Bayangin kalau kamu lagi BAB terus feses yang kamu keluarkan keras dan kering. Pasti kita butuh effort yang jauh lebih besar. Ditambah, kita akan tersiksa dengan feses yang sulit keluar. Kalau kita seringkali melakukan BAB dengan cara seperti itu tandanya pencernaan kita lagi nggak sehat. Apalagi, kalau frekuensinya cukup sering, bukan nggak mungkin kalau resiko anus kita akan rentan mengalami lecet. Ternyata, sembelit bisa membuat aktivitas yang seharusnya nyaman akan terasa menyiksa ya?
Dengan data dari Riskesdas kalau 90% orang Indonesia kurang konsumsi serat ini bisa jadi bukti yang nyata kalau masyarakat Indonesia rentan mengalami sembelit. Sembelit sebenarnya adalah kondisi di mana saat kita mengalami gangguan saat BAB yang disebabkan oleh turunnya aktivitas usus.
Fungsi usus sebagai organ vital pencernaan harus kita jaga dan pelihara dengan baik. Seberapa sering kamu mendengar kalau “usus adalah otak kedua” ? Istilah itu benar adanya, karena usus adalah tempat di mana nutrisi akan diserap secara optimal dan saraf pada usus langsung tersambung kepada otak. Makanya, sebagai organ yang sensitif, gangguan-gangguan sedikitpun bisa buat usus kamu ngambek.
Sembelit Adalah?
Sembelit adalah contoh yang paling sering terjadi kalau usus kamu lagi ngambek, kira-kira hal-hal apa aja sih yang bisa bikin usus kamu ngambek dan membuat kita sembelit?
Penyebab Sembelit
Minto sudah rangkum dan kamu bisa simak 5 hal penyebab sembelit di bawah ini ya.
Kurang Minum Air Putih
Tubuh itu memiliki kadar 70% yang tersusun atas air. Makanya, penting banget untuk menjaga tubuh kita terhidrasi. Coba deh kamu ingat, berapa banyak kamu minum air putih setiap hari? Minuman yang nggak punya kalori sama sekali ini punya banyak banget manfaat, seperti melembabkan kulit, membantu menghindari penumpukan lemak dan utamanya adalah untuk menjaga kelancaran pencernaan.
Ketika tubuh kita terhidrasi dengan baik, air putih akan berperan untuk membuat feses menjadi lunak sehingga membuatnya lebih mudah bergerak melalui usus. Air juga menjaga kepadatan feses agar menjadi lebih mudah saat didorong oleh otot usus dan saat dikeluarkan melalui anus.
Kebutuhan air putih setiap orang berbeda, akan tetapi minimal kita bisa memenuhi kebutuhan air putih sebanyak 8 gelas perhari. Walaupun gerakan untuk minum 8 gelas air putih per hari sudah digaungkan sejak dulu oleh Kemenkes tapi banyak orang yang suka lupa untuk “sekadar” minum air. Minto akan kasih tips buat kamu yang kesusahan minum air putih:
- Minum 1 gelas saat bangun tidur
- Biasakan minum 1 gelas sebelum makan dan 1 gelas sesudah makan
- Rajin isi botol dengan air putih, dan selalu taruh dekatmu
- Setel “alarm” air putih setiap 1 jam sekali.
Jarang Olahraga
Biasakan olahraga deh! Olahraga membantu meningkatkan pergerakan usus dan melancarkan pencernaan. Kalo kamu jarang olahraga, usus jadi kurang aktif dan menurunkan rangsangan dan gerakan pada otot perut. Sehingga feses akan “terjebak” di usus dengan waktu yang lama. Ketika hal ini terjadi, usus akan jadi lebih keras dan susah untuk dikeluarkan.
Jangan mager, seenggaknya olahraga minimal 30 menit setiap hari bisa membuat otot perut aktif. Pilih olahraga yang paling kamu sukai. Dari jalan kaki, ataupun olahraga di rumah, bebas semau kamu. Tapi, untuk kelancaran pencernaan yang optimal Minto kasih tips untuk olahraga yang bisa untuk memperkuat otot perut seperti Yoga ataupun HIIT (High-Intensity Interval Training).
Kebiasaan Menunda BAB
Usus dan otak dihubungkan dengan saraf-saraf. Ini sebab kita bisa tahu saat-saat di mana kita lapar, merasakan sakit, ataupun rangsangan saat ingin buang air. Ini tanda kalau tubuh memberikan sinyal kepada kita. Tapi sayangnya, masih banyak loh orang yang menunda kebiasaan buang air. Padahal ini memberikan efek jangka panjang yang cukup serius. Seperti batu ginjal kalau kita sering menunda buang air kecil.
Hal yang cukup serius akan terjadi juga ketika kita sering menunda kebiasaan buang air besar. Menunda BAB akan membuat feses menjadi lebih keras dan kering, sehingga sulit dikeluarkan. Usus juga akan menjadi kurang sensitif terhadap dorongan untuk BAB. Selain itu, feses yang “terbiasa” untuk tinggal cukup lama di usus akan menimbulkan penyakit seperti infeksi bakteri, iritasi pada usus dan komplikasi lainnya.
Efek Samping Obat
Kebiasaan konsumsi obat juga dapat berpengaruh menimbulkan gangguan pencernaan. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan sembelit karena punya efek samping yang dapat membuat pergerakan usus menjadi pasif dan menyebabkan dehidrasi.
Kebiasaan ini akan membuat feses menjadi lebih keras dan kering sehingga akan sulit dikeluarkan. Ada beberapa jenis obat yang dapat memberikan efek sembelit seperti:
- Obat pereda nyeri
- Antidepresan
- Antasida
Kurangnya Asupan Serat
Valid sih… seperti yang Minto bilang tadi di atas kalau orang Indonesia tuh kekurangan konsumsi serat. Padahal, serat termasuk jenis makanan yang bisa bantu kita untuk melancarkan pencernaan.
Kita tau kalau serat adalah jenis makanan yang nggak bisa diserap melainkan hanya bisa dicerna. Makanya, karena hal itu serat dapat membuat feses kita menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Selain itu, serat juga menstimulasi gerakan pada otot-otot pencernaan yang berada di usus, membuat otot semakin aktif untuk mendorong feses hingga ke anus.
Sumber serat yang paling baik bisa kamu temukan di sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Idealnya, Kemenkes memberikan anjuran sebanyak 25 hingga 30 gram serat per hari. Kebutuhan yang banyak banget tapi juga memberikan manfaat yang banyak.
Nah, ada cara yang paling bisa kamu usahakan untuk memenuhi kebutuhan serat, yaitu dengan Hotto Purto. multigrain yang terbuat dari 15 macam biji-bijian dan kacang-kacangan yang tinggi akan serat. Semua bahannya alami dan cocok untuk diseduh setiap pagi. Dapatkan Hotto di agen-agen terdekat di kotamu
