Siapa yang mengaku suka jagung? Buah dengan nama lain Zea mays ini mudah diolah menjadi berbagai makanan sedap. Namun ternyata buah ini juga mengandung serat dan vitamin yang bagus untuk melancarkan pencernaan.
Tak heran kalau jagung sering dipilih sebagai sumber alternatif kalori saat diet menurunkan berat badan. Sebelum memutuskan menambahkannya ke piringmu, yuk kenali lebih lanjut tentang buah berwarna kuning nan manis ini!
Kandungan Nutrisi Jagung
Nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat beragam, mulai dari mineral, vitamin, dan serat. Apalagi jagung kuning yang manis, kandungannya tinggi vitamin A. Melansir Health, satu buah jagung ukuran sedang setidaknya mengandung:
| Kalori | 87 kkal |
| Karbohidrat | 19 gr |
| Serat | 2 gr |
| Lemak | 1.4 gr |
| Protein | 3.3 gr |
| Sodium | 15.3 mg |
Manfaat Jagung untuk Kesehatan
Selain nikmat dimasak menjadi makanan dan minuman, buah ini ternyata menyimpan manfaat kesehatan kalau diolah dengan benar, di antaranya:
- Sumber Karbohidrat Kompleks
DI setiap pipilan yang manis, tersimpan karbohidrat kompleks yang bagus sebagai sumber energi. Karbohidrat kompleks berbeda dari karbohidrat sederhana.
Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, gula darah dapat dilepaskan secara alami sehingga perut tidak mudah lapar. Karena hal itu, jagung sering dijadikan salah satu camilan sehat untuk menemani diet untuk menurunkan berat badan.
- Mengurangi Risiko Katarak
Dalam Healthline juga disebutkan bahwa lutein dan zeaxanthin di dalam jagung bagus untuk kesehatan mata. Kalau kamu tidak menjaga kesehatan mata dari awal, ini bisa meningkatkan seseorang terkena penyakit mata yang disebabkan faktor usia, salah satunya katarak.
Kedua nutrisi tadi bekerja dengan melindungi retina mata agar tidak terjadi kerusakan akibat stres oksidatif yang disebabkan sinar biru.
- Melancarkan Buang Air Besar
Manfaat berikutnya adalah kemampuan buah ini dalam melancarkan buang air besar. Melansir jurnal yang dipublikasikan oleh UMSU, terdapat kandungan serat tidak larut di dalam jagung yang bagus untuk kesehatan pencernaan. Serat tidak larut akan menambah massa feses agar tubuh mudah mengeluarkannya.
- Memelihara Kekuatan Tulang dan Gigi
Disebutkan dalam artikel Alodokter bahwa setiap 100 gram jagung mengandung 500 mg fosfor. Angka tersebut hampir memenuhi angka kebutuhan fosfor harian.
Nutrisi ini penting sebagai zat yang fungsinya menjaga kepadatan tulang dan gigi. Sebaliknya, juga kamu kekurangan fosfor, kamu bisa menderita risiko tulang mudah keropos dan gigi yang rapuh.
- Menjaga Kesehatan Sel-sel Otak
Jagung juga mengandung quercetin, sejenis antioksidan yang fungsinya memelihara sel-sel otak dari stres oksidatif. Seringkali penyakit kronis muncul akibat sel-sel otak yang meradang, salah satunya penyakit alzheimer. Namun dengan mengonsumsi jagung, kamu bisa menambah asupan antioksidan guna menjaga kesehatan sel-sel otak.
- Menjaga Suasana Hati
Kandungan magnesium yang terdapat dalam jagung juga bisa membantu menjaga suasana hati. Sedangkan seseorang yang kekurangan magnesium mungkin mengalami gejala cemas, stres, hingga depresi.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat: Gangguan Kecemasan
Pasalnya magnesium adalah zat yang berperan mengatur distribusi serotonin dan dopamin. Selain itu, magnesium juga membatasi pelepasan hormon kortisol yang memicu stres.
- Menghindari Penyakit Divertikulosis
Penyakit divertikulosis adalah kondisi yang ditandai oleh adanya kantung pada dinding usus besar. Hal ini bisa disebabkan karena saluran pencernaan yang kurang sehat.
Sebuah penelitian pernah membahas bahwa subjek yang rutin mengonsumsi jagung mengalami penurunan risiko penyakit divertikulosis hingga 20%.
Akan tetapi penelitian tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan apakah manfaat jagung ini benar-benar efektif.
Efek Samping Jagung
Artikel yang dipublikasikan WebMD menyebutkan beberapa efek samping mengonsumsi jagung. Mengingat jagung mengandung pati, tandanya buah ini mengandung gula yang bisa menyebabkan gula darah naik. Sehingga penderita diabetes perlu memperhatikan porsi yang dimakan.
Selain itu, jagung yang kurang segar mungkin terkontaminasi jamur yang memproduksi mikotoksin. Kalau kamu tanpa sengaja menelan mikotoksin dalam jumlah banyak, ini bisa menyebabkan masalah pada liver. Jadi pastikan pilih jagung yang segar supaya terhindar dari risiko ini.
Tips Mengolah Jagung
Supaya kamu bisa menikmati manfaat buah ini secara maksimal, maka kamu harus mengolahnya dengan benar. Beberapa cara yang dianjurkan yaitu:
- Untuk jagung bakar, jangan buang kulit terluar, cukup tarik ke bawah
- Rendam jagung dalam air bumbu selama 6 jam untuk menghilangkan anti-nutrien
- Jika ingin membakar jagung, gunakan sedikit margarin
- Tambahkan jagung pipil frozen ke salad dan sup
- Hindari mengolah jagung dengan tepung, misalnya dijadikan bakwan jagung
- Hindari menggoreng jagung dalam minyak banyak
- Hindari mengolah jagung dengan pemanis tambahan, seperti jasuke
Rekomendasi Olahan dengan Jagung
Banyak sekali olahan dari jagung di Indonesia, seperti bakwan jagung, jasuke hingga jagung ketan kelapa. Tetapi tak semua olahan jagung bisa dikatakan sehat. Kalau mau mencari olahan dengan jagung yang nutrisinya lengkap, pilihlah Hotto Mame Multigrain.
Minuman ini menggabungkan jagung dengan multigrain lain, seperti oats, lentil, dan barley yang kaya akan serat. Segelas minuman ini bisa memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga pas dijadikan camilan sehat kala sibuk. Kamu sendiri suka olahan jagung seperti apa?
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah jagung bisa menyebabkan kenaikan berat badan?
Bisa. Jagung bisa menyebabkan kenaikan berat badan kalau dikonsumsi secara berlebihan dan diolah dengan cara yang tidak sehat. Kalau tujuan kamu justru menurunkan berat badan, pastikan jagung dimasak tanpa pemanis tambahan.
Bagaimana cara memilih jagung manis yang segar?
Beberapa ciri jagung manis yang segar di antaranya warnanya kuning cerah dan tidak pucat, bentuk pipil utuh, rambut jagung tidak hitam, aroma harum, dan padat.
Apa perbedaan antara jagung manis dan jagung pipil?
Jagung manis dipanen saat masih muda, sedangkan jagung pipil dipanen saat tua. Jagung muda memiliki kadar gula yang lebih tinggi, sehingga rasanya manis. Namun jagung manis mudah rusak dan umumnya hanya bertahan selama 1-3 hari.
Apakah jagung aman untuk penderita diabetes?
Penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi jagung. Berdasarkan Healthline, jagung mengandung pati yang tinggi. Pati termasuk salah satu pemicu lonjakan gula darah. Oleh karena itu, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi buah ini.


