Kolesterol Tinggi: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

"Kolesterol Tinggi: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya "

Kolesterol tinggi tidak selalu menimbulkan gejala, namun diam-diam bisa menyebabkan penyempitan arteri. Ini bisa berujung pada penyakit yang lebih serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Sebelum terlambat, mari kenali berbagai penyebab kolesterol naik, kapan harus periksa, dan cara mengatasinya agar tidak menyebabkan komplikasi lain. Temukan jawabannya di bawah ini!

Baca Juga: Macam-macam Penyakit Asam Lambung dan Cara Pencegahannya

Pengertian Kolesterol

Gambar utama gejala kolesterol

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi hati dengan tekstur seperti lilin. Lemak ini juga bisa berasal dari makanan. Lemak ini tidak semuanya jahat, justru tubuh membutuhkannya untuk memproduksi hormon dan membentuk sel-sel baru yang sehat.

Orang dewasa normalnya memiliki kadar kolesterol di angka kurang dari 200 mg/dL. Tetapi kadar kolesterol beberapa orang justru melebihi ambang tersebut. Biasanya karena mengonsumsi makanan tertentu atau memiliki riwayat kelainan gen produksi kolesterol. 

Mengingat teksturnya seperti lilin, terkadang kelebihan kolesterol mengendap di pembuluh darah. Bahkan lemak ini mengeras dan menjadi plak. Penumpukan plak dalam pembuluh darah bisa menyebabkan stroke dan penyakit jantung.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Banyak sekali faktor yang menyebabkan kolesterol seseorang melebihi batas normal. Mulai dari karena faktor keturunan dan gaya hidup. Melansir Siloam Hospitals, berikut penjelasan lebih dalam mengenai penyebabnya:

  • Genetik: Anggota keluarga dengan kondisi ini bisa menurunkannya ke anak
  • Merokok: Zat pada rokok dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menekan kolesterol baik (HDL)
  • Pola makan: Terlalu banyak konsumsi makanan cepat saji dan berlemak jahat tinggi
  • Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis menyebabkan ketidakseimbangan kolesterol, seperti ginjal kronis, lupus, HIV/AIDS, dan hipotiroidisme.

Gejala Kolesterol Tinggi

Gambar tengah kolesterol

Healthline mengungkap bahwa kondisi ini tidak menunjukkan gejala apa-apa. Tak heran banyak yang tak menyadarinya. Biasanya penderitanya baru sadar ketika mulai muncul komplikasi yang lebih serius, seperti penyakit jantung. 

Oleh karena itu, lebih baik lakukan tes kolesterol secara berkala untuk memastikan kadarnya masih di ambang normal. Apalagi kalau usiamu sudah menginjak 20 tahun ke atas.

Risiko Penyakit akibat Kolesterol Tinggi

Kolesterol seringkali menjadi penyebab dari berbagai penyakit kronis, khususnya yang berkaitan dengan pembuluh darah. Beberapa komplikasi yang timbul dari kondisi ini yaitu:

1. Stroke

Kolesterol berlebih yang masuk ke pembuluh darah di otak juga membuatnya menyempit. Kalau hal ini terjadi, penderitanya bisa mengalami gangguan fungsi otak. Misalnya penurunan daya kognitif, susah fokus, bahkan stroke.

2. Serangan Jantung

Serangan jantung dapat disebabkan karena kurangnya aliran darah yang masuk ke jantung. Penyebabnya bisa karena pembuluh darah yang menyempit akibat penumpukan kolesterol. 

Terlalu banyak kolesterol yang mengendap akhirnya membuat pembuluh darah keras dan menyempit. 

3. Penyakit Arteri Perifer

Penyakit ini menyerang pembuluh darah pada bagian lengan. Hal ini karena pembuluh darah mengalami penyumbatan akibat kolesterol tinggi. Penyumbatan ini menyebabkan keluhan seperti kesemutan, kram, tangan pucat dan dingin. 

4. Batu Empedu

Kolesterol juga berfungsi untuk menghasilkan cairan empedu. Cairan ini berguna untuk mengolah lemak dan menyerap nutrisi. Namun terlalu banyak kolesterol malah memicu pembentukan batu empedu.

Cara Mencegah dan Mengontrol Kolesterol

Tak usah khawatir dengan komplikasi tadi kalau masih bisa mengontrol kadar kolesterol tubuh. Beberapa hal yang patut bisa kamu coba untuk mencegah kolesterol bertambah yaitu:

  • Hindari makan berlebihan yang menyebabkan obesitas
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Hindari makanan tinggi kolesterol
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol
  • Kelola stres dengan baik

Kapan Harus Periksa Kolesterol?

Apakah kamu pernah tes kolesterol? Kalau belum, sebaiknya segera lakukan. Tanpa pemeriksaan medis, sulit mengetahui kadar kolesterol seseorang. Biar tidak terlambat, perhatikan kapan waktu terbaik periksa kolesterol:

  • Anak-anak: Anak dari orangtua yang memiliki riwayat kolesterol tinggi sebaiknya cek pada umur 9 tahun.
  • Laki-laki dewasa: Periksa setiap 5 tahun sekali, tetapi jika usianya menginjak 45 ke atas, cek setiap 1 tahun sekali
  • Wanita dewasa: Periksa setiap 5 tahun sekali, namun jika sudah berusia 55 tahun ke atas periksa setiap 1 tahun sekali

Makanan yang Baik dan Buruk untuk Kolesterol

Gambar tambahan makanan baik dan buruk bagi kolesterol 2

Makanan yang Baik

  • Whole grain: Oat, kacang merah, lentil, chia, walnut, almond
  • Produk susu low fat
  • Sayur-mayur
  • Buah-buahan: Alpukat, apel, jeruk, stroberi
  • Ikan kaya omega-3: Salmon
  • Teh hijau

Makanan yang Dihindari

  • Kuning telur
  • Daging merah: Daging sapi dan kambing
  • Kerang-kerangan
  • Makanan cepat saji
  • Jeroan 
  • Kulit ayam
  • Gorengan

Mitos tentang Kolesterol

Mitos: Semua kolesterol buruk bagi kesehatan

Faktanya kolesterol terbagi menjadi LDL (jahat) dan HDL (baik). Tubuh membutuhkan HDL untuk menjalankan fungsi tubuh. Sedangkan LDL yang berlebihan hanya akan menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan.

Mitos: Kolesterol tinggi menimbulkan gejala

Faktanya seseorang jarang menyadari kadar kolesterol dirinya. Kolesterol yang terlalu tinggi tidak menyebabkan gejala, namun tiba-tiba bisa memicu serangan jantung. Maka penting periksa kolesterol setiap 1-5 tahun sekali.

Mitos: Kolesterol tinggi bisa sembuh dengan diet 

Faktanya beberapa orang tetap membutuhkan obat kolesterol untuk menurunkan kadarnya. Meski tak semua, tetapi penderita dengan kolesterol yang sudah parah tak cukup hanya mengandalkan diet saja.

Kurangi LDL dengan Multigrain Kaya Serat

Tubuh perlu membuang LDL biar tidak menumpuk menjadi plak. Salah satu cara mengurangi LDL adalah dengan memperbanyak konsumsi serat. Minto merekomendasikan Hotto Purto Multigrain Kaya Serat

Minuman ini solusi praktis penuhi kebutuhan serat tanpa repot memasak. Di dalamnya juga mengandung protein, vitamin, dan mineral untuk tubuh bugar setiap saat. Perangi kolesterol tinggi dengan cara yang lezat bersama Secangkir Hotto!

Baca Juga: 5 Manfaat Makanan Berserat Untuk Kesehatan

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan antara kolesterol HDL dan LDL?

HDL adalah kolesterol baik yang diproduksi hati untuk menyehatkan jantung. Sedangkan LDL “kolesterol jahat” berasal dari makanan berlemak trans yang menyebabkan plak serta penyumbatan pembuluh darah.

Bagaimana cara mengetahui kadar kolesterol saya?

Caranya dengan profil lipid atau tes darah. Ini akan mengukur kadar LDL, HDL, dan trigliserida.

Apakah kolesterol tinggi bisa diturunkan secara alami?

Tentunya, apalagi kalau kasusnya belum parah. Caranya dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, berhenti merokok, mengontrol berat badan, dan mengurangi konsumsi makanan cepat saji.

Obat penurun kolesterol amankah untuk jangka panjang?

Obat seperti statin umumnya aman. Hanya memang ada efek samping dari obat tersebut, seperti nyeri otot dan gangguan pencernaan. Asalkan konsumsi obat berdasarkan anjuran dokter, maka keamanannya bisa dipertanggungjawabkan.

Makanan apa yang paling efektif untuk menurunkan kolesterol?

Oat dan kacang-kacangan kaya akan serat yang membantu mengurangi LDL. Sedangkan alpukat membantu meningkatkan HDL. Buah tinggi pektin seperti anggur, apel, dan jeruk juga efektif mengurangi kolesterol.

You might also like...