Jantung berdebar, dada terasa terbakar, sesak napas sampai kesulitan bernapas saat GERD kambuh merupakan pengalaman yang sangat menakutkan. Tak heran ada banyak informasi simpang siur yang bilang GERD bisa memicu kematian mendadak. Tapi, apakah GERD seberbahaya itu?
Faktanya, GERD adalah kondisi medis yang umum terjadi oleh siapa saja. Meski gejalanya sangat menyiksa dan traumatis bagi penderitanya, GERD bukanlah penyakit yang memicu kematian mendadak. Tapi, bukan berarti bisa disepelekan! Jika tidak ditangani dengan baik, GERD dapat berdampak serius bahkan menyebabkan kematian. Yuk, kenali gejala GERD dan fakta medis dibalik mitos GERD bisa memicu kematian mendadak!
Apa Itu GERD?
Sering dianggap sama, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan sakit maag itu berbeda. Gejala GERD cenderung lebih parah karena asam lambung sampai naik ke kerongkongan, sehingga dada terasa terbakar. Sedangkan, maag merupakan peradangan pada lapisan lambung yang disebabkan oleh bakteri.
Baca Juga: Pentingnya Serat Larut Untuk Penderita GERD
GERD sendiri disebabkan oleh pola makan yang buruk. Apa yang kita masukkan ke dalam perut itulah yang menentukan jumlah produksi asam lambung. Makanan terlalu pedas, asam, berlemak bisa langsung memicu produksi asam berlebih. Lama kelamaan katup kerongkongan melemah dan asam lambung pun naik ke kerongkongan–inilah proses terjadinya GERD.
Kalau tidak segera ditangani dengan baik, gejala GERD akan semakin parah dan menimbulkan komplikasi serius.
Apakah Benar GERD Memicu Kematian Mendadak?
Tidak. GERD tidak langsung menyebabkan kematian mendadak. Awal mula isu ini muncul karena GERD dan serangan jantung memiliki gejala yang mirip. Tapi, bukan berarti GERD bisa disepelekan. Jika tidak ditangani dengan baik, GERD dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti luka di kerongkongan, pendarahan, pra-kanker esofagus, dan sebagainya.
Jadi, bukan GERD yang langsung menyebabkan kematian, tapi karena terjadi komplikasi serius yang tidak segera ditangani.
Banyaknya informasi simpang siur tentang GERD di media sosial inilah yang memicu ketakutan berlebih. Padahal, meskipun gejalanya mirip, GERD tidak berhubungan langsung dengan jantung. Jadi, bagaimana cara membedakan GERD dengan serangan jantung?
Cara Membedakan GERD dan Serangan Jantung
Penyebab GERD dan serangan jantung sendiri, sebenarnya sudah sangat berbeda. GERD disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan, sedangkan serangan jantung karena aliran darah ke jantung terhambat. Jika kita perhatikan berdasarkan gejalanya pun ada perbedaan jelas. Berikut beberapa diantaranya:
| Gejala | GERD | Serangan Jantung |
| Nyeri Dada | Nyeri dada disertai sensasi terbakar | Nyeri dada seperti ditekan kuat, menjalar ke punggung/ lengan |
| Mual | Mual setelah makan, sulit menelan | Bisa mual mendadak tanpa sebab |
| Waktu Kambuh | Setelah makan/minum yang picu asam lambung naik & posisi berbaring | Bisa terjadi kapan saja, mendadak |
| Obat Lambung | Biasanya membaik | Tidak mempan |
Untuk diagnosis yang lebih akurat, jika merasakan nyeri di dada, sebaiknya segera periksa ke dokter terdekat kamu.
Komplikasi GERD yang Perlu Diwaspadai
Meskipun GERD tidak menyebabkan kematian mendadak, tapi GERD bisa berkembang menjadi komplikasi serius yang menyebabkan kematian. Berikut beberapa komplikasi GERD yang perlu kamu waspadai, beserta alasan dan penanganan yang harus dilakukan:
- Esofagitis
Komplikasi yang paling umum terjadi adalah esofagitis atau radang kerongkongan. Hal ini akibat dari seringnya cairan asam naik ke kerongkongan karena katup esofagus melemah, tidak dapat menutup sepenuhnya. Lama kelamaan kerongkongan akan iritasi, sehingga menjadi radang.
- Barret’s Esophagus
Jika esofagitis tidak ditangani dengan baik, jaringan kerongkongan akan rusak, luka, dan berkembang menjadi Barret’s Esophagus atau disebut pra-kanker. Banyak orang yang tidak menyadari mengidap barret’s esophagus karena gejalanya mirip dengan GERD biasa. Gejalanya hanya bisa dilihat melalui endoskopi. Jadi, usahakan untuk cek ke dokter saat gejala GERD muncul.
- Kanker Kerongkongan
Karena sulit dideteksi, biasanya Barret’s Esophagus ditemukan saat sudah berkembang menjadi kanker. Pada tahapan ini, gejalanya sudah semakin parah–nyeri di tenggorokan hingga punggu, sulit menelan, hingga batuk darah. Segera mendapatkan penanganan dari dokter untuk mencegah penyebaran sel kanker ke jaringan lain.
- Striktur Esofagus
Striktur esofagus adalah penyempitan kerongkongan yang disebabkan oleh jaringan parut yang menumpuk karena lapisan kerongkongan rusak. Akibatnya, jadi susah menelan makanan maupun air minum, sehingga mudah tersedak saat makan. Selain itu, penyempitan kerongkongan juga bisa membuat sesak napas.
- Pneumonia Aspirasi
Komplikasi lainnya adalah pneumonia aspirasi, yang terjadi karena seringnya menghirup asam lambung yang naik ke tenggorokan. Akibatnya, paru-paru jadi infeksi dan terjadi peradangan. Meskipun, kasus ini jarang terjadi tapi ada baiknya tetap diperhatikan. Jika tiba-tiba dahak gelap, mudah lelah, nyeri dada, dan sesak napas, segera cek ke dokter.
Kapan Harus Ke Dokter?
Kalau kamu merasakan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, nyeri perut, atau sensasi terbakar di dada, segera periksakan kondisi ke dokter. Penanganan medis yang tepat penting sekali untuk menghindari komplikasi serius.
Tapi ingat, minum obat saja tidak cukup. Sebanyak apapun obat yang kamu minum, kalau pola hidup tidak berubah, GERD akan terus kambuh dan makin parah. Ujung-ujungnya, dosis obat naik, dan risiko komplikasi makin besar.
Kunci utama mencegah GERD kambuh adalah dengan aktif bergerak, pola makan sehat, dan kelola stres dengan baik. Hindari makanan pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, asam, dan berlemak. Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan tinggi serat yang bisa bantu menetralkan asam lambung. Untuk pilihan praktis, kamu juga bisa konsumsi minuman tinggi serat seperti Hotto Purto. Terdapat 15 multigrain, ubi ungu, dan oat beta glucan yang diformulasikan khusus untuk menyerap asam lambung berlebih.
Kesimpulan
GERD bukan penyebab kematian mendadak, tapi jika disepelekan GERD dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang berujung kematian. Awal mula tersebarnya mitos tentang GERD menyebabkan kematian mendadak karena miripnya gejala GERD dengan serangan jantung. Makanya, penting untuk mengetahui perbedaan gejalanya berdasarkan tabel di atas dan segera periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

