Kenapa Saat Stres Pengennya Makan Manis? Ini Alasannya

Kenapa Saat Stres Pengennya Makan Manis Ini Alasannya
Alasan Kenapa Saat Stres Pengennya Makan Manis

Buat kamu yang suka nyari makanan manis sebagai pelampiasan stres, ternyata ada alasan ilmiahnya loh! Jadi gini, saat kita stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Hormon ini statusnya ‘siaga’ yang membuat tubuh membutuhkan energi cepat. Nah, makanan manis atau gula adalah energi instan yang bisa ngasih kita efek tenang sesaat. 

Permasalahannya, kalau makanan manis dijadikan ‘pelampiasan stres’ secara terus menerus. Gula darah bisa melonjak tinggi dan berisiko menimbulkan berbagai penyakit, seperti diabetes, stroke, dan sebagainya. Terus gimana dong? Untuk tahu solusinya, yuk simak selengkapnya di artikel ini. 

Alasan Tubuh Ingin Makan Manis

Ketika pikiran lagi stres, tubuh bukan hanya bereaksi secara emosional saja, tapi juga ada proses biologis yang terjadi. Berikut beberapa alasan kenapa kita ingin makan manis saat stres:

  1. Membutuhkan Energi Lebih

Saat stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol untuk mempersiapkan diri menghadapi tekanan. Ibaratnya tubuh beralih ke mode ‘siaga’ atas segala ancaman dan proses ini membutuhkan banyak energi. Akibatnya? Otak pun mengirim sinyal lapar secara cepat dan target utamanya adalah makanan manis karena butuh energi yang bisa langsung digunakan oleh tubuh. 

  1. Butuh Efek Dopamin dari Makanan

Bukan cuma energi saja, keinginan makan manis saat stres juga ada aspek emosionalnya. Ketika kita makan sesuatu yang manis, otak akan memproduksi hormon dopamin. Hormon yang memberikan perasaan senang dan tenang. Inilah kenapa, makanan manis bisa terasa sebagai “pelarian” sesaat dari stres. Jadi sebenarnya, kita tuh belum tentu suka sama rasa manisnya, melainkan suka sama sensasi senang setelah makan manis. 

Permasalahannya, efek yang diberikan makanan manis hanya berlangsung sebentar. Setelah kadar hormon bahagia menurun, kortisol akan kembali aktif. Energi pun yang bersumber dari gula juga cepat berkurang. Akhirnya terbentuk siklus:

Stres → makan manis → tubuh berenergi → bahagia sesaat → craving lagi

Kalau berlangsung terus-menerus, berat badan bisa naik, obesitas, gula darah melonjak, dan timbullah penyakit. 

Kabar baiknya, perasaan senang itu nggak harus datang dari makanan manis aja. Kamu juga bisa memproduksi hormon dopamin dengan konsumsi dark chocolate!

Lalu, Apakah Gula Itu Jahat

Dark Chocolate Bantu Meredakan Stres

Daripada ngemil permen atau kue yang gulanya tinggi, mending ganti jadi dark chocolate aja. Dark chocolate dengan kadar kakao tinggi bisa bantu meredakan stres, tanpa bikin lonjakan gula darah drastis. Bahkan, ada studi di Journal of Proteome Research yang bilang kalau orang yang makan 40 gram dark chocolate selama 2 minggu dapat menurunkan hormon stres (kortisol). 

Kenapa bisa begitu?

Karena flavonoid dalam coklat, punya efek antioksidan yang bisa menurunkan kadar hormon stres di tubuh kita. Ditambah theobromin yang memberikan rasa nyaman dan fokus tanpa harus deg-degan kayak kafein. Dengan kata lain, dark chocolate bisa memberikan rasa “nyaman” yang kita cari saat stres, tapi lebih sehat karena kadar gula dan lemaknya lebih rendah.

Baca Juga: Coklat vs Stres: Bisakah Coklat Meredakan Perasaan Cemas?

Tapi, ingat ya! Hindari coklat dengan tambahan gula, susu, dan lemak yang banyak supaya manfaat alaminya tetap optimal. 

Lalu, Apakah Gula Itu Jahat?

Nggak. Tubuh tetap butuh gula sebagai sumber energi. Selama porsinya cukup dan tidak berlebihan. Jadi bukan gulanya yang salah, tapi kebiasaan kita lah yang perlu dikontrol. Biar nggak kebablasan, kamu bisa ikuti anjuran dari WHO, yaitu kurang dari 10% dari total asupan kalori mereka. Ini termasuk hidden sugar yang ada di nasi, kecap, sambal yang kamu makan ya!

Artinya, boleh aja kok kamu makan manis, asal secukupnya. Kalau kamu sering stres, coba deh sesekali ganti camilannya ke dark chocolate. Kalau mau lebih praktis, minum Hotto Cocoa aja! Perpaduan dark chocolate dengan 15 multigrain, menghasilkan rasa coklat yang enak. Gula dan kalorinya jauh lebih rendah dibandingkan minuman coklat lainnya, cuma 120. Plus ada serat, protein, dan mineral yang bikin perut kenyang lebih lama. 

Dark Chocolate Bantu Meredakan Stres

Tips Mengatasi Craving Manis Saat Stres

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat timbul craving makan manis saat stres, berikut diantaranya:

  1. Pilihlah rasa manis dari buah-buahan alami, misalnya apel, pisang, mangga. Supaya gula darah tidak melonjak naik–turun drastis dan menyebabkan craving berlebihan.
  2. Pastikan nutrisi dalam piring seimbang. Perbanyak serat untuk membantu penyerapan glukosa lebih lambat dan gula darah pun stabil.
  3. Tidur yang cukup, setidaknya 7 – 8 jam sehari dengan kualitas yang baik.

Kesimpulan

Ingin makan manis saat stres itu wajar, hal ini berarti tubuh sedang memberikan sinyal untuk memperbaiki tubuh. Tapi, binge eating saat stres akan semakin sulit dikontrol kalau tidak dijaga. Salah satu solusinya, kamu bisa ganti camilan manis kamu ke dark chocolate yang terbukti bisa bantu menurunkan stres karena kandungan flavonoidnya. Kalau mau lebih praktis, kamu bisa coba minum Hotto Cocoa untuk mendapatkan tambahan manfaat serat dan vitamin lainnya.

You might also like...