
Testimoni – Bonita
Problem: GERD
Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa mual, nyeri perut, hingga sensasi terbakar di dada. Sering dianggap sepele, GERD dapat berdampak serius jika diabaikan, mulai dari sulit menelan makanan, kualitas tidur menurun, bahkan pingsan karena nyeri hebat.
Penyakit ini sering menyerang mereka dengan gaya hidup sibuk, stres tinggi, dan pola makan tidak teratur. Salah satunya adalah Bonita, mantan karyawan Event Organizer yang kini berbagi kisah perjuangannya melawan GERD bersama Hotto.
Sinyal Tubuh yang Diabaikan
Bonita, seorang ibu dan mantan karyawan event organizer, tak pernah menyangka kalau rasa perih di perutnya akan membuatnya pingsan di tengah pekerjaan. Sebagai karyawan lapangan, hari-harinya dipenuhi jadwal padat, pola makan berantakan, tanpa jam istirahat yang pasti. Nyeri perut jadi hal biasa, terutama saat telat makan. Tapi, karena terlalu sering diabaikan, akhirnya tubuh pun tidak sanggup untuk bertahan. Iya, Bonita blackout atau pingsan.
Bonita langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter menyampaikan kabar yang merubah hidupnya: Bonita menderita GERD.
Ternyata, nyeri perut yang ia rasakan karena telat makan adalah sinyal kalau tubuh sedang tidak baik-baik saja. Bonita sering mengabaikannya dan hanya minum obat untuk mengatasi sementara. Akibatnya, sekarang Bonita harus menerima kenyataan pahit dari dokter. Masalah asam lambung ini bukan sekadar maag biasa, tapi sudah menjadi GERD.
Titik Balik: Diagnosis GERD oleh Dokter
Penyakit asam lambung Bonita sudah masuk tahap serius dan tidak bisa lagi hanya mengandalkan obat.
“Ini sudah sampai di taraf GERD”, kata dokter.
Berbeda dari pengalaman sebelumnya, dokter tidak bisa hanya memberikan obat. Bonita sudah mendapatkan peringatan keras: dilarang makan pedas, asam, kopi, dan telat makan. Bagi Bonita, seorang pecinta kopi dan sangat bergantung pada kopi untuk tetap fokus di tengah tekanan kerja, larangan ini cukup berat.
Bukan hanya harus meninggalkan kopi, Bonita juga harus terbiasa untuk sarapan. Siapa sangka, kebiasaan sepele seperti melewatkan sarapan, justru jadi penyebab utama asam lambung naik selama ini.
“Pernah karena mikirin kerjaan, aku terpaksa telat makan. Rasanya tuh dada panas sampai bener-bener burning gitu lah di dalam”, kenangnya.
Momen ini merupakan titik balik kedua yang mendorong Bonita untuk hidup sehat. Langkah paling awal yang bisa dilakukan saat itu adalah ubah pola makan, Bonita pun menguatkan tekadnya dengan berkonsultasi dengan dokter.
Sarapan: Kebiasaan yang Terlupakan
Satu nasihat dokter yang paling menempel di ingatannya, “Kamu harus bisa sarapan”. Bagi Bonita, sarapan adalah kebiasaan yang sudah lama terlupakan dari rutinitas. Gaya hidup pekerja lapangan, seperti Event Organizer, membentuk kebiasaan bahwa pagi hari bukanlah waktu makan.
Sekarang Bonita memang sudah lulus menjadi karyawan EO. Kini ia sudah menjadi ibu rumah tangga yang mendedikasikan hidupnya pada keluarga dan buah hati kecilnya. Tapi sayang, kebiasaan melewatkan sarapan sulit hilang begitu saja. GERD masih sering datang–sampai akhirnya, ia menemukan sesuatu yang membantu mengubah pola tersebut.
Menemukan Harapan di Secangkir Hotto
Iklan Hotto yang beredar di media sosial berhasil menarik perhatian Bonita. Minuman multigrain yang diklaim cocok jadi sarapan praktis dan ringan. Tanpa ekspektasi tinggi, ia mencobanya, “Ternyata emang enak, akhirnya kebiasaan setiap pagi sarapan deh sama Hotto”.
Hebatnya lagi, semenjak konsumsi Hotto, keluhan GERD Bonita tak lagi sering kambuh. Obat yang 24 jam tersedia di dalam tas, kini hampir tak pernah ia minum. Ternyata setelah dicari tahu lebih dalam, kandungan 6 gram serat dalam Hotto memang diformulasikan khusus untuk menyerap asam lambung berlebih. Selain cocok jadi sarapan praktis, Hotto juga bisa melindungi lambung dari keluhan GERD.
Saat memeriksa label belakang kemasan, Bonita semakin yakin. Hotto terbuat dari 15 jenis multigrain, ubi ungu, dan oat beta glucan yang tinggi serat, sehingga dapat melindungi lambung dengan cara menetralkan pH asam dalam lambung.
Bagi Bonita yang sekarang menjadi seorang ibu, kondisi ini merupakan momen magical untuk dirinya. Sebagai ibu yang mencurahkan waktunya untuk keluarga, hilangnya masalah GERD adalah kelegaan besar baginya.
Belajar Mendengarkan Tubuh
Setelah rutin minum Hotto, tak disangka produksi ASI Bonita semakin lancar. Bahan-bahan, seperti oat dan kacang almond memiliki nutrisi yang kaya serat, vitamin dan mineral juga dapat berfungsi sebagai ASI Booster. Hasilnya? Bukan hanya tubuh Bonita saja yang lebih sehat, tapi si kecil juga ikut merasakan manfaatnya.
Kini, Bonita tak lagi bergulat dengan asam lambung. Ia bisa menjalani hari dengan tenang, fokus pada anak dan keluarga tanpa rasa khawatir.
“Kedepannya masih akan konsumsi Hotto sih, terutama untuk sarapan tadi itu penting banget.”, ucap Bonita di akhir ceritanya.
Cerita Bonita bisa menjadi pengingat untuk kita yang masih sering terlalu sibuk sampai lupa mendengarkan tubuh diri sendiri. Ternyata perubahan besar bisa dimulai dari hal yang paling kecil, seperti tidak melewatkan sarapan.
