Whole Grain dan Multigrain Terdengar Mirip, Sebenarnya Apa Bedanya?

Whole Grain dan Multigrain Terdengar Mirip, Sebenarnya Apa Bedanya
Perbedaan Whole Grain dan Multigrain Cara Memilih Produknya

Pernah merasa sudah memilih produk yang dipromosikan sebagai makanan sehat, tapi setelah melihat komposisi dan fakta nutrisi di kemasan, ternyata tidak terlalu?

Banyak dari kita mulai punya kebiasaan baru saat berbelanja. Sebelum memasukkan kudapan “sehat” ke keranjang, kita membalik kemasannya lebih dulu. Ada yang memeriksa jumlah protein, ada yang mengecek gula tambahan, ada juga yang mulai memperhatikan tulisan seperti whole grain atau multigrain.

Masalahnya, dua istilah ini sering dianggap sama karena mengandung kata “grain.”

Ini karena industri makanan tahu bahwa kata-kata seperti “whole grain” atau “multigrain” terdengar sehat. Padahal, tanpa memahami artinya, kita bisa saja membeli produk yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan produk biasa.

Kamu harus paham tentang apa yang jadi makna dari labelnya, karena sebenarnya itu menjelaskan hal yang berbeda.

Lalu, apa perbedaan keduanya? Serta jikalau harus memilih, mana yang sebenarnya lebih baik untukmu?

Whole Grain dan Multigrain, Apa Bedanya?

Whole grain merujuk pada kondisi biji-bijian yang digunakan, di mana satu jenis biji dipertahankan tetap utuh. Mulai dari kulit ari, endosperma, hingga benihnya. Karena seluruh bagian biji masih ada. Kandungan serat, vitamin, dan mineralnya pun tetap terjaga.

Sementara itu, multigrain merujuk ke jumlah jenis biji-bijian yang digunakan. Sebuah produk akan disebut multigrain jika menggunakan dua jenis biji atau lebih. Namun, istilah ini tidak otomatis berarti semua bijinya masih utuh.

Sederhananya, whole grain memberi keutuhan biji-bijian, sementara multigrain memberi keragaman biji-bijian.

Whole Grain dan Multigrain, Apa Bedanya

Jadi, Mana yang Lebih Sehat?

Jawabannya mungkin tidak sesederhana itu. Sebab kalau hanya melihat dari label saja, whole grain terlihat lebih mudah ditebak kualitasnya. Karena kamu tahu bahwa biji-bijian yang digunakan masih utuh, sehingga serat dan nutrisinya lebih banyak dipertahankan.

Akan tetapi bukan berarti multigrain kalah baik. Karena multigrain bisa menjadi pilihan yang baik jika biji-bijian yang digunakan juga tergolong whole grain. Dalam kondisi ini, kamu bukan hanya mendapatkan manfaat dari biji yang utuh, tetapi juga variasi nutrisi dari berbagai jenis biji-bijian sekaligus.

Baca Juga: Kandungan Nutrisi Multigrain: Banyak Grain, Otomatis Lebih Lengkap?

Di sisi lain, ada beberapa produk yang memang menggunakan multigrain yang sudah melalui proses pengolahan, sehingga kandungan seratnya bisa lebih rendah ketimbang whole grain. Selain itu, ada beberapa produk yang memberi gula tambahan untuk meningkatkan cita rasa. Meski terdengar sehat, kualitas gizinya belum tentu berbeda jauh dari produk biasa yang tidak mengklaim produknya dengan label sehat.

Artinya, label multigrain belum cukup untuk menilai apakah sebuah produk benar-benar sehat. Sehingga kamu butuh selalu memeriksa kandungan nutrisi di kemasan.

Nutrition facts diisi whole grain

Cara Memilih Produk Whole Grain atau Multigrain

Kalau harus memilih satu kebiasaan baru untuk mulai diterapkan, kebiasaan itu adalah membalik kemasan. Karena informasi yang benar-benar penting justru ada di bagian belakang kemasan.

Beberapa hal sederhana yang bisa kamu periksa adalah:

Daftar Komposisi

Urutan pertama di komposisi menunjukkan bahan yang paling banyak digunakan. Kalau produk whole grain atau multigrain masih menempatkan bahan yang bukan biji-bijian sebagai bahan utama, itu layak dipertimbangkan kembali. Kualitas produk tersebut tentu berbeda dengan produk yang menggunakan whole wheat atau whole oats sebagai bahan pertama.

Kandungan serat

Semakin tinggi kandungan serat, biasanya semakin baik kualitas biji-bijian yang digunakan. Angka kandungan serat yang tertera di kemasan bisa menjadi petunjuk sederhana untuk melihat seberapa banyak bagian biji yang dipertahankan dalam produk tersebut.

Gula tambahan

Beberapa produk menambahkan gula agar rasanya lebih mudah diterima. Padahal, gula tambahan yang terlalu tinggi bisa mengurangi manfaat yang sebenarnya ingin kamu dapatkan dari produk tersebut.

Cari kata “whole”

Kalau kamu melihat tulisan seperti whole wheat, whole oats, atau whole grain, artinya biji-bijian tersebut digunakan dalam bentuk yang utuh.

Cara Memilih Produk Whole Grain atau Multigrain

Jadi Harus Pilih Whole Grain atau Multigrain?

Kalau tujuanmu adalah memilih produk dengan kualitas yang lebih mudah dikenali, whole grain biasanya menjadi pilihan yang praktis.

Namun kalau kamu menemukan produk multigrain yang juga menggunakan berbagai jenis whole grain, kamu bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus: variasi jenis biji-bijian dan nutrisi dari bulir yang tetap utuh.

Pada akhirnya, yang menentukan bukan hanya label di bagian depan kemasan, melainkan bahan yang benar-benar digunakan di dalamnya.

Kesimpulan

Whole grain dan multigrain bukanlah dua istilah yang saling menggantikan. Whole grain menjelaskan bahwa biji-bijian masih utuh, sedangkan multigrain menjelaskan bahwa produk tersebut menggunakan lebih dari satu jeni biji-bijian. Karena itu, multigrain bisa saja menggunakan whole grain, tetapi bisa juga tidak.

Seringkali, pilihan yang lebih sehat bukan ditentukan oleh label yang paling menarik, melainkan oleh kebiasaan kecil untuk membuat pilihan lebih sehat.

Jadi, ketika suatu saat kamu berdiri di depan rak roti atau sereal, jangan buru-buru memasukkan produk yang kamu lihat paling menarik ke keranjang. Luangkan beberapa detik untuk membalik kemasannya. Mungkin sepele, tapi semoga bisa membuat pilihan makanmu jauh lebih baik.

Kebiasaan membaca label ini juga berlaku ketika memilih produk multigrain praktis. Jangan hanya melihat klaim di bagian depan kemasan, tetapi perhatikan juga jenis biji-bijian yang digunakan, kandungan seratnya, juga tambahan gulanya.

Salah satunya Hotto, karena kamu bisa melihat dengan jelas komposisi biji-bijian yang digunakan, kandungan serat, serta informasi nilai gizinya dengan jelas sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas harian kamu.

Produk Hotto purto sachet diseduh


Indra Cahya

Indra Cahya adalah Content Writer di Hotto, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai editor dan penulis konten digital. Ia telah menghasilkan berbagai konten seputar gaya hidup dan kesehatan yang dipublikasikan di media online seperti Merdeka.com dan Liputan6.com.

You might also like...