Tips Jaga Pencernaan Sehat Selama Puasa

Tips Jaga Pencernaan Sehat Selama Puasa
Kenapa Penting Untuk Jaga Pencernaan Saat Puasa

Siapa nih yang pencernaannya suka bermasalah saat puasa? Kadang susah BAB, perut kembung, atau bahkan asam lambung naik tiba-tiba. Nah, hal ini terjadi karena kurang makan serat saat sahur dan berbuka.

Bayangin aja, pas sahur cuma fokus makan karbohidrat dan protein tanpa serat. Padahal, usus butuh serat untuk mencerna makanan lebih lancar. Tanpa serat yang cukup, pencernaan jadi melambat, BAB pun tersendat. Ngga heran kalau ‘si poo’ jadi susah keluar!

Makanya, penting banget untuk penuhi kebutuhan serat selama puasa. Selain makan sayur dan buah, serat juga bisa didapat dari ubi dan biji-bijian. Mau tau lebih banyak tips jaga pencernaan tetap sehat selama puasa? Yuk, simak artikel ini.

Kenapa Penting Untuk Jaga Pencernaan Saat Puasa?

Saat puasa, pola makan berubah drastis. Waktu makan terbatas bikin tubuh rentan kekurangan serat dan cairan yang akhirnya menimbulkan gangguan pencernaan. Kalau tidak dijaga dengan baik, tubuh akan merasa tidak nyaman, mudah lemas, ibadah puasa pun terganggu. Makanya, penting banget untuk tau gangguan pencernaan yang sering muncul saat puasa agar bisa mencegahnya:

  1. Sembelit

Kalau ditanya cara melancarkan pencernaan paling ampuh, jawabannya tentu dengan konsumsi serat. Serat dapat meningkatkan pergerakan usus dan melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan.

Baca Juga: 5 Hal Penyebab Sembelit, BAB Jadi Sulit

Tak heran, kalau tubuh kekurangan serat, tubuh jadi lebih sulit buang air besar. Apalagi ditambah kurang minum air saat sahur, tubuh bisa mengalami dehidrasi dan mudah lemas.

  1. Diare

Saat puasa, ngga jarang kita jadi makan sembarangan. Perut kosong langsung diisi makanan pedas–padahal itu bisa bikin diare. Senyawa capsaicin dalam cabai bisa meningkatkan pergerakan usus dan menyerap lebih banyak air. Akibatnya? Jadi  bolak balik toilet deh.

  1. Perut Kembung

Pas puasa perut sering kembung? Bisa jadi karena gas berlebih akibat makanan yang kamu konsumsi. Lebih baik hindari makanan yang bisa memicu produksi gas saat buka puasa, seperti buah nangka, sirsak, sayur kol dan sebagainya.

  1. Asam Lambung Naik

Ini nih masalah seribu umat di bulan puasa! Perut kosong lebih dari 13 jam bisa picu produksi asam lambung berlebih. Apalagi kalau pas sahur dan berbuka makannya tidak dijaga, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa perih di dada. 

Baca Juga: Menghindari Pantangan Agar Asam Lambung Tidak Naik

Tips Jaga Pencernaan Sehat Selama Puasa

Supaya ibadah puasa tahun ini tetap nyaman tanpa gangguan pencernaan, yuk ikuti beberapa tips menjaga kesehatan pencernaan di bawah ini: 

  1. Jaga Porsi Makan

Setelah seharian puasa, tak jarang momen berbuka malah jadi ajang ‘balas dendam’ untuk makan sepuasnya. Hati-hati! Makan dalam porsi besar dapat membuat pencernaan bekerja lebih keras.

Jaga Porsi Makan

Lebih baik, berbuka dengan yang ringan terlebih dahulu, seperti kurma, Hotto Purto, atau ubi ungu agar lambung bisa beradaptasi sebelum menerima makanan berat.  

  1. Pilih Makanan yang Bernutrisi

Selama puasa, kita tak sadar bahwa kebutuhan nutrisi seringkali tidak terpenuhi. Makanya, penting banget untuk pilih makanan yang tepat saat sahur dan berbuka. Pastikan pilih makanan yang mengandung serat, protein, dan karbohidrat kompleks agar tubuh tetap kuat puasa seharian.

  1. Cukupi Kebutuhan Cairan

Usahakan minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan melancarkan pencernaan. Terapkan pola minum: 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka, dan 2 gelas sebelum tidur. Lebih dari itu juga boleh selama tidak berlebihan!

  1. Hindari Langsung Tidur Setelah Makan

Siapa nih yang suka langsung tidur setelah sahur? Kebiasaan ini dapat memicu naiknya asam lambung loh. Biasanya berawal dari perut kembung hingga muncul rasa perih yang mengganggu. Sebaiknya, beri jeda sekitar 3–4 jam sebelum tidur agar makanan bisa dicerna dengan baik.

  1. Kelola Stres

Bukan hanya makanan, pikiran juga berpengaruh ke pencernaan! Pencernaan dan otak itu saling berhubungan. Jadi, saat kita stres, kinerja pencernaan akan melambat dan akan produksi asam lambung berlebih. Inilah kenapa penderita asam lambung sering kambuh saat stres.

Coba kelola stres dengan meditasi, istirahat yang cukup, dan rutin berolahraga.

Bagaimana Hotto Bantu Jaga Pencernaan Sehat Selama Puasa?

Buat kamu yang kesulitan penuhi serat dari makanan, Hotto Purto solusinya! Minuman multigrain dengan ubi ungu pertama di Indonesia ini, diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan pencernaan kamu. 

Dengan kombinasi 15 jenis multigrain dan ubi ungu, Hotto Purto kaya akan serat yang dapat melancarkan pencernaan sekaligus memberikan rasa  kenyang lebih lama. Setiap sajiannya mengandung 6 gram serat, yang terbukti mampu menyerap asam lambung berlebih saat perut kosong selama puasa. 

Bukan hanya itu saja, Hotto juga mengandung inulin, prebiotik alami yang dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Selain itu, inulin juga dapat menurunkan gula darah dan meningkatkan penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Tips Mengonsumsi Hotto Saat Puasa

Tips Mengonsumsi Hotto Saat Puasa

Hotto bisa diminum kapan saja. Namun, waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat maksimal adalah saat sahur dan berbuka. 

Saat sahur, minum satu sachet Hotto sebagai serat tambahan, melengkapi nutrisi saat sahur. Jika ada riwayat asam lambung, dapat ditambahkan menjadi dua sachet Hotto. Seduh dengan air hangat dan minum sebelum makan sahur.

Untuk berbuka puasa, minum satu sachet Hotto sebagai pengganti takjil. Seratnya dapat menahan nafsu makan yang berlebihan saat makan berat. Lambung pun lebih siap menerima makanan berat tanpa memicu asam lambung naik.

Kesimpulan: Mau Puasa Tanpa Gangguan Pencernaan?

Gangguan pencernaan cenderung lebih sering terjadi selama puasa, terutama karena kurangnya asupan serat. Supaya puasa tetap nyaman tanpa gangguan pencernaan, pastikan menjaga pola makan, cukupi cairan, dan penuhi kebutuhan nutrisi seperti serat. 

Buat kamu yang kesulitan penuhi serat saat puasa, coba minum Hotto aja. Minuman multigrain dengan ubi ungu yang tinggi nutrisi dan serat untuk menjaga pencernaan sehat sepanjang bulan Ramadan. 

FAQ

Apakah Hotto aman dikonsumsi saat puasa?

Tentu. Hotto aman dikonsumsi saat puasa dan justru sangat baik dikonsumsi selama puasa. Kandungan seratnya bisa penuhi 22% kebutuhan serat harian, lindungi asam lambung, dan bikin kenyang lebih lama.

Bagaimana cara membedakan Hotto asli dan palsu?

Untuk memastikan keaslian produk hotto, perhatikan hal berikut:

Packaging: Hotto asli memiliki hologram khusus yang dapat di scan untuk verifikasi keasliannya. 
Warna dan tekstur: Setelah diseduh, Hotto Purto berwarna ungu pastel. Teksturnya pun kental tidak cair. 

Hati-hati! Jika menemukan ciri-ciri yang mencurigakan, segera hubungi pihak Hotto untuk klarifikasi lebih lanjut. Hanya beli di e-commerce official store Hotto dan agen distributor resmi untuk menjamin keaslian produk.

Di mana bisa mendapatkan Hotto?

Hotto dapat dibeli di ecommerce Hotto Purto Official Store dan agen distributor resmi pada link ini.

Hotto dapat dikonsumsi oleh siapa saja?

Hotto terbuat dari bahan alami, sehingga bisa dikonsumsi oleh siapapun mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia.

You might also like...