Sering Kentut Bisa Jadi Tanda Masalah Pencernaan, Ini Penjelasannya

Sering Kentut Bisa Jadi Tanda Masalah Pencernaan, Ini Penjelasannya
Penjelasan Tanda Sering Kentut bisa jadi Masalah Pencernaan

Siapa sih yang nggak pernah kentut? Justru kalau nggak kentut sama sekali itu yang berbahaya. Ketika gas yang ada di saluran pencernaan terlalu banyak, tubuh akan mengeluarkannya lewat kentut atau sendawa. Tapi hati-hati! Terlalu sering kentut juga bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan di tubuh kita. 

Jadi, berapa kali kentut yang dianggap ‘baik’ oleh tubuh? Apa penyebab kita sering kentut? Bagaimana cara mengatasinya? Semua akan dibahas lengkap dalam artikel ini. 

Proses Terjadinya Kentut

Pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu, proses terjadinya kentut. Kentut atau flatus adalah proses pelepasan gas secara alami dari saluran pencernaan melalui anus yang terbentuk dari udara yang tertelan saat makan/ berbicara dan hasil metabolisme bakteri di usus. Gas ini 99%nya terdiri dari nitrogen, hidrogen, karbon dioksida, metana, oksigen. Sekitar 1%nya berasal dari sulfur yang berbau busuk. Kentut yang berbau menyengat biasanya dipengaruhi oleh makanan tinggi sulfur atau penuh gas. 

Kentut biasanya terjadi beberapa kali sehari, bisa berbeda-beda setiap orang. Tergantung dari menu makanan, kebiasaan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan. Dalam Encyclopedia of Food Sciences and Nutrition, umumnya seseorang bisa kentut sebanyak 10 – 20 kali dalam sehari. Jika lebih dari ini atau bahkan lebih dari 25 kali sehari, bisa dipertanyakan apakah ada masalah kesehatan yang harus diperbaiki. 

Penyebab Sering Kentut

Berikut beberapa hal yang dapat memicu seseorang untuk kentut secara terus menerus, yaitu:

  1. Intoleransi Makanan

Sebagian orang memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu yang memicu produksi gas lebih banyak. Misalnya, intoleransi laktosa, yaitu ketika seseorang tidak bisa mencerna laktosa atau gula yang ada di dalam susu sapi, beserta produk olahannya. Selain sering kentut, perut juga mudah kembung dan diare. 

  1. Konstipasi atau Sembelit

Salah satu penyebab sering kentut adalah konstipasi atau sembelit. Saat sembelit, feses terjebak dalam usus besar dan sulit dikeluarkan. Hal ini memicu produksi gas berlebih akibat proses fermentasi feses di dalamnya. Semakin lama feses tidak dikeluarkan, semakin banyak juga jumlah gas yang menumpuk. 

  1. Konsumsi Makanan Bergas

Produksi gas pun dipengaruhi oleh makanan tertentu, terutama makanan pemicu gas berlebih dalam tubuh. Misalnya, minuman soda, sayur kol, brokoli, bawang-bawangan, dan makanan fermentasi (kimchi, durian, tape). Setelah dicerna, bakteri di usus akan memfermentasi makanan ini dan menghasilkan gas. 

Penyebab Sering Kentut
  1. Efek Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan juga dapat menimbulkan efek samping sering kentut, seperti anti nyeri, obat diabetes, anti depresan, antibiotik, obat darah tinggi, dan suplemen tertentu. Misalnya antibiotik dapat membunuh bakteri baik, sehingga mengganggu keseimbangan pencernaan, dan membuat sisa makanan difermentasi berlebihan oleh sisa bakteri sampai menghasilkan gas berlebih. 

  1. Terlalu Banyak Menelan Udara

Sering kentut juga dapat disebabkan oleh aerophagia, yaitu kondisi medis di mana seseorang menelan udara terlalu banyak baik sadar maupun tidak, lalu menumpuk di saluran pencernaan. Hal inilah yang membuat perut kembung, nyeri perut, sendawa, dan kentut berlebihan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bisa karena makan terlalu cepat, berbicara saat makan, merokok, dan sebagainya. 

  1. Sindrom Iritasi Usus (IBS)

Seseorang yang memiliki sindrom iritasi usus juga cenderung sering kentut. Biasanya kondisi ini ditandai dengan berbagai masalah pencernaan, seperti perut kembung. 

IBS (Irritable Bowel Syndrome) sering menyebabkan sering kentut karena kontraksi otot usus yang tidak teratur, sensitivitas usus tinggi, dan ketidakseimbangan bakteri usus, yang memicu fermentasi makanan berlebih dan produksi gas berlebih. Gangguan ini mengakibatkan gas terperangkap, menyebabkan perut kembung dan kentut terus-menerus.

  1. Menderita GERD

Selain IBS, sakit GERD juga memicu tubuh sering kentut. GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan yang efek sampingnya, dada terasa panas dan gas menumpuk sehingga lebih sering bersendawa. Tidak hanya terbatas IBS dan GERD saja, masalah pencernaan lain pun dapat memicu seseorang sering kentut. 

Cara Mengatasi Kentut Terus Menerus

Ada beberapa cara mengatasi kentut yang terjadi secara terus menerus, berikut yang bisa kamu lakukan:

  1. Menghindari makanan pemicu produksi gas berlebih, seperti minuman soda, durian, nangka, brokoli, kol, dan sebagainya.
  2. Lebih mindful saat makan. Dengan mengunyah makanan secara perlahan, tidak makan secara terburu-buru agar tidak menelan lebih banyak udara.
  3. Menjalani pola makan lebih sehat dengan gizi seimbang. Pastikan semua nutrisi –  karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
  4. Rutin berolahraga atau aktif bergerak dapat bantu melepaskan gas yang terperangkap di dalam perut. Olahraga ringan, seperti jalan kaki 30 menit sehari juga cukup. 
  5. Hindari produk susu sapi dan olahannya, apabila kamu memiliki intoleransi terhadap laktosa. Alternatifnya kamu bisa minum susu kacang kedelai, susu almond, dan sebagainya. 
  6. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Untuk mendukung kesehatan pencernaan sehari-hari, kamu juga bisa mengonsumsi Hotto Cocoa yang terbuat dari multigrain dan oat, dengan kandungan 8 gram serat yang membantu menjaga fungsi pencernaan tetap optimal.
Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik

Kapan Harus ke Dokter

Jika kentut terjadi terus-menerus meskipun sudah menerapkan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat. Mungkin ada masalah di pencernaan kamu yang harus ditangani medis. Oleh karena itu, sebaiknya periksa ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan guna mengetahui penyebab pasti dari keluhan yang kamu alami.

Kesimpulan

Kentut adalah proses alami tubuh untuk melepaskan gas dari saluran pencernaan dan umumnya terjadi sekitar 10–20 kali dalam sehari. Tapi kalau lebih dari itu, bisa jadi kentut menjadi tanda adanya masalah di pencernaan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari konsumsi makanan bergas tinggi, kebiasaan menelan banyak udara, efek obat-obatan, hingga kondisi medis tertentu. Jika kentut berlebih disertai nyeri perut, diare, atau kembung yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

You might also like...