Sekilas memang terkesan seperti camilan sepele, padahal kacang tanah mengandung nutrisi yang tak kalah dengan kacang mahal. Kacang ini mengandung protein nabati, asam amino, lemak baik, dan nutrisi penting lainnya.
Asalkan kacang diolah dengan cara yang benar, kacang ini bisa memberikan khasiat yang bagus untuk kesehatanmu. Setelah membaca artikel ini, kemungkinan kamu akan menambahkannya ke piring makanmu. Mari jangan lewatkan!
Apa itu Kacang Tanah?
Kacang tanah adalah kacang yang asalnya dari Amerika Selatan. Rasanya manis, teksturnya renyah, dan memiliki sedikit aroma tanah. Kacang ini tumbuh di dalam tanah, sehingga memiliki kulit polong yang keras dan berwarna kecoklatan.
Biasanya kacang ini dimasak dengan cara disangrai, digoreng, dan dikukus. Tetapi karena tingginya kandungan lemak dan protein, kacang ini juga diolah menjadi selai kacang, minyak kacang, dan masih banyak lagi.
Healthline menyebutkan bahwa kacang tanah yang diolah dengan baik bisa membantu menurunkan berat badan.
Kandungan Nutrisi Kacang Tanah
Kacang ini mengandung nutrisi yang tak jauh berbeda dari almond, kenari, dan kacang-kacang lainnya. Berdasarkan data dari USDA Food Data Central, berikut adalah kandungannya:
| Nutrisi | Jumlah (per 100 gram) |
| Kalori | 567 kkal |
| Protein | 25.8 gr |
| Serat | 8.5 gr |
| Karbohidrat | 16.1 gr |
| Lemak | 49.2 gr |
| Omega 6 | 15.56 gr |
| Gula | 4.7 gr |
Manfaat Kacang Tanah bagi Kesehatan
Dengan asupan yang cukup dan konsisten, kacang ini bisa memberikan beberapa manfaat bagi tubuh, di antaranya:
- Menjaga Berat Badan yang Ideal
Sebuah studi yang berjudul Peanut consumption in adolescents is associated with improved weight status, membahas bahwa konsumsi kacang tanah membantu menjaga berat badan dan mengurangi risiko obesitas.
Baca Juga: 5 Makanan Diet Rendah Kalori, Baik untuk Menjaga Berat Badan
Hal ini karena kacang mengandung lemak tak jenuh dan tinggi protein. Ini membuat kacang mengenyangkan sehingga kamu merasa tak ingin makan banyak.
- Menyehatkan Jantung
Selain itu terdapat kandungan lemak sehat yang fungsinya menurunkan kadar lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh juga bersifat seperti antioksidan yang membantu meredakan pembuluh darah. Dengan pembuluh darah yang sehat, jantung tak perlu bekerja ekstra memompa aliran darah ke seluruh tubuh.
- Memberikan Asupan Antioksidan
Dalam artikel yang dipublikasikan Health.com, kacang mengandung flavonoid dan resveratrol, sejenis senyawa yang memberikan efek seperti antioksidan. Dengan adanya antioksidan, tubuh memiliki perlindungan sel alami dari radikal bebas.
Adapun radikal bebas adalah zat bebas yang bisa menyebabkan gangguan di dalam tubuh. Jika kamu mengincar manfaat ini, pastikan tidak mengupas kulit cokelatnya karena justru kulit tersebut tinggi antioksidan.
- Mengurangi Risiko Pembentukan Batu Empedu
Sebuah studi yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology menjelaskan bahwa mengonsumsi kacang tanah menurunkan risiko seseorang terkena penyakit batu empedu. Melansir WebMD, hal ini karena terdapat serat dan lemak tak jenuh yang membantu menghindari risiko terbentuknya batu empedu.
- Mendukung Pertumbuhan Otot
Setiap 100 gr kacang mengandung 25.8 gr protein. Kandungan protein yang tinggi tersebut bagus untuk mendukung pertumbuhan otot.
Dalam artikel Medical News Today, mengonsumsi protein lebih dari jumlah kebutuhan harian bagus untuk menambah massa otot. Sebaliknya kalau tubuh kekurangan protein otot, tubuh akan memecah protein tersebut sehingga menyebabkan otot kendur.
Olahan dari Kacang Tanah
Begitu banyak olahan kacang tanah yang ada di Indonesia. Namun tidak semuanya sehat, apalagi kacang tanah goreng yang justru mengandung lemak jenuh akibat melalui penggorengan. Sebagai alternatif, kamu bisa mencoba mengolahnya dengan cara yang lebih sehat berikut:
- Selai kacang tanpa gula
- Granola kacang tanah
- Minyak kacang
- Kacang tanah panggang
- Sambal kacang
- Mochi dengan isian pasta kacang tanah
- Campuran smoothie
- Kue kacang tanah
- Kacang tanah rebus
- Taburan di atas bubur atau sup
Alergi Kacang Tanah
Alergi kacang tanah adalah jenis alergi yang ini sangat umum diderita warga penduduk di dunia. Studi yang ditulis Burks mengenai Peanut allergy menyebutkan bahwa alergi ini tergolong berbahaya.
Kalau kamu merasa gejala seperti bibir bengkak dan biduran setelah makan kacang, segera pergi ke rumah sakit. Reaksi alergi yang paling parah, seseorang bisa merasa sulit bernapas bahkan kejang akibat turunnya tekanan darah secara drastis.
Rekomendasi Olahan Sehat dengan Kacang Tanah
Untuk memperoleh manfaat yang maksimal, konsumsi dengan cara yang sehat, seperti menyangrai atau merebusnya. Namun ada cara yang lebih praktis dan tetap menyehatkan, yaitu dengan minum Hotto Mame.
Minuman ini mengandung kacang tanah berkualitas, 14 jenis multigrain terbaik, prebiotik, dan protein whey, membuatnya nutrisinya lengkap dan melimpah. Hotto Mame cocok menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa ribet mengolah kacang!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah kacang tanah termasuk kacang-kacangan atau biji-bijian?
Kacang tanah adalah kacang yang satu keluarga dengan legumes atau biji-bijian. Pada dasarnya kacang ini adalah biji-bijian yang bisa dimakan. Hal ini karena kacang tumbuh dalam polong, sama seperti kedelai, polong hijau, dan lentil.
Apakah kacang tanah bisa menyebabkan alergi?
Bisa. Kalau kamu menderita alergi ini, kamu mungkin akan merasakan reaksi seperti biduran, bibir bengkak, hingga kesulitan bernapas. Reaksi ini bisa muncul beberapa menit setelah mengonsumsi kacang.
Bagaimana cara membuat selai kacang sendiri?
Caranya bisa dengan memanggang kacang terlebih dulu sampai matang di oven, lalu haluskan kacang di food processor. Selama proses ini, tambahkan gula, garam, dan zat pengemulsi agar hasilnya lembut.
Apakah kacang tanah aman dikonsumsi oleh ibu hamil?
Alodokter justru menyarankan ibu hamil mengonsumsi kacang tanah, karena ibu hamil sering mengalami tekanan darah tinggi. Pasalnya kacang ini tinggi antioksidan dan kalium. Kedua nutrisi tersebut dibutuhkan tubuh guna menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

