihan dapat meningkatkan kadar IGF-1 yang meningkatkan produksi sebum sehingga berpotensi memicu jerawat. Namun penelitian tersebut masih menjadi perdebatan.

Apakah whey protein hanya untuk atlet?

Tentu saja tidak. Konsumsi protein ini cocok untuk kamu yang ingin meningkatkan massa otot sekaligus menurunkan lemak tubuh. Protein ini juga bermanfaat untuk memelihara kesehatan tulang pada lansia.

Bagaimana cara memilih produk whey protein yang berkualitas?

Pilih produk terpercaya dan baca label nutrisinya, pastikan tinggi protein dan tidak mengandung gula tambahan. Contoh produk whey protein berkualitas adalah Hotto Purto dan Hotto Mame yang sudah bersertifikasi BPOM dan MUI.

You might also like...