
Pernah merasa sudah memilih makanan yang sehat, tetapi baru dua jam kemudian sudah lapar lagi?
Atau justru kamu sering berniat sarapan, tapi pekerjaan dan perjalanan pagi membuat waktu makan terus mundur?
Saat memilih multigrain, pertanyaan yang sering muncul sebenarnya sederhana: lebih baik dikonsumsi pagi, sore, atau malam?
Jawabannya tidak selalu sama untuk semua orang. Waktu terbaik mengonsumsi multigrain bergantung pada kebutuhan, aktivitas, dan kebiasaan makan mu sehari-hari.
Apakah Ada Waktu Terbaik Mengonsumsi Multigrain?
Tidak ada satu waktu yang paling benar. Tubuh setiap orang bekerja dengan ritme yang berbeda. Orang yang duduk di depan laptop hampir sepanjang hari tentu punya kebutuhan energi yang berbeda dengan orang yang setiap sore berlari atau rutin berolahraga.
Begitu juga orang yang hanya membutuhkan sarapan praktis sebelum bekerja tentu berbeda dengan mereka yang sedang mencari makanan untuk membantu pemulihan setelah latihan.
Karena itu, daripada mencari jam yang dianggap paling ideal, lebih baik sesuaikan waktu konsumsi multigrain dengan aktivitas yang sedang kamu jalani.
Dengan begitu, manfaatnya terasa lebih relevan dengan kebutuhanmu sehari-hari.
Saat Sarapan: Memulai Hari dengan Energi yang Lebih Stabil
Buat banyak orang, pagi adalah waktu yang paling sibuk. Ketika alarm berbunyi, kita masih butuh beberapa menit untuk kembali tidur atau sekadar mengumpulkan semangat bangkit. Kadang ketika sudah bersiap, kita hanya punya waktu beberapa menit sebelum berangkat bekerja atau mengantar anak ke sekolah. Akibatnya, sarapan sering dilewatkan atau diganti dengan makanan yang cepat mengenyangkan, tetapi membuat lapar kembali tidak lama kemudian.

Di sinilah multigrain bisa menjadi salah satu pilihan. Multigrain yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat bisa menjadi pilihan sarapan yang membantu membuat rasa kenyang lebih bertahan, terutama jika dipadukan dengan sumber protein seperti telur atau yogurt.
Kalau waktu terbatas, yang terpenting bukan membuat menu yang rumit, tetapi memastikan tubuh tetap mendapat asupan energi untuk memulai hari.
Sebagai Camilan Saat Lapar Mulai Datang
Ada satu waktu yang sering menjadi “jam rawan,” yakni sekitar pukul tiga atau empat sore.
Pekerjaan belum selesai, tapi konsentrasi mulai turun. Tangan mulai membuka aplikasi pesan makanan, lalu godaan minuman atau camilan manis terasa semakin sulit ditolak.
Kalau momen ini sering kamu alami, multigrain bisa menjadi alternatif camilan yang lebih mengenyangkan dibanding camilan tinggi gula.

Bukan berarti kamu tidak boleh menikmati makanan manis sesekali. Namun, memilih camilan yang mengandung serat dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan membuatmu tidak terlalu lapar saat waktu makan berikutnya.
Sebagai Pendamping Makanan Utama
Mengonsumsi multigrain tidak selalu berarti harus mengganti makanan utama. Cara yang justru lebih mudah adalah memasukkannya ke pola makan yang sudah biasa kamu jalani.
Misalnya dengan mencampurkan berbagai jenis biji-bijian ke dalam nasi, memilih roti multigrain sebagai pengganti roti biasa, atau menambahkan oat ke menu sarapan.

Pendekatan seperti ini sering kali lebih mudah dipertahankan dibanding mengubah pola makan secara drastis. Karena pada akhirnya, kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus biasanya lebih bertahan daripada perubahan besar yang hanya dilakukan beberapa hari.
Sebelum atau Setelah Berolahraga
Kalau kamu rutin berolahraga, waktu konsumsi multigrain juga bisa disesuaikan dengan jadwal dan jenis latihan. Sebelum latihan, sumber karbohidrat bisa membantu memenuhi kebutuhan energi. Setelah latihan, multigrain dapat dipadukan dengan sumber protein sebagai bagian dari pola makan setelah berolahraga.

Untuk latihan yang singkat atau ringan, kamu mungkin tidak membutuhkan makanan tambahan khusus sebelum berolahraga. Yang perlu diingat, kebutuhan setiap orang bisa berbeda tergantung jenis olahraga, durasi latihan, dan tujuan yang ingin dicapai.
Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Multigrain?
Kalau ada satu jawaban yang paling tepat, jawabannya adalah ketika multigrain paling mudah menjadi bagian dari rutinitasmu.

Kesimpulan
Multigrain bukan makanan yang hanya boleh dikonsumsi pada pagi, sore, atau malam hari.
Karena kandungan karbohidrat kompleks, serat, dan berbagai nutrisi di dalamnya, multigrain cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhanmu. Bisa menjadi sarapan yang praktis, camilan di sela aktivitas, pendamping makanan utama, maupun bagian dari menu sebelum atau setelah berolahraga.
Jadi, tidak perlu terlalu sibuk mencari jam yang paling tepat. Pilih waktu ketika multigrain memang paling masuk akal untuk rutinitasmu lalu jalani secara konsisten. Kalau pagi adalah waktu paling realistis buatmu, misalnya, minuman multigrain seperti Hotto bisa jadi pilihan praktis karena cukup disiapkan dalam waktu singkat.


Indra Cahya adalah Content Writer di Hotto, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai editor dan penulis konten digital. Ia telah menghasilkan berbagai konten seputar gaya hidup dan kesehatan yang dipublikasikan di media online seperti Merdeka.com dan Liputan6.com.


