Tak sedikit orang menganggap protein whey sebagai steroid yang berbahaya. Anggapan ini muncul karena produk protein whey membuat orang yang mengonsumsinya punya otot besar. Akibatnya produk yang mengandung protein whey sering diragukan keamanannya.
Namun jangan tutup mata dulu, protein whey dan steroid adalah dua hal yang berbeda. Kalau kamu masih ragu, pastikan lanjut simak informasi yang dijelaskan di bawah ini!
Apa itu Steroid dan Bahaya bagi Kesehatan
Steroid adalah obat medis yang fungsinya mengurangi peradangan. Biasanya obat ini diresepkan untuk mengobati penyakit radang sendi, radang usus, asma, dan penyakit terkait peradangan lainnya.
Tetapi belakangan ini steroid populer sebagai bahan untuk suplemen otot. Pasalnya steroid mampu meningkatkan massa otot tanpa olahraga!
Mengapa bisa begitu? Penting digaris bawahi kalau steroid adalah turunan dari hormon testosteron, sehingga efek yang ditimbulkan pun sama. Mengonsumsi steroid akan menumbuhkan massa otot dalam waktu singkat.
Tak heran kalau steroid sering dikonsumsi sebagai jurus untuk memiliki otot besar. Namun dalam artikel “The Risks of Using Performance-Enhancing Drugs in Sports”, mengonsumsi steroid secara sembarangan tanpa resep dokter bisa menyebabkan efek samping, seperti:
- Payudara pria membesar: Penyebabnya akibat tubuh mengubah testosteron berlebih dari konsumsi steroid menjadi estrogen (hormon seks wanita), sehingga mendorong pertumbuhan jaringan payudara pada pria.
- Kebotakan dini pada pria: Steroid bisa meningkatkan produksi dihydrotestosterone (DHT), yaitu senyawa yang merusak folikel rambut pria. Dalam jangka panjang, rambut tidak bisa tumbuh lagi dari folikel yang rusak, dampaknya pria rentan mengalami kebotakan dini.
- Suara jadi lebih berat pada wanita: Steroid akan meningkatkan jumlah testosteron pada wanita, padahal testosteron adalah hormon androgen, yaitu hormon yang mengembangkan karakteristik pria. Akibatnya, wanita bisa memiliki suara berat akibat kadar testosteron berlebih dalam tubuh.
- Disfungsi ereksi: Ini adalah kondisi ketika laki-laki kesulitan mempertahankan ereksi dalam waktu lama. Setelah berhenti menggunakan steroid, pria akan kehilangan kadar testosteron secara drastis. Rendahnya testosteron bisa menyebabkan rendahnya gairah seksual yang menyebabkan ereksi tidak bertahan lama.
Apa itu Whey Protein?
Whey protein adalah protein yang berasal dari susu sapi. Ada dua jenis protein yang terkandung dalam susu sapi, yaitu casein (80%) dan whey (20%). Untuk memisahkan kedua jenis protein tersebut, susu harus melalui proses penyaringan.
Kalau kamu pernah melihat proses pembuatan keju, kamu pasti melihat susu akan mengalami koagulasi atau penggumpalan menjadi komponen padat yang nantinya diolah menjadi keju. Selama proses tersebut, ada sisa cairan putih yang sekilas tidak berguna. Namun itulah letak whey protein berada.
Sebelum orang-orang tau manfaat whey protein, pembuat keju juga sering membuang cairan tersebut. Sekarang cairan tersebut diolah dengan suhu tinggi untuk menghilangkan kadar airnya, sehingga tersisa bubuk putih tinggi protein yang bernama whey protein.
Kandungan Nutrisi Whey Protein
Menurut US Department of Agriculture, setiap 2 sdm (20 gr) whey protein terdapat kandungan nutrisi berikut:
| Nutrisi | Jumlah (per 20 gr) |
| Protein | 13 gr |
| Lemak | 1 gr |
| Karbohidrat | 3,6 gr |
| Fosfor | 128 mg |
| Kalsium | 51 mg |
| Magnesium | 36 mg |
| Vitamin B1 | 0,14 mg |
| Vitamin B2 | 2 mg |
Manfaat Whey Protein bagi Kesehatan
Whey protein terkenal berkat kemampuannya dalam membantu membangun massa otot. Padahal whey protein menyimpan manfaat kesehatan lain yang mungkin belum kamu tau, di antaranya:
Mempercepat Pembangunan Jaringan Otot
Whey protein bisa meningkatkan massa otot dengan cara yang berbeda dari steroid. Dalam artikel “How Do Steroids Work?”, steroid bekerja seperti senyawa yang meniru hormon testosteron, sehingga steroid bisa merangsang regenerasi jaringan otot yang memungkinkan peningkatan massa otot dalam waktu singkat.
Sedangkan whey protein bekerja untuk memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh. Dengan protein yang terpenuhi, tubuh bisa memperbaiki jaringan otot yang robek setelah berolahraga.
Namun untuk mendapatkan otot yang kuat dan bertahan lama, whey protein tidak bisa memberikan manfaat instan seperti steroid. Whey protein harus diiringi dengan latihan beban konsisten dan pola makan tinggi protein supaya pertumbuhan otot maksimal.
Membantu Menurunkan Berat Badan
Whey protein juga bisa membantu menurunkan berat badan. Sudah lama diet tinggi protein dikenal efektif dalam menurunkan berat badan. Melansir Healthline, mengonsumsi protein bisa mengurangi rasa lapar, karena protein membuat perut kenyang lebih lama.
Ketika perut kenyang, kamu cenderung tidak ingin mengonsumsi banyak makanan. Karena efek tersebut protein seperti whey protein bagus untuk menemani diet menurunkan berat badan.
Meningkatkan Kinerja Antioksidan
Tubuh butuh antioksidan untuk meredakan kerusakan sel-sel tubuh akibat stres oksidatif. Berbicara soal antioksidan, jenis antioksidan sangat banyak sebetulnya. Salah satu antioksidan yang penting adalah glutathione.
Tubuh memproduksi glutathione secara alami. Namun tubuh membutuhkan asam amino seperti cysteine, untuk memproduksi antioksidan tersebut.
Dalam studi yang berjudul “Whey protein concentrate (WPC) and glutathione modulation in cancer treatment”, whey protein termasuk makanan dengan cysteine. Dengan mengonsumsi whey protein bisa membantu meningkatkan kinerja antioksidan.
Apakah Whey Protein Mengandung Steroid?
Tidak. Whey protein tidak mengandung steroid. Seorang ahli kebugaran Malaysia, Kevin Zahri, menegaskan dalam video TikTok-nya, “banyak yang menganggap suplemen protein dan suplemen binaraga otomatis mengandung steroid atau bahan ilegal lainnya, itu tidak benar”.
Ia kembali menjelaskan bahwa whey protein berasal dari susu yang sudah melalui proses ekstraksi yang panjang.
“Kamu ambil susu 1 liter, lalu hilangkan laktosanya, hilangkan casein, maka akan tersisa layer tipis yang namanya whey”, ungkap Kevin masih dalam video yang sama.
Namun ia menekankan bahwa pengguna harus selektif dalam memilih suplemen dengan whey protein. Pasalnya ada produsen tidak bertanggung jawab yang menambahkan steroid ke campuran suplemen tersebut, demi memberikan hasil otot besar instan untuk penggunanya.
Mencari Produk Protein Whey Aman Tanpa Steroid?
Tak usah jauh-jauh mencari produk dengan protein whey yang aman, kamu bisa percayakan Hotto Mame. Hotto Mame adalah minuman yang sudah terdaftar di BPOM dan terjamin bebas steroid. Minuman ini terbuat dari edamame, isolat protein whey dan 15 jenis multigrain.
Isolat whey mengandung lemak dan karbohidrat yang lebih rendah dari whey protein biasa, sehingga menyisakan protein yang lebih terkonsentrasi. Hanya dengan segelas Hotto Mame, kamu bisa mendapat 9 gr protein untuk membantu memenuhi kebutuhan harian. Protein dalam minuman ini membantu mempercepat pemulihan otot setelah olahraga, sehingga bisa mendukung pertumbuhan otot secara optimal. Jadikan Secangkir Hotto bagian dari rutinitas aktifmu dan dapatkan tubuh bugar tanpa steroid!
