Penyakit tiroid adalah penyakit yang disebabkan karena gangguan pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini memegang fungsi penting dalam memproduksi hormon tiroid, yaitu hormon yang mengatur kecepatan metabolisme tubuh.
Apabila kelenjar ini bermasalah, nantinya itu berdampak pada kinerjanya. Kelenjar tiroid akan memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon. Kondisi yang tak segera ditangani bisa berujung menjadi nodul tiroid, gondok, hipertiroidisme, hingga hipotiroidisme.
Namun bagaimana ini bisa terjadi? Mari kenali penyebab dan cara mengobatinya melalui artikel berikut!
Pengertian Penyakit Tiroid
Tiroid adalah kelenjar penting di dalam leher yang bentuknya seperti kupu-kupu. Sedangkan penyakit tiroid adalah penyakit akibat terganggunya fungsi tiroid, sehingga menyebabkan produksi hormon yang tidak stabil.
Apabila terlalu banyak hormon tiroid, ini meningkatkan risiko hipertiroidisme. Sedangkan terlalu sedikit hormon ini menyebabkan hipotiroidisme. Masalah-masalah tersebut tidak akan terjadi kalau kelenjar tiroid berfungsi dengan normal.
Berdasarkan American Thyroid Association, kelenjar ini berkaitan erat dengan hormon estrogen. Hormon ini berperan dalam mengatur tingkat penggunaan hormon tiroid oleh tubuh. Sebagai akibatnya, wanita dengan estrogen yang dominan cenderung terkena masalah tiroid selama masa hidupnya.
Jenis Penyakit Tiroid dan Penyebabnya
Sebelumnya disebutkan kalau penyakit ini menyebabkan hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Tetapi ada juga nodul tiroid, gondok, bahkan kanker tiroid. Semuanya masuk ke jenis gangguan tiroid, adapun masing-masing penyebabnya yaitu:
Hipertiroidisme
Kondisi ini disebabkan akibat kelenjar tiroid terlalu banyak memproduksi hormon tiroid. Sebagai akibatnya, organ-organ tubuh berfungsi lebih cepat dari biasanya, termasuk organ metabolisme tubuh dan jantung. Maka dari itu kondisi ini bisa menyebabkan berat badan turun drastis dan detak jantung jadi cepat.
Hipotiroidisme
Kondisi ini kebalikan dari kondisi sebelumnya, yaitu ketika hormon tiroid yang diproduksi terlalu sedikit. Akibatnya menghambat fungsi dari beberapa organ tubuh. Kondisi ini juga mempengaruhi metabolisme tubuh dan membuatnya lebih lambat, sehingga bisa memicu kenaikan berat badan tiba-tiba.
Melansir Siloam Hospitals, kondisi hipotiroidisme yang tidak ditangani segera bisa berujung myxedema, yaitu komplikasi kesehatan yang menyebabkan kekurangan sel darah merah, suhu tubuh menurun, hingga gagal jantung.
Penyakit Gondok
Penderita gondok akan memiliki leher gemuk. Kondisi ini disebabkan karena tubuh kekurangan yodium, padahal yodium adalah mineral penting dalam pembuatan hormon tiroid.
Kalau kekurangan yodium, kelenjar tiroid akan membesar supaya mampu memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan rasa sakit, namun gondok yang terlalu besar mungkin mengganggu kemampuan menelan.
Nodul Tiroid
Kelenjar tiroid normalnya memiliki permukaan yang rata. Namun jika mengalami nodul tiroid, maka kelenjar tersebut akan memiliki benjolan-benjolan kecil yang berisi cairan. Munculnya benjolan atau nodul bisa dikarenakan tubuh kekurangan yodium atau gejala awal tumor jinak.
Melansir artikel dari Siloam Hospitals, nodul tiroid umumnya tidak berbahaya. Namun kau tetap perlu periksa ke dokter supaya mengetahui penyebab munculnya nodul tersebut.
Kanker Tiroid
Kasus yang lebih parah yaitu kanker tiroid. Penyakit ini bisa terjadi akibat adanya kelainan pada sel-sel pada kelenjar tiroid. Sel-sel tersebut bisa berkembang menjadi jaringan kanker hingga membentuk tumor. Namun kondisi ini masih bisa disembuhkan kalau sudah terdeteksi dari awal.
Gejala Umum Penyakit Tiroid
Secara umum penyakit tiroid ditandai dengan pembengkakan leher akibat kelenjar tiroid yang membesar. Itu bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan menelan.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat: Gangguan Kecemasan
Tetapi gejala lain mungkin muncul akibat dari jumlah hormon tiroid yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Kalau kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme), beberapa gejala yang muncul seperti:
- Rasa cemas berlebih
- Tubuh gemetar
- Kelelahan
- Berat badan turun padahal nafsu makan meningkat
- Detak jantung tidak teratur
- Keringat berlebih
- Pembengkakan pada kelenjar tiroid
Sebaliknya, jika tubuh kekurangan hormon tiroid akibat kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), gejala yang muncul bisa berupa:
- Kulit kering
- Rambut rontok
- Sulit berkonsentrasi
- Konstipasi
- Berat badan bertambah padahal nafsu makan berkurang
Pencegahan Penyakit Tiroid
Kelenjar tiroid yang tidak sehat menjadi awal dari munculnya penyakit tiroid. Maka untuk mengurangi risiko terkena penyakit tersebut, lakukan beberapa hal yang bisa menjaga kesehatan tiroid, seperti:
Berhenti Merokok
Dalam jurnal “Pengaruh merokok terhadap kelenjar tiroid” dibahas bahwa kandungan nikotin meningkatkan kadar hormon tiroid, sehingga berpotensi memicu hipertiroidisme.
Ketika kelenjar tiroid memproduksi banyak hormon, maka kelenjar akan mengalami pembesaran, Tandanya merokok juga bisa meningkatkan risiko terkena gondok atau pembesaran kelenjar tiroid.
Maka dengan berhenti merokok, kamu turut menjaga kesehatan tiroid supaya tidak terkena penyakit.
Kurangi Konsumsi Makanan Tinggi Goitrogen
Goitrogen adalah zat yang bisa mengganggu produksi hormon tiroid. Pasalnya zat tersebut menghambat kelenjar tiroid dalam menyerap yodium, yang mana komponen penting dalam pembuatan hormon tiroid.
Baca Juga: Gaya Hidup Berkelanjutan, Hidup Hemat dan Ramah Lingkungan!
Akibat kekurangan yodium, kelenjar tiroid harus bekerja lebih keras. Supaya tiroid terhindar dari masalah tersebut, penting mengurangi konsumsi makanan tinggi goitrogen.
Contohnya kubis-kubisan, kangkung, brokoli, pakcoy, kembang kol, lobak, bayam, dan selada. Akan tetapi, memasak makanan tersebut dengan cara merebusnya sampai matang bisa membantu mengurangi kadar goitrogen di dalamnya.
Cek Kesehatan Tiroid secara Rutin
Dengan melakukan cek kesehatan secara rutin membantu mendeteksi gejala penyakit tiroid sejak dini, sehingga kamu bisa mendapat penanganan sesegera mungkin.
Tes ini akan mendeteksi adanya pembengkakan atau benjolan di sekitar leher. Supaya memastikan tiroid tetap sehat, hendaknya melakukan pengecekan setiap 1 tahun sekali.
Pengobatan Penyakit Tiroid
Penyakit ini membutuhkan penanganan medis supaya cepat disembuhkan. Pada kasus yang lebih parah mungkin membutuhkan pembedahan. Namun umumnya berikut adalah pengobatan medis yang diberikan:
Konsumsi Obat-obatan
Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab masalah tiroid sendiri. Apabila tiroid terlalu aktif, maka obat yang diberikan adalah thionamides, yaitu grup obat-obatan yang fungsinya memperlambat produksi hormon tiroid.
Dokter juga mungkin merekomendasikan beta-blocker, yaitu adalah obat yang fungsinya meredakan gejala akibat kelebihan hormon tiroid.
Terapi Radioaktif
Pengobatan ini ditujukan untuk meredakan kondisi hipertiroidisme. Nantinya kamu akan mendapatkan kapsul atau minuman berisi cairan radioaktif.
Zat tersebut berperan untuk menghancurkan kelebihan sel-sel tiroid, sehingga turut membantu menormalkan kembali produksi hormon tiroid. Namun tidak semua dokter akan memberikan pengobatan ini untuk mengatasi masalah tiroid.
Hormon Tiroid Sintetis
Untuk mengatasi hipotiroidisme, dokter mungkin merekomendasikan pemberian hormon tiroid sintetis.
Hormon ini nantinya bertujuan untuk menutupi kekurangan hormon tiroid yang dibutuhkan tubuh. Cara ini sudah lama dipakai dan tergolong efektif dalam mengembalikan kadar hormon tiroid ke ambang normal.
Pembedahan
Apabila pengobatan sebelumnya tidak berhasil, kamu mungkin harus menjalani pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid. Biasanya ini direkomendasikan untuk mengatasi gondok yang terlalu besar atau kanker tiroid.
Namun setelah pengangkatan tiroid, tubuh tidak lagi mempunyai “pabrik” pembuat hormon tiroid. Maka dari itu penderitanya harus mengonsumsi hormon tiroid sintetis secara rutin supaya kebutuhan tubuh tetap terpenuhi.
Kapan Harus ke Dokter?
Kalau kamu mengalami beberapa dari gejala yang disebutkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam, khususnya kalau kamu mengalami perubahan berat badan drastis, rambut rontok parah, atau kesulitan menelan.
Dokter mungkin akan melakukan diagnosis melalui tes darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid. Tetapi kalau kasusnya lebih parah, kamu mungkin menjalani USG untuk memeriksa potensi nodul atau gondok.
Dengan penanganan segera, penyakit tiroid bisa sembuh sebelum menyebabkan komplikasi lain!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa yang dirasakan oleh penderita tiroid?
Berdasarkan artikel dari Siloam Hospitals, penderita penyakit ini mungkin akan merasakan gejala seperti lelah tanpa sebab, perubahan nafsu makan dan berat badan, perasaan cemas, hingga detak jantung menjadi tidak teratur (aritmia).
Apakah penyakit tiroid bisa disembuhkan?
Tentu saja. Namun untuk menyembuhkannya, kamu membutuhkan penanganan dari dokter supaya mendapat pengobatan yang sesuai. Proses penyembuhan juga bisa cepat atau lambat, tergantung dari usia, gaya hidup dan konsistensi dalam mengonsumsi obat.
Apakah penyakit tiroid bisa menyebabkan meninggal?
Melansir Alodokter, penyakit ini tidak selalu menyebabkan seseorang meninggal. Tergantung dari penyebabnya, ada yang karena kekurangan yodium, ada yang karena kanker. Penyakit ini bisa berbahaya kalau penyebabnya kanker. Oleh karena itu, segera periksa ke dokter penyakit dalam sebelum terlambat.

