Semakin bertambahnya usia kamu penasaran nggak sih..Kenapa ya rata-rata atau bahkan sebagian besar orang punya perut yang buncit? Walaupun sering dianggap remeh tapi orang-orang biasanya mulai sadar kalau punya tubuh yang nggak seperti saat-saat mereka remaja. Berat badan gampang naik, sering cepat lelah, dan jadi gampang sakit. Sebenarnya ada kaitannya nggak sih penuaan dengan buncit? Nah, mitos-mitos seputar buncit akan coba Minto jelasin nanti. Tapi, mending kita cari tahu dulu deh bagaimana perut bisa membuncit.
Penyebab Perut Menjadi Buncit
Sederhananya sih, perut buncit terjadi akibat dari penumpukan lemak di area perut. Tetapi mekanisme kenapa terjadi penumpukan lemak adalah karena berbagai faktor. Faktor-faktor yang tanpa kita sadari menjadi kebiasaan dan mengubah pola hidup kita secara keseluruhan. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kebiasaan ini, antara lain:
- Pola makan yang tidak sehat: Seperti mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak di seluruh tubuh. Terutama di area perut.
- Kurang Aktivitas Fisik: Kalori yang masuk kedalam tubuh harus dibakar agar diubah menjadi energi. Salah satu penyebab penumpukan lemak terjadi karena kalori yang tidak dapat dibakar secara optimal. Ini adalah efek dari kurangnya aktivitas fisik seperti berolahraga.
- Faktor Genetik: Walaupun nggak bisa menjadi jaminan dan alasan, akan tetapi ada beberapa orang yang tipe tubuhnya adalah Endomorph. Tipe tubuh yang memiliki proses metabolisme lebih lambat sehingga rentan terjadinya penumpukan lemak.
- Usia: Seiring bertambahnya usia, metabolisme juga ikut melambat, sehingga pembakaran energi menjadi energi akan lebih sedikit.
- Stress Kronis: Stress kronis akan menimbulkan perilaku yang nggak sehat pada tubuh kita. Sebagai contoh, saat stress kita akan rentan mengalami masalah stress-eating. Kondisi dimana mencari jalan pintas untuk keluar dari stress melalui makanan. Namun sayangnya, cara ini nggak benar-benar bisa membantu kita untuk mengeluarkan diri dari stress. Malahan, ini bisa jadi kebiasaan dan mengubah perilaku kita untuk mencari jalan keluar dengan makan saat stress menyerang.
Setelah mengetahui beberapa penyebab bagaimana perut buncit bisa terjadi, ada sebaiknya kita juga mengetahui tentang mitos-mitos yang beredar di masyarakat dan sering dianggap hal yang benar.
5 Mitos Perut Buncit yang Sering Dianggap Benar
Banyak banget orang yang menganggap mitos-mitos yang beredar menjadi hal yang normal, seakan-akan ini bisa menjadi justifikasi kita kalau berada di posisi yang “aman”. Padahal, kalau kita bisa benar-benar memahami bagaimana dan apa efek perut buncit bagi tubuh, tentu kita akan lebih bijak dalam menjalani pola hidup dengan yang lebih sehat.
1. Sit-up Dapat Mengecilkan Perut
Fakta: Melakukan sit-up ya memang bisa saja membuat mengecilkan perut. Tapi, kalau hanya melakukan sit-up nggak akan membakar lemak di area perut secara langsung. Pembakaran akan terjadi secara maksimal apabila kita melakukan kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan. Latihan kardio dapat membantu membakar kalori keseluruhan, sedangkan latihan kekuatan dapat membangun massa otot.
Ada baiknya untuk mengatur program latihan secara konsisten, lakukan kombinasi tiga kali latihan kardio dan dua kali latihan beban untuk pembakaran lemak yang maksimal. Tapi, kamu harus tahu kalau mengecilkan perut buncit nggak bisa dilakukan secara instan ya.
2. Hanya Orang Gemuk Yang Memiliki Perut Buncit
Fakta: Nggak hanya orang yang gemuk, orang yang kurus pun bisa punya perut buncit. Penumpukan lemak di area perut nggak selalu terlihat dari luar. Orang kurus pun bisa punya lemak visceral (lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam perut) yang tinggi. Lemak ini adalah lemak yang lebih berbahaya karena lebih susah untuk dihilangkan.
3. Konsumsi Makanan Atau Minuman Tertentu Dapat Mengecilkan Perut
Fakta: Nggak ada makanan atau minuman yang secara langsung dapat mengecilkan perut buncit. Apalagi dengan embel-embel seperti “menghilangkan lemak lewat BAB”. Lemak hanya bisa dihilangkan melalui pembakaran. Sedangkan, salah satu cara untuk memaksimalkan pembakaran lemak bisa dilakukan dengan meningkatkan metabolisme tubuh. Saran Minto, pilih makanan atau minuman tambahan yang menunjang gaya hidup secara keseluruhan, bukan dengan klaim manfaat instan.
4. Memakai Korset Dapat Mengecilkan Perut Buncit
Fakta: Memakai korset nggak akan ada efek apapun terkait pembakaran lemak. Pemakaian korset hanya dapat menekan perut sementara waktu. Alih-alih membakar lemak, pemakaian korset yang terlalu ketat malah dapat mengganggu kesehatan pencernaan.
5. Perut Buncit Adalah Tanda Penuaan
Fakta: Memang, perut buncit kebanyakan lebih sering terjadi pada orang tua, tapi bukan berarti perut buncit adalah tanda penuaan. Stop normalisasi hal seperti ini. Perut buncit adalah gejala kalau perut kita punya lemak yang berbahaya bagi tubuh. Alasan mengapa perut buncit lebih sering terjadi pada usia tua, hal ini terjadi kebanyakan orang kurang aktif dalam aktivitas fisik sedangkan metabolisme tubuhnya semakin menurun.
3. Tips Mengecilkan Perut yang Baik
Punya perut buncit memang struggling. Selain penampilan, perut buncit tanda kalau kita punya isu kesehatan. Lemak yang menumpuk di area perut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit berbahaya, seperti diabetes, penyakit jantung dan stroke.
Yang harus kamu pahami, mengecilkan perut buncit nggak bisa hanya dilakukan dengan waktu yang singkat. Butuh konsistensi dan usaha yang cukup besar untuk menghilangkan perut buncit. Apa saja hal-hal yang bisa kamu lakukan?
1. Batasi Gula, Garam dan Lemak
Kemenkes telah memberikan kesadaran mengenai anjuran batasan GGL perhari. Konsumsi yang berlebihan bisa meningkatkan risiko perut menjadi buncit. Gula akan meningkatan produksi trigliserida sebagai lemak yang dapat menyumbat pembuluh darah. Garam akan membuat tubuh terhambat dalam proses netralisir air sehingga metabolisme menjadi lambat. Dan, konsumsi lemak berlebihan meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh.
2. Tingkatkan Aktivitas Fisik Secara Rutin
Aktivitas fisik punya peran yang sangat penting untuk meningkatkan pembakaran lemak. Lakukan kombinasi latihan kardio dan latihan beban untuk hasil yang maksimal. Latihan beban akan meningkatkan massa otot sehingga tubuh akan tetap aktif untuk melakukan pembakaran walaupun kita dalam keadaan diam. Sedangkan latihan kardio akan melatih detak jantung dan meningkatkan kerja sel-sel tubuh hingga mencapai titik pembakaran lemak dan kalori secara maksimal.
3. Perbanyak Konsumsi Serat
Serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat dicerna sehingga membantu kamu untuk merasa kenyang lebih lama. Membantu kamu untuk makan lebih sedikit kalori dan mengurangi risiko penumpukan lemak di area perut. Selain itu, serat dapat membantu mengurangi penyerapan lemak di usus halus. Membuat tubuh membakar lebih banyak lemak dan mengurangi penumpukan lemak di area perut.
Sumber serat yang tinggi bisa kamu dapatkan melalui sayuran, biji-bijian dan buah-buahan. Selain itu kamu juga bisa melengkapi kebutuhan serat dengan konsumsi suplemen serat tambahan seperti Hotto Purto. Kandungan biji-bijian yang utuh pada Hotto terbukti sebagai sumber serat yang baik dan membantu kamu untuk mengecilkan perut secara aman. Hotto bukanlah minuman pelangsing secara instan, melainkan minuman multigrain yang menunjang gaya hidup yang lebih sehat.
Kamu bisa dapatkan Hotto di agen-agen terdekat di kota kamu, atau kamu juga bisa beli Hotto melalui marketplace. https://linktr.ee/secangkirhotto

