Hampir semua orang termasuk kamu pasti punya resolusi buat mulai hidup sehat waktu tahun baru. Tapi kalau resolusi ini muncul setiap tahun, artinya ada yang salah sama cara kita dalam memulai hidup sehat. Faktanya menurut penelitian yang dilakukan oleh Katherine A Collins pada tahun 2022, yang berjudul ‘Determinants of Dropout from and Variation in Adherence to an Exercise Intervention: The STRRIDE Randomized Trials’ sekitar 67% orang gagal konsisten hidup sehat di fase-fase awal dan mungkin kamu sekarang juga baru nyadar kalau polanya hampir sama semua, mau itu waktu kamu mau mulai diet atau mulai rajin olahraga bahkan sekedar ingin mulai perbaiki waktu tidur, ujung-ujungnya kamu malah balik ke kebiasaan awal sampai akhirnya kamu mau mulai coba hidup sehat lagi lalu ini hanya akan jadi looping tahunan yang susah buat dipatahin.
Ternyata ini bukan soal sekedar masalah rasa malas atau motivasi yang hilang, tapi ada mekanisme tubuh dan otak yang berperan juga di dalamnya. Itulah yang jadi alasan kenapa pola ‘sulit hidup sehat konsisten’ ini hampir sama untuk semua orang. Tapi bukan berarti nggak ada solusi jalan keluarnya ya. Yuk kita bahas lebih lengkap biar kamu bisa keluar dari lingkaran ini dan mulai konsisten untuk hidup sehat.
Semua Berawal Dari Zona Nyaman
Untuk memulai sebuah habit baru kamu akan melewati fase ‘Intention – Action Gap’ dimana tubuh dan pikiran kamu akan lebih menurut kepada kebiasan lama dibanding motivasi yang baru muncul. Fase ini sangat wajar terjadi dan di fase ini juga banyak orang melakukan kesalahan yang bikin mereka berhenti mencoba hidup sehat.
Analoginya sederhana seperti ini, kalau kamu udah terbiasa mengendarai mobil matic dan tiba-tiba harus mengendarai mobil manual maka nggak mungkin kamu bisa lancar dalam waktu dekat kan? Kalau pun sudah lancar pasti ada banyak feeling yang mungkin membuat kamu ingin balik lagi ke mobil matic, seperti lebih mudah dikendarai, lebih enak buat parkir atau lebih praktis. Maka kalau kamu nggak punya alasan dan dorongan yang kuat buat stay di mobil manual, pasti kamu akan balik lagi ke pakai mobil matic kan?
Baca Juga: Rahasia Hidup Sehat: Nutrisi, Olahraga, dan Manajemen Stres
Dari analogi tadi bisa kita tarik garis kalau kamu juga butuh alasan dan dorongan yang kuat untuk bisa konsisten hidup sehat karena bisa motivasi kamu kalah dari habit lama maka kamu juga nggak akan bisa keluar dari zona nyaman kamu sekarang.
Motivasi Internal Harus Lebih Kuat Dari Eksternal
Dorongan setiap orang untuk berubah dan memulai hidup sehat bisa berbeda-beda tapi sumber motivasinya pasti antara interistik dan eksteristik. Masalahnya kalau motivasi interna kamu lemah atau hanya mengandalkan dorongan luar, maka nggak heran kalau kamu mudah menyerah atau gagal memulai hidup sehat.
Kita ambil contoh pada perokok. Walaupun di bungkusnya sudah ada gambar eksplisit kerusakan tubuh yang diakibatkan oleh rokok, mereka tetap membeli seolah tidak peduli. Bahkan sesering apapun kamu menasihati mereka soal bahaya rokok, tetap kecil kemungkinan mereka akan berhenti. Semua berbeda ketika perubahan itu datang dari diri mereka sendiri, entah karena sakit atau ada orang terdekat mereka yang sakit.
Dalam jurnal penelitian ‘Factors motivating smoking cessation: across-sectional study in a lower- middle income country’ yang ditulis oleh Russell Seth Martins, menyebutkan bahwa 74,5% orang yang berhenti merokok itu karena alasan kesehatan pribadi. Hal ini juga mencerminkan pola hidup sehat lainnya. Terkadang kita baru benar-benar tergerak untuk memulai hidup sehat ketika dorongan internalnya kuat. Sebaliknya dorongan eksternal seperti pengaruh sosial, mengikuti trend, atau bujukan orang, sering kali kita respon dengan cepat tapi tidak begitu konsisten atau tahan lama.
Hindari Hal Ini Untuk Bisa Konsisten Hidup Sehat
Setelah mendapat motivasi yang kuat untuk bisa hidup sehat secara konsisten, kamu masuk ke tantangan kedua, konsistensi. Ini adalah titik dimana banyak orang gagal dan akhirnya terjebak di looping yang sama. Coba hindari beberapa hal ini untuk membantu kamu bisa lebih konsisten dalam menjalani hidup sehat.
1. Termotivasi Dari Orang Lain Tanpa Motivasi Diri Sendiri
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mendapat motivasi dari luar, seperti lingkungan atau orang lain itu sebenarnya bagus. Tapi kalau dari dalam diri tidak timbul motivasi yang kuat maka kamu akan cenderung tidak konsisten dengan pola hidup sehat yang kamu jalani. Contohnya, kalau kamu hanya ingin diet karena melihat ada teman kamu yang berhasil diet dan jadi terlihat lebih menarik maka kamu hanya akan termotivasi sesaat. Beda ceritanya kalau suatu saat kamu pernah tergeral sendiri semisal karena melihat hasil medical check up. Motivasi yang datang akan lebih dalam karena adanya ‘personal conflict’ yang kamu alami dengan diri kamu sendiri.
2. Goals dan Ekspektasi yang Tidak Realistis
Menaruh harapan setinggi mungkin itu nggak salah, tapi kalau soal konsisten hidup sehat sebaiknya kamu mulai dengan goals yang realistis dan bertahap. Kenapa ini penting? Karena ini akan mempengaruhi mindset dan action yang kita ambil secara konsisten. Simple nya seperti ini, dari pada kamu membuat goals tahun ini harus turun berat badan hingga 30kg, lebih baik kamu set goalsnya turun 1kg selama sebulan dan seterusnya. Ketika goals terlihat lebih realistis maka kamu akan memiliki mindset bahwa hal ini sangat mungkin untuk dicapai yang juga mendorong semangat untuk terus melakukannya secara bertahap.
3. Jangan Mulai dari Hal Yang Besar
Ada istilah ‘It’s not about one big jump, but 1000 small steps that lead to success’ hal ini juga berlaku dalam menerapkan pola hidup sehat. Banyak dari kita yang langsung mencoba diet dengan cara yang drastis, atau langsung mulai rajin berolahraga dengan terlalu intens. Hasilnya tubuh tidak bisa menyesuaikan diri dengan pola baru dan terjadilah fase ‘fatigue’ dimana tubuh dan mental menyerah sehingga ujung-ujungnya kembali ke kebiasaan lama.
Beralih ke pola hidup sehat memang penting tapi memulai dari hal kecil justru bisa jadi awal yang lebih realistis untuk jangka panjang. Kalau ingin memperbaiki pola makan jangan langsung cut semua yang kamu anggap tidak sehat, kurangi secara perlahan. Coba mulai olahraga secara bertahap yang lebih aman untuk tubuh, seperti biasakan jalan pagi santai dulu sebelum kamu ingin coba rutin lari pagi untuk menghindari cedera.
4. Berada di Lingkungan Yang Tidak Mendukung
Kalau motivasi terbaik datang dari diri sendiri. Halangan justru sering datang dari luar terutama lingkungan sosial. Hal sepele seperti termakan godaan teman atau melakukan sesuatu diluar pola hidup sehat untuk bisa membaur memang terasa sepele. Tapi kalau udah jadi kebiasaan yang ada kamu akan sering gagal untuk bisa konsisten hidup sehat. Kebiasaan orang indonesia yang tidak enakan untuk menolak kadang juga menjadi masalahnya. Itu kenapa berada di lingkungan yang positif dan sehat bisa membantu mendorong kamu untuk juga menjaga pola hidup sehat.
Tips Menjaga Konsistensi Hidup Sehat
Menjaga konsistensi untuk hidup sehat bukan soal sulit atau mudah. Semua ini soal bagaimana kamu bisa menemukan cara yang cocok untuk mendukun konsistensi dalam diri kamu sendiri. Coba perhatikan beberapa tips ini! Siapa tahu mungkin ada beberapa tips yang cocok untuk kamu terapkan supaya kamu bisa lebih konsisten dalam menjalani hidup sehat.
1. Terapkan Sesuatu yang Familiar dan Kamu Sukai
Keluar dari zona nyaman bukan berarti sepenuhnya meninggalkan sesuatu yang familiar buat kita, justru hal ini bisa jadi kunci konsistensi untuk kamu. Kalau kamu sedang diet dari pada memaksa makan makanan yang kamu tidak suka sama sekali coba mulai dari alternatif makanan favorit kamu yang lebih sehat. Contohnya kalau kamu terbiasa ngemil minuman manis seperti coklat kamu bisa pilih alternatif yang lebih sehat seperti Hotto Cocoa yang tetap berasa coklat aslinya namun tinggi serat, multivitamin dan lebih rendah gula dari minuman manis kamu biasanya.
2. Gunakan Pendekatan Game Seperti ‘Reward’ & ‘Punishment’
Kalau kamu main game pasti ada reward yang kamu dapat bila menyelesaikan sebuah misi dan konsekuensi bila gagal menyelesaikan misi tersebut. Coba terapkan sistem ini biar kamu bisa lebih disiplin dan termotivasi dalam menjalankan hidup sehat. Contohnya, kalau kamu tergoda makan sembarangan maka besoknya kamu harus balas dengan olahraga yang sepadan atau ketika kamu berhasil mencapai target tertentu beri diri kamu self reward juga. Tapi ingat reward dan punishment yang kamu tetapkan harus dalam batas wajar dan tidak membebani diri sendiri.
3. Lakukan Bersama Orang Terdekat
Mungkin ini terdengar klise tapi melakukan aktivitas bersama orang terdekat seperti keluarga dan teman bisa memberi dorongan psikologis yang meningkatkan semangat, motivasi, dan ketahanan mental dalam menjalani sesuatu. Contohnya mungkin sudah kamu rasakan sendiri seperti lebih semangat pergi ke gym kalau ada temannya atau olahraga terasa lebih fun bila dilakukan bersama. Namun hati-hati bila faktor ini justru menimbulkan dependent effect ke kamu. Jangan sampai kalau nggak ada teman atau yang menemani kamu malah jadi nggak mau atau nggak ada semangat buat olahraga atau jaga pola makan.

Kesimpulan
kesulitan untuk konsisten hidup sehat bukan semata-mata karena malas atau kurang motivasi, melainkan dipengaruhi oleh kebiasaan lama, mekanisme otak, serta ketidakseimbangan antara motivasi internal dan eksternal. Banyak orang terjebak dalam pola berulang karena memulai dengan cara yang tidak tepat, seperti menetapkan target yang tidak realistis, melakukan perubahan drastis, atau berada di lingkungan yang tidak mendukung. Oleh karena itu, kunci utama untuk menjaga konsistensi adalah membangun motivasi dari dalam diri, memulai dari langkah kecil dan bertahap, serta menciptakan sistem dan lingkungan yang mendukung. Dengan pendekatan yang lebih realistis, personal, dan berkelanjutan, peluang untuk mempertahankan pola hidup sehat dalam jangka panjang akan jauh lebih besar.

