10 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sulit Dicerna Tubuh

10 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sulit Dicerna Tubuh
Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sulit Dicerna Tubuh

Pernah nggak sih kamu merasa perut tiba-tiba kembung atau begah padahal porsi makan kamu biasa saja? Kondisi ini seringkali bukan karena kamu makan terlalu banyak, tapi karena jenis makanan yang kamu pilih memang punya struktur yang bikin organ pencernaan harus kerja lebih keras. Kalau usus dan lambung kamu dipaksa bekerja ekstra setiap hari, jangan heran kalau badan kamu jadi gampang lemas dan sering merasa nggak nyaman di area perut.

Memahami apa yang masuk ke dalam tubuh itu penting banget biar kamu nggak terus-terusan merasa “berat” setelah makan. Yuk, kita bedah daftar makanan harian yang ternyata lebih sulit dicerna sama tubuh kamu.

1. Gorengan yang Terlalu Berminyak

Siapa sih yang nggak suka gorengan? Tapi kamu harus tahu kalau lemak jenuh dalam minyak itu komponen yang paling lama diproses oleh lambung. Saat kamu makan gorengan berlebih, makanan tersebut akan tertahan lebih lama di perut sehingga memicu asam lambung naik. Kalau kamu nggak mau perut terasa panas dan begah, sebaiknya mulai batasi camilan yang satu ini ya.

2. Susu dan Produk Olahannya

Banyak dari kita yang sebenarnya punya intoleransi laktosa tanpa disadari. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh memproduksi enzim pemecah gula susu biasanya menurun. Akibatnya, susu yang kamu minum akan difermentasi oleh bakteri di usus besar dan menghasilkan gas yang bikin perut kamu kembung. Kalau kamu tetap ingin asupan kalsium, kamu bisa coba beralih ke susu nabati yang lebih ramah di perut.

3. Daging Olahan Kemasan

Sosis atau nugget memang praktis buat sarapan, tapi mereka biasanya tinggi natrium dan rendah serat. Tanpa serat yang cukup, usus kamu bakal kesulitan mendorong makanan ini keluar dari sistem pencernaan. Proses pembersihannya jadi lambat dan bikin ampas makanan menumpuk terlalu lama di dalam tubuh.

4. Makanan yang Terlalu Pedas

Sensasi pedas memang bikin nafsu makan meningkat, tapi senyawa capsaicin di dalamnya bisa mengiritasi lapisan lambung kamu. Kalau kamu hobi makan pedas setiap hari, dinding lambung bisa meradang dan proses pencernaan pun terganggu. Usahakan kurangi level pedas makanan kamu demi kenyamanan perut dalam jangka panjang.

5. Sayuran Mentah Jenis Tertentu

Brokoli atau kubis memang sehat, tapi kalau dimakan mentah-mentah justru sulit diurai tubuh karena mengandung gula kompleks bernama rafinosa. Tubuh kita nggak punya enzim khusus buat memecah gula ini di lambung, jadi prosesnya baru terjadi di usus besar yang seringkali memicu buang angin terus-menerus. Biar lebih nyaman di perut, sebaiknya kamu memasaknya sebentar biar teksturnya lebih lunak dan mudah dicerna.

6. Pemanis Buatan

Banyak minuman kemasan yang biasa kita beli sehari-hari pakai pemanis buatan seperti sorbitol supaya rendah kalori. Sayangnya, pemanis jenis ini nggak bisa diserap dengan baik oleh usus halus. Sisa pemanis yang nggak terserap ini bakal menarik air ke usus besar dan bisa bikin kamu diare atau perut terasa melilit.

7. Karbohidrat Putih Tanpa Serat

Kalian tahu nggak, roti tawar putih atau pasta dari tepung terigu halus sudah kehilangan serat alaminya. Karbohidrat jenis ini cenderung menggumpal di usus dan bikin pergerakan kotoran jadi seret. Daripada terus-terusan makan tepung yang bikin perut begah, mending kamu cari sumber karbohidrat kompleks yang lebih ringan buat lambung seperti ubi-ubian dan roti gandum utuh.

Atau kamu bisa rutin minum Hotto Purto yang praktis buat pengganti camilan atau sarapan. Hotto ini terbuat dari multigrain dan gandum utuh, jadi kandungan seratnya tinggi buat bantu melancarkan pencernaan kamu. Karena teksturnya yang halus dan nutrisinya lengkap, lambung kamu nggak perlu kerja keras buat memprosesnya. Cocok banget buat kamu yang jadwalnya padat tapi tetap ingin perut terasa nyaman.

8. Cokelat dengan Gula Tinggi

Cokelat sebenarnya bagus buat kesehatan, tapi kalau sudah dicampur banyak susu dan gula, malah jadi beban buat pencernaan. Lemak dari susu dan kandungan gula yang masif bisa memperlambat pengosongan lambung. Kalau kamu pecinta cokelat, pilih yang kandungan kakaonya di atas 70 persen karena lebih kaya serat alami.

Kalau udah terlanjur suka ngemil coklat yang enak, kamu bisa coba Hotto Cocoa. Kandungan seratnya tinggi dari multigrainnya dan terbuat dari bubuk cocoa premium yang baik buat tubuh karena kaya serat dan antioksidan. Jadi cocok buat kamu yang ingin cemilan sehat dan tetap enak.

9. Makanan Bersantan Kental

Lauk bersantan memang gurih, tapi kandungan lemak jenuhnya sangat tinggi. Lemak ini butuh banyak cairan empedu buat bisa hancur. Kalau kamu sering makan santan kental apalagi yang dipanaskan berulang kali, usus kamu bakal bekerja sangat lambat dan bikin badan terasa cepat mengantuk setelah makan.

10. Jagung dengan Kulit Keras

Jagung mengandung selulosa, yaitu jenis serat yang nggak bisa dihancurkan sepenuhnya oleh enzim manusia. Itulah kenapa kadang jagung tidak bisa dicerna sepenuhnya oleh tubuh kamu  bahkan hingga keluar menjadi kotoran. Biar lebih aman, pastikan kamu mengunyahnya sampai benar-benar halus atau pilih olahan jagung yang sudah diproses dengan baik agar nutrisinya tetap terserap maksimal.

Cara Meringankan Proses Pencernaan Tubuh

Cara Meringankan Proses Pencernaan Tubuh

Setelah tahu makanan apa saja yang sering bikin usus dan lambung kerja lebih keras, kamu juga perlu tahu gimana caranya membantu tubuh memproses makanan dengan lebih mudah. Nggak susah kok, yuk coba terapkan lima kebiasaan simpel ini!

1. Kunyah Makanan Sampai Halus

Ingat, pencernaan itu dimulai dari mulut. Semakin halus makanan yang kamu telan, semakin ringan tugas lambung kamu. Biasakan mengunyah makanan dengan santai agar enzim di air liur bisa memecah karbohidrat lebih awal.

2. Cukupi Asupan Air Putih

Air berfungsi melarutkan lemak dan serat larut, sehingga makanan lebih mudah melewati usus. Pastikan kamu minum air putih yang cukup setiap hari agar sisa ampas makanan tidak mengering dan memicu sembelit.

3. Jangan Langsung Rebahan Setelah Makan

Tiduran setelah perut terisi penuh adalah jalan pintas menuju asam lambung naik. Beri jeda setidaknya 2-3 jam sebelum kamu tidur agar gravitasi bisa membantu makanan turun perlahan ke usus.

4. Jalan Kaki Santai

Nggak perlu olahraga berat, cukup jalan kaki santai selama 10-15 menit setelah makan. Gerakan tubuh yang ringan ini sangat ampuh merangsang pergerakan otot lambung dan usus, jadi perut nggak gampang begah.

5. Pilih Sumber Serat yang Bersahabat untuk Lambung

Asupan serat memang penting untuk melancarkan pencernaan, namun pastikan kamu memilih jenis serat yang mudah diolah tubuh. Serat yang terlalu kasar kadang justru membuat lambung harus bekerja ekstra. Sebagai alternatif, pilihlah sumber serat dengan tekstur yang lebih halus. 

Baca Juga: Makanan yang Baik Dikonsumsi Sebelum dan Sesudah Olahraga

Untuk asupan tambahan yang praktis, kamu bisa mempertimbangkan Hotto sebagai bagian dari rutinitas harian. Perpaduan multigrain dan ubi ungu di dalamnya memiliki tekstur yang sudah dihaluskan, sehingga nutrisinya jauh lebih mudah diserap oleh usus. Dengan begitu, lambung tidak perlu bekerja terlalu keras dan kebutuhan serat tetap terpenuhi tanpa khawatir memicu rasa begah atau naiknya asam lambung.

Pilih Sumber Serat yang Bersahabat untuk Lambung

Kesimpulan

Menjaga pencernaan sebenarnya sesederhana memilih apa yang kamu makan dengan lebih bijak. Kamu nggak perlu langsung pantang atau berhenti total makan daftar makanan di atas, kok. Cukup atur porsinya dan pastikan kamu selalu imbangi dengan asupan serat yang cukup setiap hari.

Punya pencernaan yang sehat itu ngaruh banget ke aktivitas harian kamu. Kalau usus dan lambung bisa bekerja dengan lancar, kamu nggak bakal gampang merasa lemas, perut begah, atau tiba-tiba ngantuk berat habis makan. Bawaannya pasti lebih berenergi dan hari-hari kamu terasa lebih ringan. Jadi, mulai sekarang yuk lebih peka sama apa yang perut kamu rasakan!

You might also like...