Niat mau diet pas puasa Ramadan, eh berat badan ko malah naik? Puasa memang sering dianggap sebagai momen yang tepat untuk menurunkan berat badan, tapi kenyataannya banyak yang kalap saat berbuka. Gorengan, kue manis, nasi goreng, semua dilahap tanpa memikirkan kalori sampai akhirnya diet gagal.
Padahal, ada penelitian yang menyatakan, saat puasa tubuh kita secara otomatis melakukan defisit kalori karena hanya makan di waktu sahur dan berbuka saja. Jadi, jika dilakukan dengan benar, puasa bisa membantu jaga berat badan ideal. Nah, agar diet berhasil, kita perlu benar-benar memahami bagaimana puasa memengaruhi metabolisme tubuh kita dan bagaimana pola makan yang benar. Yuk, tuntas habis di artikel ini!
Pengaruh Puasa Terhadap Berat Badan
Saat kita berpuasa, tubuh mengalami perubahan terutama pada proses metabolisme yang bisa bantu menurunkan berat badan dan mengoptimalkan kesehatan tubuh.
Ketika makanan sahur telah selesai dicerna dan cadangan glikogen habis, tubuh akan mencari sumber energi lain, yaitu lemak. Tubuh akan membakar lemak sebagai bahan bakar untuk beraktivitas selama puasa.
Namun, seberapa cepat tubuh beralih ke proses pembakaran lemak ini tergantung dari jenis makan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Kalau terlalu banyak makan nasi putih dan kue manis, tubuh akan mempunyai banyak cadangan glikogen. Jadi, membutuhkan waktu lebih lama sebelum menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Dengan memahami mekanisme ini, dapat kita simpulkan, penting sekali untuk memilih makanan yang tepat saat sahur dan berbuka. Pilih makanan yang bernutrisi dan bikin kenyang lebih lama untuk hasil yang maksimal!
Kesalahan dalam Menurunkan Berat Badan Saat Puasa
Ada banyak kesalahan yang sering dilakukan sampai akhirnya membuat program diet puasa menjadi gagal. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Mitos Harus Makan Super Sedikit
Faktanya, terlalu sedikit makan malah membuat tubuh kita lebih cepat lapar dan craving makan berlebih. Saat tubuh kekurangan nutrisi, metabolisme menjadi melambat dan pembakaran lemak pun tidak optimal. Alhasil, bukannya kurus, tubuh malah lemas dan rentan makan berlebihan saat berbuka puasa.
- Tidak Boleh Makan Gorengan
Gorengan atau makanan berlemak memang tinggi kalori, tapi selama dikonsumsi dengan porsi kecil. Sesekali makan gorengan tidak masalah, asalkan imbangi dengan serat. Serat dapat mengontrol nafsu makan kamu karena memberikan efek kenyang lebih lama dan dapat mengikat lemak kolesterol yang berlebih.
- Harus Olahraga Berat
Banyak yang berpikir, diet itu harus diimbangi olahraga berat! Padahal, kalau olahraga berlebihan saat puasa bisa menyebabkan dehidrasi dan kelelahan. Lebih baik lakukan olahraga ringan, misalnya jogging selama 30 menit sebelum waktu berbuka. Yang terpenting, tetap aktif bergerak–jangan hanya berdiam dan malas beraktivitas.
Jangan lupa, minum air yang cukup saat berbuka untuk mengembalikan cairan yang hilang dalam tubuh.
- Pola Makan yang Sembarangan
Karena adanya perubahan pola makan saat puasa, kita seringkali keliru dalam menentukan pola makan yang benar, salah satu kesalahannya sebagai berikut:
- Kalap saat berbuka puasa, makan dalam porsi besar sebagai rewards karena seharian sudah menahan lapar
- Makan terburu-buru karena lapar mata, semua terlihat menggoda ingin dimakan. Padahal, tubuh sudah memberikan sinyal kenyang tapi kita tetap makan berlebihan
- Kebutuhan nutrisi tubuh tidak terpenuhi karena hanya konsumsi makanan yang asal enak saja. Hanya makan makanan tinggi gula dan lemak jenuh, menyebabkan perut mudah lapar lagi
- Terlalu Banyak Makan Takjil Manis
Termakan dengan kalimat, ‘berbukalah dengan yang manis’. Padahal, manis yang dimaksud bukan es cendol atau kue coklat yang kamu beli. Tapi, makanan dengan gula alami, seperti kurma. Terlalu banyak konsumsi makanan dengan gula olahan, menyebabkan gula darah cepat naik turun sehingga tubuh malah craving manis lebih banyak.
Tips Menjaga Berat Badan Ideal Saat Puasa
Dengan menjalani pola makan yang benar, puasa dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan berat badan ideal. Salah satu rahasianya adalah makanan kaya serat karena buat kenyang lebih lama. Mau tau rahasia lainnya? Yuk, cek tips di bawah ini:
Baca Juga: 10 Makanan Terbaik untuk Diet Cepat Turun Berat Badan
- Beralih ke Karbohidrat Kompleks
Kurangi makan karbohidrat sederhana, seperti roti, kue kering, nasi putih, permen. Puasa tahun ini, mulai beralih ke karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat sehingga energi pun akan bertahan lebih lama. Contohnya, nasi merah, oatmeal, umbi-umbian, dan sebagainya.
- Perbanyak Makan Serat
Selain karbohidrat kompleks, serat juga bisa buat perut terasa kenyang lebih lama. Serat akan memperlambat proses pencernaan, sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan tubuh pun tidak mudah merasa lapar!
Serat juga bagus banget untuk mencegah sembelit–masalah umum saat puasa. Makanya, pastikan makan serat saat sahur dan berbuka. Kalau mau praktis, minum Hotto Purto! Satu sachet terdapat 6 gram serat yang dapat penuhi 22% kebutuhan serat harian. Diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan pencernaan kamu.
- Penuhi Asupan Protein
Makanan tinggi protein juga tidak boleh dilewatkan! Protein penting untuk membantu menjaga massa otot selama puasa. Sumber protein pun mudah diolah menjadi masakan enak, seperti ayam, ikan, tahu, tempe, dan sebagainya.
- Atur Pola Makan
Hindari langsung makan berat. Berbukalah dengan yang ringan dan bernutrisi terlebih dahulu, seperti kurma dan Hotto Purto. Supaya lambung tidak kaget saat menerima makanan berat. Selain itu, jangan skip sahur! Sahur adalah waktu kita mempersiapkan energi untuk puasa seharian. Pilih makanan kaya serat dan protein yang memberikan energi tahan lama.
- Tetap Aktif Bergerak
Puasa bukan berarti malas-malasan di rumah. Tubuh harus tetap aktif bergerak agar tetap semangat! Olahraga ringan, seperti jogging sebelum berbuka atau setelah shalat tawarih selama 30 menit boleh dicoba.
- Cukupi Hidrasi Tubuh
Kurangi minuman manis yang memicu rasa haus. Pastikan minum air putih yang cukup, minimal 8 gelas sehari agar tubuh tetap terhidrasi selama puasa.
Baca Juga: 5 Makanan Diet Rendah Kalori, Baik untuk Menjaga Berat Badan
Kesimpulan
Berhasil diet saat puasa sangat mungkin dilakukan, asalkan menjalani pola makan yang sehat. Hindari kesalahan, seperti makan berlebihan saat berbuka, pilih makanan yang tidak bernutrisi, atau kurang gerak sepanjang hari.
Kuncinya, pilih makanan yang bernutrisi untuk menu sahur dan berbuka seperti karbohidrat kompleks, protein, dan kaya serat untuk membantu kenyang lebih lama. Dengan pola diet yang tepat, puasa bukan hanya ibadah saja tapi juga kesempatan mencapai berat badan ideal!

