Kandungan Nutrisi Multigrain: Banyak Grain, Otomatis Lebih Lengkap?

Kandungan Nutrisi Multigrain Banyak Grain, Otomatis Lebih Lengkap

Pernah berdiri cukup lama di depan rak minimarket karena sibuk membandingkan dua kemasan?

Yang satu menulis “tinggi serat”. Produk di sebelahnya punya protein lebih banyak. Lalu ada kemasan dengan belasan grain yang terdengar seperti seluruh kebutuhan nutrisi sudah berkumpul di dalamnya.

Logikanya terasa sederhana:

Kalau satu grain membawa nutrisi, semakin banyak grain seharusnya semakin lengkap, kan?

Belum tentu.

Multigrain memang berarti sebuah produk menggunakan lebih dari satu jenis grain. Namun, banyaknya grain baru menjelaskan berapa jenis bahan yang digunakan, bukan berapa banyak nutrisi yang akhirnya kita dapatkan.

Untuk mengetahuinya, kita perlu melihat lebih jauh:

  • grain apa saja yang digunakan;
  • berapa banyak proporsinya;
  • apakah grain masih utuh atau sudah dimurnikan;
  • bahan lain yang ditambahkan;
  • serta ukuran satu sajiannya.

Jumlah jenis grain adalah cerita di depan kemasan. Jumlah nutrisinya terlihat di bagian belakang.

Jadi, apa saja kandungan nutrisi yang bisa ditemukan dalam produk multigrain? Mari kita lihat satu per satu tanpa langsung menganggap lebih banyak selalu berarti lebih baik.

Apa Itu Multigrain?

Multigrain berarti sebuah produk menggunakan lebih dari satu jenis grain atau serealia. Kombinasinya bisa berbeda-beda, misalnya: oat dan gandum, beras merah dan beras hitam, barley dan millet, jagung dan sorgum, atau perpaduan beberapa jenis grain lainnya.

Beberapa produk juga menambahkan kacang-kacangan atau seeds. Namun, bahan tersebut merupakan tambahan dalam formulasi produk dan bukan definisi utama dari multigrain.

Hal lain yang perlu dipahami: multigrain tidak sama dengan whole grain.

  • Multigrain menjelaskan jumlah jenis grain yang digunakan.
  • Whole grain berarti bagian alami grain—bran, germ, dan endosperm—masih dipertahankan dalam proporsi alaminya.

Karena itu, produk berlabel multigrain belum tentu menggunakan whole grain sebagai bahan utamanya. Health Canada juga mengingatkan bahwa label “multigrain” tidak otomatis menunjukkan produk tersebut terbuat dari whole grain.

Multigrain vs Whole Grain

Apa yang Menentukan Kandungan Nutrisi Multigrain?

Bayangkan produk multigrain seperti acara potluck.

Ada teman yang membawa satu loyang makanan utama. Ada yang membawa semangkuk buah. Ada juga yang hanya datang dengan satu bungkus saus.

Semuanya memang ikut hadir. Tetapi kontribusinya jelas tidak sama besar.

Begitu juga dengan produk multigrain. Walaupun sebuah kemasan mencantumkan banyak grain, jumlah masing-masing bahan belum tentu sama.

Ada empat hal yang paling menentukan kandungan nutrisinya.

1. Jenis grain yang digunakan

Oat, beras, jagung, barley, millet, dan grain lainnya memiliki karakter serta profil nutrisi yang berbeda.

Karena itu, dua produk yang sama-sama memakai label multigrain belum tentu mengandung jumlah serat, protein, vitamin, atau mineral yang sama.

2. Apakah grain masih utuh atau sudah dimurnikan

Whole grain mempertahankan bran, germ, dan endosperm. Sementara pada refined grain, sebagian bran atau germ telah dihilangkan selama pemrosesan.

Proses tersebut dapat mengubah kandungan serat dan zat gizi pada bahan akhirnya. FDA juga menjelaskan bahwa banyak whole grain mengandung serat, karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta lemak alami, meskipun jumlahnya tetap berbeda pada setiap grain dan produk.

3. Proporsi setiap bahan

Daftar komposisi biasanya ditulis berdasarkan jumlah bahan dari yang paling banyak ke yang lebih sedikit.

Jadi, grain yang muncul pada urutan pertama kemungkinan menjadi bagian lebih besar dari produk dibanding grain yang berada mendekati akhir.

Lima belas jenis grain memang terdengar lebih impresif daripada tiga. Tetapi kita tetap perlu mengetahui bahan mana yang menjadi dasar produk dan mana yang digunakan dalam jumlah lebih kecil.

4. Formulasi dan ukuran sajian

Kandungan nutrisi akhir tidak hanya ditentukan oleh grain.

Produsen dapat menambahkan kacang-kacangan, kedelai, susu, sumber protein, gula, krimer, vitamin dan mineral, atau bahan lainnya.

Ukuran sajian juga penting. Informasi nilai gizi biasanya dihitung berdasarkan satu sajian, bukan selalu berdasarkan seluruh kemasan.

Apa yang Menentukan Kandungan Nutrisi Multigrain

Kandungan Nutrisi Apa Saja yang Bisa Ditemukan dalam Multigrain?

Jawabannya bergantung pada produk yang dipilih.

Secara umum, grain dan bahan tambahan di dalam produk multigrain dapat menyumbangkan karbohidrat, serat, protein, vitamin, dan mineral. Namun, jumlah aktualnya tetap perlu diperiksa pada informasi nilai gizi.

Karbohidrat: Sumber Energi yang Jumlahnya Perlu Dicek

Grain pada dasarnya merupakan salah satu sumber karbohidrat.

Tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa yang dapat digunakan sebagai energi oleh sel, jaringan, dan organ. Sebagian energi tersebut juga dapat disimpan di hati dan otot untuk digunakan kemudian.

Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua produk multigrain dapat memberikan energi lebih stabil, dicerna lebih lambat, atau membuat kenyang lebih lama.

Respons tubuh dipengaruhi oleh jenis grain, proses pengolahan, serat, gula, porsi, dan makanan yang dikonsumsi bersamanya.

Untuk mengetahui berapa banyak energi yang diberikan, lihat jumlah karbohidrat dan energi per sajian, bukan hanya jumlah grain-nya.

Serat: Belum Tentu Tinggi Hanya karena Multigrain

Banyak whole grain, kacang-kacangan, buah, sayur, serta seeds merupakan sumber serat.

Namun, produk multigrain belum tentu otomatis tinggi serat. Kalau grain yang digunakan sudah banyak dimurnikan atau jumlahnya kecil, kandungan serat per sajian juga bisa terbatas.

Serat merupakan bagian dari pangan nabati yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh. Jenis serat tertentu berperan dalam keteraturan pencernaan, sementara sebagian serat larut dapat memengaruhi kecepatan pencernaan dan penyerapan zat gizi.

Cara paling sederhana untuk menilainya adalah melihat jumlah serat dalam gram, persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta ukuran sajiannya.

Jangan hanya mengandalkan gambar grain atau tulisan “dengan serat” di depan kemasan.

Protein: Tidak Hanya Berasal dari Daging dan Telur

Protein memang banyak dikenal dari daging, ikan, telur, dan produk susu.

Namun, protein juga dapat ditemukan pada kedelai, kacang-kacangan, legum, seeds, serta beberapa jenis grain. Tubuh menggunakan protein dan asam amino untuk membantu membangun serta memperbaiki sel dan jaringan.

Meski begitu, jumlah protein dalam produk multigrain bisa sangat berbeda.

Produk yang menggabungkan grain dengan kedelai atau sumber protein tambahan dapat mengandung protein lebih banyak daripada produk yang hanya memakai beberapa jenis tepung grain.

Jadi, jangan berhenti pada kalimat: “Mengandung protein nabati.”

Pertanyaan yang lebih berguna adalah: Berapa gram protein yang benar-benar ada dalam satu sajian?

Vitamin dan Mineral: Bergantung pada Bahan dan Prosesnya

Bergantung pada grain dan bahan yang digunakan, produk multigrain dapat menyumbangkan vitamin B serta mineral seperti zat besi, magnesium, dan zinc.

Masing-masing punya peran yang berbeda.

Sebagai contoh:

  • zat besi digunakan tubuh untuk membentuk hemoglobin yang membawa oksigen;
  • magnesium terlibat dalam fungsi otot, saraf, serta berbagai proses pembentukan protein;
  • zinc memiliki peran dalam fungsi sistem imun.

Namun, keberadaan satu bahan bukan berarti jumlah vitamin atau mineralnya otomatis cukup besar untuk disebut “tinggi” atau “lengkap”.

Sebagian zat gizi mungkin berasal langsung dari bahan. Sebagian lainnya dapat ditambahkan melalui fortifikasi.

Karena itu, klaim seperti sumber vitamin, tinggi zat besi, kaya mineral, atau memenuhi kebutuhan harian harus mengikuti jumlah aktual yang tercantum pada label serta aturan klaim yang berlaku.

Bagaimana dengan Antioksidan?

Istilah antioksidan sering digunakan seperti satu jenis nutrisi.

Padahal, antioksidan adalah istilah untuk berbagai senyawa yang dapat membantu melindungi sel dari dampak radikal bebas. Jenis dan jumlahnya berbeda menurut bahan yang digunakan.

Grain berwarna, kakao, buah, kacang-kacangan, dan bahan nabati lainnya bisa membawa senyawa tumbuhan yang berbeda.

Namun, kata multigrain sendiri belum cukup untuk memastikan suatu produk tinggi antioksidan.

Klaimnya tetap harus dilihat dari komposisi, kandungan aktual, dan bukti yang dimiliki produk tersebut.

Nutrition Map

Cara Membaca Kandungan Produk Multigrain

Saat memilih produk, jangan hanya menghitung berapa banyak grain yang tertulis di bagian depan kemasan.

Perhatikan juga lima hal berikut.

1. Daftar komposisi
Lihat bahan yang muncul pada urutan awal. Bahan tersebut biasanya digunakan dalam jumlah lebih besar.

2. Ukuran sajian
Pastikan angka nutrisi yang dibaca berlaku untuk satu sachet, satu gelas, satu potong, atau beberapa sajian.

3. Serat dan protein
Bandingkan dalam satuan gram per sajian, bukan hanya berdasarkan klaim di depan kemasan.

4. Gula, sodium, dan energi
Produk multigrain tetap dapat memiliki kandungan gula, sodium, serta energi yang berbeda-beda.

5. Vitamin, mineral, dan alergen
Lihat zat gizi apa yang benar-benar tercantum serta periksa bahan yang perlu dihindari bila memiliki alergi tertentu.

FDA juga menyarankan penggunaan informasi nilai gizi untuk membandingkan nutrisi yang ingin lebih banyak dikonsumsi dan komponen yang perlu dibatasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Bagaimana dengan Kandungan Nutrisi Hotto?

Hotto Purto menggunakan kombinasi 15 jenis multigrain, ubi ungu, dan oat dari Swedia, berdasarkan informasi pada laman resmi Hotto.

Namun, banyaknya jenis bahan tetap bukan satu-satunya alasan memilih produk.

Setiap varian Hotto memiliki formulasi dan informasi nilai gizi yang berbeda. Karena itu, perhatikan jumlah serat per sajian, jumlah protein, energi, gula, vitamin dan mineral yang tercantum, ukuran sajian, serta alergen.

Hotto Purto, Mame, dan Cocoa tidak perlu dianggap memiliki fungsi yang sama hanya karena berada dalam kategori minuman multigrain.

Pilih bukan hanya berdasarkan banyaknya grain, tetapi berdasarkan nutrisi yang sedang ingin kamu tambahkan dalam pola makan.

Hotto juga tetap menjadi bagian dari pola makan yang beragam, bukan satu minuman yang menggantikan seluruh kebutuhan tubuh.

Bagaimana dengan Kandungan Nutrisi Hotto

Jangan Hanya Menghitung Jumlah Grain

Multigrain bisa menjadi salah satu cara untuk menambah variasi bahan pangan dalam keseharian.

Namun, semakin banyak jenis grain belum tentu berarti produk tersebut otomatis lebih tinggi serat, lebih tinggi protein, lebih lengkap vitaminnya, atau lebih cocok untuk semua orang.

Kandungan akhirnya tetap ditentukan oleh bahan, proporsi, proses pengolahan, formulasi, serta ukuran sajian.

Pola makan yang sehat juga tidak dibangun dari satu makanan saja. WHO menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, termasuk buah, sayur, whole grain, legum, kacang, seeds, dan sumber protein lainnya.

Jadi, saat melihat produk dengan banyak grain, jangan hanya bertanya: Ada berapa grain di dalamnya?

Tanyakan juga:
Apa saja kandungannya, berapa jumlahnya, dan bagaimana produk ini melengkapi makanan lain yang sudah aku konsumsi?

Karena pilihan sehat tidak hanya datang dari satu bahan yang terdengar hebat.

Ia datang dari kebiasaan memahami apa yang masuk ke dalam tubuh, lalu memilihnya dengan lebih sadar.

Gut Bless You.


Indra Cahya

Indra Cahya adalah Content Writer di Hotto, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai editor dan penulis konten digital. Ia telah menghasilkan berbagai konten seputar gaya hidup dan kesehatan yang dipublikasikan di media online seperti Merdeka.com dan Liputan6.com.

You might also like...