Puasa Itu Ibarat Remedial dalam Hidup Kita

Puasa Itu Ibarat Remedial dalam Hidup Kita
Puasa Ramadan Peluang Emas untuk Remedial Diri Sendiri

Pernah kepikiran ngga, kenapa dari 12 bulan dalam setahun, ada 1 bulan yang nyuruh kita berpuasa? Iya, maksudnya itu bulan Ramadan.

Ternyata bulan Ramadan bukan sekadar kewajiban ibadah aja, tapi juga kesempatan buat ‘remedial’ kehidupan. Mungkin di 11 bulan lainnya, nilai kita masih kurang. Jam makan berantakan, makan sembarangan, nutrisi ngga kepikiran, akhirnya tubuh yang kena hukuman – gampang lelah, metabolisme lemah, tubuh sering dilanda masalah. 

Makanya, selama bulan Ramadan, kita dikasih kesempatan buat remedial. Selama 30 hari berpuasa, kita menahan lapar dan haus agar tubuh bisa benerin sel-sel yang rusak dan perbaiki masalah yang selama ini kita punya. Kalau bahasa keren science-nya sih tubuh melakukan autophagy atau detoksifikasi.

Kerennya lagi, Islam udah ngajarin ini jauh sebelum ada penelitian yang ngejelasin manfaat berpuasa. Umat muslim menjalankannya sebagai ibadah, padahal dibaliknya ada makna mulia yang bisa perbaiki pola hidup kita jadi lebih baik.

Sayangnya, saat ini, banyak yang justru menjadikan puasa sebagai alasan buat hidup ngga sehat – kalap pas berbuka, makan sembarangan, tidur seharian, semuanya bersembunyi dibalik kalimat ‘kan udah ngga makan seharian’. *minto ngga nyindir loh ya..*

Sahur dan Berbuka Puasa Ibarat Ujian

Kalau puasa ibarat ‘Remedial’, sahur dan berbuka itu kayak ‘persiapan ujiannya’. Jika dilakukan asal-asalan tanpa persiapan, pasti lapar ngga ketahan. Alhasil, kalap makan dan gagal jalani remedial selama bulan Ramadan. Masa mau nilainya jelek terus? 

Kuncinya itu apa yang kita makan selama sahur dan berbuka. Itulah yang jadi tameng supaya tubuh kita siap jalanin puasa seharian! Pilih makanan yang ramah di perut dan lama dicerna agar kenyang lebih lama. Seperti, serat, protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks biar tubuh kuat dan ngga kalap pas berbuka.

Sahur dan Berbuka Puasa Ibarat Ujian

Sebenarnya, yang bikin kalap itu ya karena makanan sahur kamu sendiri. Kalau banyak makan karbo, kurang serat, dan proteinnya ngga ada, ya ngga heran siangnya lemes kelaperan. Katanya sih karbo bisa bikin kenyang lama, padahal itu salah besar!

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Karbohidrat bagi Tubuh?

Karbo emang bisa bikin kenyang, tapi sesaat doang. Karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, kentang, dan mie kuning itu cepat dicerna oleh lambung, jadi bikin cepet laper deh. Ditambah lagi, pas sahur kita ngga makan serat, lambung bisa jadi iritasi. Soalnya serat itu bertugas buat lapisin dinding lambung, jadi kalau amit-amit nih asam lambung naik karena perut kosong terlalu lama, lambung ngga bakal iritasi atau luka. Karena kalau sampai luka, kamu bisa terkena GERD! *bukan nakut-nakutin loh ini*

Apa yang Terjadi di Tubuh Kita Selama Puasa?

Pasti ada yang nanya, ‘Trus kalau udah sahur dan berbuka yang benar, emang tubuh bisa langsung sehat?’ yaa.. ngga instan sih. Emang obat pelangsing yang janjiin 3 hari pemakaian langsung turun 10 kg. *minto ngga janji gitu ya*

Tapi yang pasti, selama puasa-nya lancar, tubuh akan mengalami perubahan baik. Karena apa yang kita masukkan ke dalam tubuh lah yang menentukan apa yang terjadi di tubuh kita. 

Dengan puasa, kita bisa membuang racun yang terbentuk karena makanan dan kebiasaan tidak sehat. Kita bisa mengembalikan kembali vitalitas dan performa maksimal sel-sel tubuh. 

Ngga percaya? Nih, minto kasih buktinya. Menurut Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al-Tarbiyah Vol. 3, saat berpuasa sistem pencernaan kita bisa beristirahat, sehingga proses metabolisme dapat berfungsi secara optimal. Salah satunya, mendorong tubuh melakukan detoksifikasi atau membersihkan tubuh dari racun dan sel-sel mati.

Saat ngga puasa, tubuh juga melakukan detoksifikasi, tapi biasanya gagal dilakukan. Soalnya, belom juga kelar ngeluarin racun, eh kita udah masukin makanan yang ngga sehat! Nah, dengan berpuasa 13 jam, kita memberi kesempatan pada jaringan-jaringan tubuh untuk memperbaiki semuanya. Makanya, pilih menu sahur dan berbuka yang sehat untuk mendukung tubuh memperbaiki diri.

Jangan sampai kamu kalap makan, kebanyakan makan gorengan, jadi bikin tubuh malah kewalahan. 

Lalu, proses detoksnya kaya gimana sih?

Detoks saat puasa agak berbeda nih dari biasanya. Karena kita ngga makan selama 13 jam, sistem pencernaan juga ikut beristirahat lebih lama. 

Proses Detoks

Nah, 4 jam pertama kita berpuasa, lambung akan memproduksi cairan asam untuk mencerna semua makanan pas sahur. Nutrisi makanan akan diserap dan diubah menjadi sumber energi kita selama puasa. Makanya, jangan salah pilih menu sahur! Kalau ngga mau cepat laper atau bahkan perut sakit karena asam lambung naik.

Baca Juga: Cara Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Puasa

Setelah makanan tercerna, tubuh akan mulai melakukan pembakaran lemak. Di sinilah proses detoks terjadi – racun yang tersimpan dalam tubuh mulai dibersihkan agar tubuh lebih sehat.

Magic banget kan? Jadi sebenarnya, kita lemas itu bukan karena puasa tapi karena ‘persiapan ujian’ kita yang kurang saat sahur dan berbuka.

Cheat Sheet Remedial: Tips Nutrisi dengan Hotto Saat Sahur dan Berbuka

Kalau minto sih punya cheat sheet biar sukses remedial di tahun ini. Tapi, janji ya, jangan bilang siapa-siapa! Rahasianya, minto selalu minum Hotto saat sahur dan berbuka puasa. Kandungan seratnya tinggi dan ada karbohidrat kompleks karena terbuat dari 15 jenis multigrain, ubi ungu, dan oat beta glucan yang bisa lengkapi nutrisi kamu selama puasa. Bahkan, serat 6 gram di Hotto udah dirancang sedemikian rupa untuk bisa perbaiki pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. 

Cheat Sheet Remedial Tips Nutrisi dengan Hotto Saat Sahur dan Berbuka

Praktis – tinggal seduh, ngga nyampe semenit bisa langsung diminum! Dengan nutrisi lengkap, tubuh jadi lebih siap jalani remedial tahun ini. Siapa yang mau sukses jalani remedial bareng minto? Yuk, coba Hotto sekarang dan rasakan manfaatnya untuk remedialmu!

You might also like...