Lebih dari Empat Dekade Berkarya, Ini Cara Indro Warkop Menjaga Kesehatan

Lebih dari Empat Dekade Berkarya, Ini Cara Indro Warkop Menjaga Kesehatan

Di usia 68 tahun, jadwal Om Indro Warkop masih bisa bikin orang yang jauh lebih muda ikut ngos-ngosan.

Ia masih syuting, terlibat dalam proyek komedi, tampil dalam berbagai kegiatan, menjalani promosi dari kota ke kota, dan tetap mengendarai motor besar. Pada Juni 2026, film Warkop DKI: Viralin Dong! mulai tayang di bioskop. Di bulan yang sama, Om Indro juga merilis lagu Dan Aku Rindu, karya yang lahir dari rasa rindunya kepada para sahabat Warkop yang telah tiada.

Buat Om Indro, terus bekerja bukan karena ia tidak tahu cara beristirahat. Berkarya memang menjadi salah satu caranya menikmati hidup.

Namun, tubuh tentu tidak selalu berjalan tanpa masalah. Pengalaman sakit di masa lalu justru membuat Om Indro memahami satu hal yang sekarang ia pegang erat: kalau masih ingin terus menikmati hidup, kesehatan tidak bisa terus ditunda.

Berkarya Adalah Cara Menikmati Hidup

Arsip Om Indro

Banyak orang membayangkan bahwa bertambahnya usia berarti waktunya mengurangi kegiatan, bersantai di rumah, dan lebih sering bermain bersama cucu.

Om Indro melihatnya sedikit berbeda.

“Kalau secara umur, mungkin harusnya istirahat saja, main sama cucu, santai di rumah. Tapi saya kalau bekerja dan berkarya itu lebih senang. Itu sesuatu yang saya enjoy. Jadi saya memang belum berencana berhenti.”

Ritme seperti ini sebenarnya bukan hal baru baginya.

Sejak masa Warkop bersama Dono, Kasino, Nanu, dan Rudy Badil, kesibukan seolah tidak pernah benar-benar berhenti. Ada masa ketika Warkop dapat merilis beberapa film dalam satu tahun, sambil tetap menjalani berbagai aktivitas lain.

Sekarang, bentuk pekerjaannya mungkin berbeda. Tetapi kesenangannya masih sama: menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati banyak orang.

“Saya mau mengisi hidup dengan berkarya. Selama masih diberi kesempatan dan masih mampu, ya saya jalani.”

Bagi Om Indro, karya bukan hanya pekerjaan. Karya adalah salah satu alasan untuk terus menjaga dirinya.

Sehat agar Bisa Mengikuti Ritme Generasi yang Lebih Muda

Indro Latihan Beban

Dalam pekerjaannya sekarang, Om Indro lebih sering berada di tengah tim yang usianya jauh lebih muda. Ia tidak ingin orang lain harus memperlambat langkah hanya karena menunggunya.

“Yang saya ikuti kecepatannya anak-anak muda. Paling tua mungkin umur 40-an. Alhamdulillah, pergerakannya masih bisa saya ikuti. Untuk bisa seperti itu memang harus sehat dulu.”

Menurut Om Indro, ketika tubuh mulai tidak nyaman, yang sering ikut hilang lebih dulu adalah semangat untuk bergerak. Karena itu, olahraga tidak ditempatkannya sebagai kegiatan sesekali. Olahraga sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Ia pernah menekuni baseball hingga mengikuti seleksi pelatnas. Sejak awal 1990-an, ia juga sudah rutin melakukan latihan kebugaran ketika tempat fitness masih belum sebanyak sekarang.

“Saya kalau olahraga harus rutin. Kalau berhenti, nanti malah jadi malas untuk mulai lagi.”

Kebiasaan bergerak secara konsisten memang menjadi salah satu bagian penting dari healthy ageing. WHO mendefinisikan healthy ageing bukan sekadar bebas dari penyakit, tetapi kemampuan untuk tetap bergerak, membangun hubungan, berkontribusi, dan melakukan hal-hal yang dianggap bernilai seiring bertambahnya usia.

Empat Hal yang Selalu Dijaga Om Indro

Om Indro tidak menjalani pola hidup yang dipenuhi larangan.

Ia tetap menikmati makanan yang disukai, termasuk kambing dan jeroan. Bedanya, sekarang ia jauh lebih sadar bahwa kenikmatan tetap perlu dibarengi keseimbangan.

Baca Juga: Alasan Kenapa Orang Sulit Konsisten Hidup Sehat?

Menurutnya, ada empat hal yang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri:

1. Asupan

Tubuh tetap perlu mendapatkan makanan yang beragam dan sesuai kebutuhan. Namun, makan sehat bukan berarti semua makanan favorit harus dihilangkan.

“Saya makan sayur, makan buah, tetapi saya juga masih makan jeroan dan kambing. Asal tidak terlalu banyak.”

2. Pencernaan

Baginya, kenyamanan pencernaan memengaruhi bagaimana tubuh terasa saat menjalani hari. Ia juga semakin memperhatikan makanan, cairan, dan pola yang membuat tubuhnya terasa lebih nyaman.

3. Olahraga

Olahraga dijaga sebagai rutinitas, bukan hanya dilakukan saat sedang termotivasi.

4. Istirahat

Tubuh perlu diberi waktu untuk pulih. Kesibukan tidak bisa terus dijadikan alasan untuk mengorbankan waktu tidur.

“Menurut saya, sehat itu harus seimbang antara asupan, pencernaan, olahraga, dan istirahat. Kalau salah satunya tidak dijaga, tubuh pasti terasa berbeda.”

Empat hal ini merupakan prinsip pribadi Om Indro, bukan formula medis yang otomatis berlaku sama untuk semua orang. Seperti yang sering ia katakan, kebutuhan kesehatan setiap orang berbeda.

Sakit yang Mengubah Cara Pandangnya

Kesadaran Om Indro tentang kesehatan tidak datang hanya dari membaca atau mendengar nasihat orang lain.

Indro lokasi syuting

Sebagian justru datang dari pengalaman yang tidak menyenangkan.

Pada 1995, ia pernah mengalami masalah lambung yang cukup berat. Saat itu, ia merasa kopi memperburuk kondisinya dan memutuskan berhenti, setelah sebelumnya dapat minum hingga beberapa gelas dalam sehari.

“Saya sebenarnya suka ngopi. Waktu berhenti, rasanya sempat, ‘Wah, gini amat hidup.’ Tetapi ternyata setelah itu kebiasaan saya ikut berubah.”

Kopi memang dapat menjadi pemicu gejala pada sebagian orang dengan masalah refluks atau GERD, meskipun respons setiap orang bisa berbeda. Karena itu, perubahan pola makan sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan arahan tenaga kesehatan.

Ketika kemudian mengalami masalah gula darah, Om Indro juga menjadi lebih disiplin melakukan latihan beban dan berkomunikasi dengan dokter.

Aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari pengelolaan diabetes, tetapi jenis dan intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi individu.

Perubahan besar lain datang setelah sang istri meninggal dunia. Tinggal dan mengurus diri sendiri membuat Om Indro semakin sadar bahwa kesehatan sehari-hari tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada orang lain.

Ia mulai membangun ritual sederhana: minum air setelah bangun tidur, membawa cukup air selama syuting, menjaga aktivitas fisik, dan lebih memperhatikan waktu istirahat.

Tidak semuanya langsung sempurna. Tetapi perlahan, kebiasaan-kebiasaan itu menjadi bagian dari hidupnya.

Mengapa Om Indro Memilih Berjalan Bersama Hotto?

Mengapa Om Indro Memilih Berjalan Bersama Hotto

Perkenalan Om Indro dengan Hotto bermula dari anaknya, yang mengetahui bahwa ia cukup serius memperhatikan apa yang dikonsumsi.

Namun, buat Om Indro, kandungan saja tidak cukup. Produk yang dikonsumsi rutin juga harus terasa enak. 

“Saya jujur saja, bagaimana pun yang pertama harus cocok di mulut. Hotto itu pas buat saya. Rasanya saya suka, lalu saya lihat informasi produknya.”

Ketika kemudian dipercaya menjadi Brand Ambassador Hotto, ia mengatakan keputusan tersebut tidak diambil begitu saja.

Bagi Om Indro, kepercayaan masyarakat terhadap nama Warkop membawa tanggung jawab atas setiap pesan yang ia sampaikan.

“Dari dulu Warkop tidak sembarangan menerima iklan. Warkop bukan sekadar melawak, tetapi juga punya misi. Jadi kalau saya menyampaikan sesuatu, saya harus yakin dan bisa mempertanggungjawabkannya.”

Ia juga sadar bahwa pengalaman satu orang tidak otomatis berlaku sama untuk semua orang.

“Kesehatan itu seperti fingerprint. Setiap orang bisa punya kondisi dan treatment yang berbeda.”

Karena itu, Hotto perlu ditempatkan secara jujur sebagai salah satu bagian praktis dari kebiasaan sehat Om Indro, bukan satu-satunya alasan ia tetap aktif.

Hotto merupakan minuman multigrain yang dibuat dengan 15 premium multigrain. Brand ini dibangun sebagai kebiasaan nutrisi harian yang praktis dan menyenangkan, sejalan dengan keyakinan bahwa sehat seharusnya membantu orang terus menikmati hidup.

Pesan Om Indro untuk Generasi Muda

Buat generasi muda, Om Indro punya satu pengingat sederhana. Jangan merasa tubuh akan selalu kuat hanya karena sekarang belum ada keluhan.

Hidup serba instan membuat orang semakin banyak duduk, bekerja di depan laptop berjam-jam, lupa bergerak, menunda makan, dan mengorbankan istirahat.

“Anak muda sekarang banyak bekerja di depan laptop tanpa gerak. Awas, nanti tiba-tiba encok.” Humornya ringan, tetapi pesannya serius.

“Jangan lupa bergerak. Jangan lupa istirahat yang cukup. Perhatikan juga asupan dan pencernaan. Badan kita bukan mesin.”

Om Indro sendiri tidak mengaku hidupnya selalu sempurna. Ia tetap bekerja dengan jadwal padat. Ia masih menikmati makanan favorit. Ada hari ketika rutinitas tidak berjalan sesuai rencana.

Yang membedakan adalah ia berusaha untuk selalu kembali.

Kembali bergerak.
Kembali memperhatikan makanan.
Kembali memberi tubuh waktu untuk pulih.

Karena buat Om Indro, kesehatan bukan alasan untuk berhenti menikmati hidup. Kesehatan justru membuatnya masih bisa berkarya, tertawa, dan berjalan bersama generasi yang lebih muda.

“Kalau kita sehat, hidup itu nikmat. Kita bisa bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berkarya.”

Lalu ia menutup dengan candaan yang sangat Om Indro “Umur saya 68, kadang masih dikira 67 hehehe.”

Karena kamu harus sehat.

Gut Bless You.


Indra Cahya

Indra Cahya adalah Content Writer di Hotto, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai editor dan penulis konten digital. Ia telah menghasilkan berbagai konten seputar gaya hidup dan kesehatan yang dipublikasikan di media online seperti Merdeka.com dan Liputan6.com.

You might also like...