Makanan Pedas Penyebab Utama Terjadinya GERD? Ini Faktanya

Makanan Pedas Penyebab Utama Terjadinya GERD Ini Faktanya
Fakta Makanan Pedas Penyebab Utama Terjadinya GERD

Banyak yang beranggapan kalau makanan pedas adalah penyebab utama orang terkena GERD. Padahal menurut jurnal di Bentham Science, makanan pedas bukan satu-satunya faktor pemicu. Makanan pedas hanya memperburuk gejalanya saja, tapi penyebab utamanya tetap pola hidup kamu sendiri. 

Buktinya masih ada kok penderita GERD yang makan pedas, tapi tetap disesuaikan dengan kondisi lambung masing-masing ya. Karena untuk orang yang nggak punya GERD pun, kalau makannya nggak benar bisa bikin perut perih juga. Nah, di artikel ini akan kita kupas tuntas semuanya supaya kamu nggak asal menghindari sambal aja, tapi juga memperbaiki akar masalahnya. 

Pengertian GERD

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah penyakit yang ditimbulkan karena asam lambung naik ke kerongkongan secara terus menerus. Gejalanya bisa berupa sensasi terbakar di dada (heartburn), perut kembung, mual secara tiba-tiba, sering sendawa, hingga sesak napas. 

Biasanya gejala ini muncul setelah kita konsumsi sesuatu atau melakukan kebiasaan yang memicu asam lambung naik. Nah, salah satunya adalah makan pedas. Makanya, saat perut kamu sakit, biasanya orang mikirnya langsung “Makan pedas mulu sih…” 

Kebiasaan sehari-hari, seperti telat makan, konsumsi makanan pemicu, merokok, makan terlalu cepat, minum alkohol juga dapat melemahkan katup kerongkongan yang disebut LES (Lower Esophageal Sphincter). LES seharusnya bekerja sebagai penutup otomatis antara lambung dan kerongkongan, sehingga saat katup ini melemah–cairan asam bisa mudah naik ke kerongkongan.

Apakah Makanan Pedas Penyebab Utama GERD

Apakah Makanan Pedas Penyebab Utama GERD?

Setiap orang memiliki makanan pemicu yang berbeda. Jadi, makanan pedas belum tentu penyebab utama GERD kamu, tapi memang bisa memperburuk gejalanya. Ketika kamu konsumsi makanan pedas, zat capsaicin pada cabai akan memicu asam lambung naik karena hal-hal berikut ini:

  • Zat capsaicin dapat meningkatkan produksi asam  lambung berlebih
  • Membuat makanan lebih lama dicerna, sehingga asam lebih banyak
  • Membuat katup LES lebih rileks, sehingga cairan asam mudah naik
  • Zat capsaicin bersifat pedas dan panas, bisa memicu iritasi pada pencernaan

Jadi, walaupun makanan pedas bukan penyebab utama GERD. Kamu tetap harus berhati-hati saat konsumsi makanan pedas karena dapat memperburuk gejala yang dialami. 

Apakah Semua Penderita GERD Tidak Boleh Makan Pedas?

Belum tentu. Tergantung dari kondisi tubuh masing-masing. 

Beberapa penderita GERD masih bisa makan pedas asal tidak berlebihan. Sementara yang lain, bisa langsung kambuh meskipun makan pedas sedikit saja. Kamu bisa coba porsi kecil terlebih dahulu untuk mengenali reaksi tubuh. Amati gejalanya setelah makan pedas, perut terasa perih nggak? Ada sensasi panas di dada nggak? Hal ini juga berlaku untuk makanan pemicu lainnya. Tapi, pastikan kamu lakukan hal ini saat tubuh sehat ya. Tidak dalam proses recovery gejala GERD itu sendiri. 

Faktor Pemicu Terjadinya GERD

Faktor Pemicu Terjadinya GERD

Seperti yang disebutkan sebelumnya, makanan pedas memang bisa memperburuk gejala GERD, tapi bukan satu-satunya penyebab. Justru yang paling sering memicu GERD adalah kebiasaan buruk kita sehari-hari. Berikut beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya GERD, antara lain:

  1. Minuman Obat-Obatan

Beberapa obat-obatan dapat memicu produksi asam lambung berlebih hingga menimbulkan iritasi di lambung. Misalnya, obat aspirin dan NSAID yang juga dapat melemahkan katup kerongkongan (LES). Jadi, cairan asam mudah untuk naik ke kerongkongan. Maka dari itu, hindari penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan dokter terutama dengan dosis tinggi. 

  1. Kebiasaan Merokok

Kandungan nikotin dalam rokok tidak hanya merangsang produksi asam lambung berlebih, tapi juga melemahkan LES atau katup antara lambung dengan kerongkongan. Coba kurangi jumlah rokok yang kamu konsumsi untuk menurunkan frekuensi kambuhnya GERD. 

  1. Kehamilan

Ibu hamil lebih rentan terkena GERD terutama di akhir kehamilan, karena tekanan janin yang membesar dapat mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, peningkatan hormon progesteron selama kehamilan juga dapat membuat otot LES lebih rileks yang memudahkan cairan naik.

  1. Obesitas

Obesitas atau berat badan berlebih juga bisa memberikan tekanan ekstra pada perut yang dapat mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Studi dari Scientific juga menjelaskan bahwa pasien yang menderita obesitas sentral memiliki risiko yang lebih tinggi terkena GERD. Solusinya, penurunan berat badan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena GERD. 

  1. Konsumsi Makanan Pemicu

Selain makanan pedas, makanan berlemak, gorengan, asam, cokelat, kafein, juga dapat memicu naiknya asam lambung. Makanan dan minuman ini dapat melemahkan fungsi katup LES, sehingga gejala GERD lebih mudah timbul. Setiap orang memiliki makanan pemicu yang berbeda, jadi penting untuk mengenali makanan apa saja yang memperburuk gejala GERD kamu. 

  1. Tidur Setelah Makan

Jangan biasakan tidur setelah makan! Soalnya asam lambung yang seharusnya tetap di perut dapat naik ke kerongkongan karena posisi tubuh tiduran. Pastikan tunggu semua makanan dicerna terlebih dahulu, sekitar 2-3 jam baru boleh tidur. 

  1. Makan Porsi Besar Sekaligus

Untuk kamu yang punya GERD, lebih baik makan dengan porsi kecil tapi sering. Soalnya, makan dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan dalam perut yang akan mendorong cairan asam lambung ke atas. Mungkin bisa 5-6 kali sehari dengan camilan ringan agar perut tidak kosong. 

  1. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis, seperti diabetes, hiatal hernia, dan penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan juga bisa meningkatkan risiko GERD. Kalau kamu memiliki kondisi medis ini, penting untuk menjalani pola hidup sehat untuk mengurangi risiko terkena GERD. 

Tips Makan Pedas Bagi Penderita GERD

Kalau gejala kamu sering kambuh setelah makan pedas, bukan berarti harus selamanya berhenti makan cabai. Kamu bisa lakukan tips di bawah ini untuk mencegah munculnya gejala GERD, yaitu:

  1. Hindari Makan Saat Perut Kosong

Jangan pernah makan pedas dalam keadaan perut kosong! Karena zat capsaicin pada cabai tidak bisa bercampur dengan makanan lain untuk mengurangi efek iritasi. Akibatnya, bisa langsung mengiritasi lapisan lambung kamu dan membuat perut terasa tidak nyaman, perih, mual, atau bahkan muntah. 

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat 

Sebelum makan pedas, lebih baik konsumsi makanan tinggi serat terlebih dahulu. Soalnya serat mudah dicerna dan dapat membentuk lapisan pelindung pada dinding lambung. Selain itu, serat juga bekerja seperti sponge yang dapat menyerap kelebihan asam pada lambung. Kamu bisa mendapatkan asupan serat dengan konsumsi sayuran, buah-buahan, atau kalau mau praktis tinggal minum Hotto Purto!

Konsumsi Makanan Tinggi Serat 

Satu sachet Hotto mengandung 6 gram serat yang diformulasikan khusus untuk menyerap asam lambung berlebih. Daripada ribet makan banyak sayuran, mending minum Hotto dulu aja sebelum makan pedas. Bentuknya sachet, gampang diseduh, cocok dibawa ke mana aja. 

  1. Minum Air Putih yang Cukup

Setelah makan pedas, jangan lupa untuk minum air yang cukup. Air putih dapat membantu menetralkan asam lambung dan mendorong makanan ke bawah, sehingga mengurangi rasa tidak nyaman di perut. 

  1. Aktif Bergerak

Olahraga ringan, seperti jalan kaki, lari, renang dapat membantu makanan lebih mudah dicerna. Olahraga, terutama yang melibatkan gerakan tubuh dapat merangsang kontraksi otot-otot usus untuk mendorong makanan melalui saluran pencernaan, 

Kesimpulan

Makanan pedas memang bisa memperparah gejala GERD, tapi bukan satu-satunya penyebab utama. Justru kombinasi pola hidup buruk kita sehari-hari lah yang paling berpengaruh. Mulai dari pola makan, pola tidur, sampai kebiasaan olahraga. Jadi, selain menghindari makanan pedas–kamu juga perlu memperbaiki pola hidup secara menyeluruh. Karena yang bikin GERD sering kambuh itu bukan cuma cabai, tapi kebiasaan kecil yang sering kita abaikan.

You might also like...