Glukosa: Kunci Energi untuk Kehidupan Sehat

Glukosa Kunci Energi untuk Kehidupan Sehat

Glukosa adalah salah satu jenis karbohidrat penting. Setiap kali makanan dicerna, tubuh mengolahnya menjadi energi dalam bentuk glukosa. Lalu tubuh menyebarkannya ke peredaran darah supaya sel-sel tubuh bisa langsung menggunakannya.

Kalau kadarnya di bawah normal, kamu akan mengalami kondisi seperti gemetaran, sakit kepala, sulit konsentrasi, atau parahnya tubuh mulai mengonsumsi protein otot. Maka biar itu tidak terjadi, mari kenali fungsi, sumber makanan, dampak dari kekurangan nutrisi ini! 

Pengertian Glukosa

Melansir WebMD, ini adalah sejenis karbohidrat dalam bentuk gula yang berasal dari makanan. Tubuh akan mengubah gula ini sebagai sumber energi utama supaya sel-sel dapat berfungsi dengan baik.

Tubuh langsung menyebarkannya melalui pembuluh darah, sehingga sel-sel tubuh bisa langsung menyerapnya. Karena hal itu ini disebut juga sebagai gula darah. 

Dr. Rizal Fadli dari Halodoc menyebutkan normalnya kadar gula darah orang dewasa adalah 100-180 mg/dL per hari. Namun kamu harus waspada kalau kadarnya di bawah 70 mg/d atau lebih dari 180 mg/dL. 

Baca Juga: Biji Wijen Hitam: Sekutu Baru Pengelolaan Diabetes

Seseorang yang tinggi gula darah rentan terkena diabetes, sebaliknya kekurangan gula darah menyebabkan hypoglycemia yang menyebabkan tubuh tak bisa berfungsi maksimal.

Makanan Sumber Glukosa

Makanan Sumber Glukosa

Kamu bisa mendapatkan nutrisi ini dari karbohidrat. Namun pilih karbohidrat kompleks yang supaya tidak terjadi lonjakan gula darah tiba-tiba. Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan, berikut beberapa sumber karbohidrat kompleks yang baik:

  • Nasi merah
  • Gandum (oat)
  • Quinoa
  • Jagung
  • Lentil
  • Kacang polong
  • Kacang merah
  • Ubi
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kentang
  • Bulgur
  • Barley

Proses Pencernaan Makanan Menjadi Glukosa

Tubuh tidak langsung mencerna makanan tersebut menjadi gula darah. Ada proses panjang di baliknya. Berdasarkan penelitian oleh The Nutrition Source dari Harvard University, ketika kamu mengonsumsi karbohidrat, sistem pencernaan akan memecahnya menjadi gula.

Baca Juga: Mengenal Jenis Gula pada Kemasan Makanan, dari Sukrosa hingga Glukosa

Makanan tersebut bergerak dari mulut turun ke esofagus baru menuju usus. Selama melalui pencernaan, terdapat enzim maltase yang memecah karbohidrat menjadi gula. Lalu usus halus menyerap glukosa untuk disebarkan ke peredaran darah.

Namun kalau kamu terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan menyebabkan kelebihan glukosa, tubuh akan menyimpannya menjadi glikogen dalam hati dan otot.

Peran Glukosa dalam Tubuh

Melansir artikel yang ditinjau oleh dr. Patricia Lukas Geontoro dari RSUI, gula darah mempunyai sejumlah manfaat bagi tubuh, yaitu:

  • Sumber Energi bagi Sel Tubuh

Glukosa berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Jika tubuh kelebihan glukosa, maka zat tersebut akan diproses menjadi glikogen atau energi cadangan di hati dan otot. Glikogen tetap akan digunakan, khususnya saat gula darah tubuh turun.

Nantinya tubuh melepaskan hormon glukagon yang merangsang hati untuk melepaskan glikogen sehingga energi tubuh tetap terpenuhi.

  • Bahan untuk Pembentukan Zat Lain

Gula darah termasuk salah satu bahan baku dalam pembentukan beberapa zat penting. Misalnya membentuk glikogen atau zat cadangan energi di otot dan hati. 

Gula darah juga berguna untuk membentuk nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADPH), yaitu asam lemak yang fungsinya mendukung hati dalam melakukan detoksifikasi. Asam lemak ini bekerja dengan memecah racun dan supaya bisa dikeluarkan dari tubuh dengan mudah.

  • Mengirim Oksigen ke Sel

Zat penting yang terbuat dari gula darah adalah bifosfogliserat. Zat ini berfungsi mengirim oksigen dari sel darah merah ke sel dan jaringan tubuh yang membutuhkannya. Gula darah juga memiliki fungsi lain dalam melindungi sel darah merah dari serangan radikal bebas yang berpotensi memicu komplikasi kesehatan, seperti penyakit jantung.

Gangguan Kesehatan akibat Glukosa

Terdapat tiga macam gangguan kesehatan akibat kelebihan atau kekurangan glukosa. Dirangkum dari Siloam Hospitals, berikut gejala dan dampaknya:

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan gula darah atau di bawah 70 mg/dL. Padahal nutrisi ini dibutuhkan tubuh sebagai bahan bakar. Apabila tidak segera ditangani, penderitanya berpotensi mengalami kehilangan kesadaran, kejang, bahkan kerusakan pada otak.

  • Hiperglikemia

Kondisi ini kebalikan dari hipoglikemia atau kondisi ketika kelebihan gula darah. Ini berbeda dari diabetes dan penyebabnya karena gula darah mencapai 180-200 mg/dL. Gejalanya meliputi mudah haus, sering buang air kecil, penyembuhan luka lama, sering buang air kecil, dan berat badan turun drastis.

  • Diabetes Melitus

Kondisi ini dipicu karena gangguan fungsi insulin, sehingga tubuh tak mampu mengatur gula darah dengan baik. Salah satu gejalanya adalah hiperglikemia atau kelebihan gula darah. Pada kasus yang parah, penderitanya mungkin mengalami penglihatan kabur.

Cara Menjaga agar Gula Darah Stabil

Melansir Alodokter, terdapat beberapa cara untuk mengendalikan gula darah supaya berada di ambang normal. Beberapa cara tersebut meliputi:

  • Mengonsumsi Makanan Tinggi Serat

Serat berfungsi memperlambat proses pencernaan agar nutrisi dari makanan dapat dilepaskan sedikit demi sedikit. Ini alasan mengapa konsumsi serat mampu memberikan efek kenyang lebih lama. 

Cara Menjaga agar Gula Darah Stabil

Selain itu serat juga mencegah agar tidak terjadi lonjakan gula darah tiba-tiba atau sugar rush. Pasalnya kondisi ini akan diikuti dengan rasa lelah akibat gula darah yang kemudian turun tiba-tiba.

  • Membatasi Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol seringkali mengandung gula tambahan yang menyebabkan naiknya gula darah dengan cepat. 

Kandungan ethanol di dalamnya juga berpotensi menyebabkan gangguan pada hati yang menghambat distribusi glukosa ke peredaran darah. Maka mulailah batasi konsumsi minuman beralkohol agar tidak mengganggu kestabilan gula darah.

  • Mengelola Stres

Stres menyebabkan naiknya hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini mengganggu kinerja insulin. Padahal insulin adalah hormon yang memungkinkan sel menyerap glukosa. 

Kalau sel tak mampu menyerapnya, maka gula darah akan tetap berada di peredaran darah sehingga berpotensi menyebabkan diabetes melitus. 

  • Konsumsi Obat-obatan Medis

Kalau cara-cara di atas masih belum efektif dalam mengendalikan gula darah, kamu mungkin membutuhkan obat antidiabetes, seperti metformin, linagliptin, glibenclamide, dan lain sebagainya. 

Kamu juga mungkin membutuhkan suntikan insulin. Untuk itu, lebih baik periksa ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Jaga Gula Darah agar Stabil dengan Hotto

Rutinitas padat terkadang bikin lupa jaga pola hidup sehat, tau-tau lupa mengontrol gula darah sampai tiba-tiba lebih dari batas seharusnya. Tetapi tak usah khawatir, masih ada cara praktis mengendalikan gula darah yang bisa dicoba, yaitu dengan segelas Hotto Purto.

Jaga Gula Darah agar Stabil dengan Hotto

Minuman multigrain dari ubi ungu ini mengandung 6 gr serat yang bisa mendukung pelepasan glukosa alami dari menu makananmu. Dengan cara ini, Hotto Purto membantu menjaga gula darah agar tetap stabil. Mulai sekarang, yuk temani sarapanmu dengan Secangkir Hotto!

FAQ

Apa perbedaan antara glukosa dan fruktosa?

Fruktosa adalah gula alami dari buah, sedangkan glukosa adalah gula yang menyusun struktur karbohidrat. Fruktosa masih perlu dikonversi oleh hati supaya dapat diproses menjadi energi yang siap diserap tubuh.

Bagaimana cara menjaga kadar gula darah tetap stabil?

Seperti pembahasan di atas, caranya bisa dengan memperbanyak serat, mengurangi minuman beralkohol, mengelola stres, dan mengonsumsi obat antidiabetes.

Makanan apa saja yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes?

Medical News Today menyarankan penderita diabetes untuk tidak mengonsumsi karbohidrat sederhana dan makanan tinggi gula. Misalnya nasi putih, roti putih, sereal kemasan, biskuit, dan roti manis.

Apa gejala hipoglikemia?

Healthline mengungkap bahwa gejala ketika kadar gula darah di bawah normal meliputi kelelahan, susah konsentrasi, pucat, keringat dingin, kelaparan, gemetaran, hingga kepala pusing.

You might also like...