
Pernah kepikiran nggak, kenapa ada lansia umur 50 tahun ke atas yang masih energik, kuat jalan, masih aktif kerja? Tapi ada juga yang udah gampang capek dan sakit-sakitan? Ini bukan karena genetik ya, tapi dampak dari kebiasaan makan kita sehari-hari.
Penyakit yang muncul di usia tua itu nggak datang tiba-tiba. Mereka diam-diam tumbuh dari kebiasaan kecil yang kita anggap sepele, seperti jarang makan sayur, sering minum manis, makan yang tinggi lemak. Menurut Dinas Kesehatan, sekitar 80% penyakit itu datangnya dari apa yang kita makan. Jadi sebenarnya, apa yang kita makan hari ini adalah investasi tubuh kita 30 tahun ke depan.
Tapi, kenapa pola makan bisa pengaruhi kesehatan kita? Makanan apa yang baiknya kita konsumsi? Buat kamu yang penasaran, yuk baca selengkapnya di artikel ini.
Kenapa Pola Makan Itu Penting?
Coba liat deh makanan zaman sekarang, banyak makanan viral yang manis, pedas, dan berlemak. Secara nggak langsung, ngebuat kita terbiasa dan menormalisasi makanan yang seperti ini. Nggak langsung sakit memang, tapi efeknya baru terasa pas sudah tua nanti, tubuh melebar, badan gampang capek, penyakit satu per satu berdatangan.
Baca Juga: Mengatur Pola Makan yang Sehat dengan Defisit Kalori
Mau cari makanan sehat pun lebih susah, buktinya 95% masyarakat Indonesia kurang makan sayuran dan buah-buahan. Diperkuat juga dengan studi dari Alahmari, yang menunjukkan bahwa kekurangan serat dalam jangka waktu lama bisa mengubah metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Ada juga penelitian dari The American Journal of Medicine yang bilang, orang dengan asupan serat rendah punya risiko penurunan fungsi kognitif lebih cepat di usia tua. Coba kalian pikir hal ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya konsumsi makanan tinggi gula, pedas, dan lemak. Gimana nggak sakit-sakitan?
Pola makan buruk itu bukan cuma bikin berat naik, tapi juga bisa membawa penyakit ke dalam tubuh kamu.

Cara Mencegah Penyakit di Usia Tua
Penyakit di usia tua nggak muncul begitu aja, tapi terbentuk dari kebiasaan makan yang buruk dalam jangka waktu lama. Nah, buat kamu yang masih muda, langkah pencegahannya sebenarnya sederhana, antara lain:
- Perbanyak Makan Sayur dan Buah
Seperti yang udah dijelaskan di atas, masyarakat Indonesia masih sangat kurang asupan serat. Sedangkan, serat dari sayur dan buah adalah makanan utama bagi bakteri baik di usus (mikrobiom). Saat mikrobiom kamu sehat, daya tahan tubuh pun lebih kuat. Selain itu, serat juga bisa bantu menurunkan kolesterol, menstabilkan gula darah, dan memperlambat penyerapan lemak.
Sesuai anjuran Kemenkes, yuk mulai biasakan isi setengah piringmu dengan sayur dan buah-buahan berserat tinggi!
- Pilih Makanan dengan Antioksidan
Antioksidan berfungsi sebagai pelindung dari paparan radikal bebas yang dapat membawa penyakit. Kamu bisa dapatkan antioksidan ini dari buah beri, tomat, dark chocolate, ubi ungu, dan sebagainya. Umumnya, semakin berwarna makananmu, semakin banyak juga antioksidan yang kamu dapatkan. Tapi bukan pewarna makanan yang ada di permen kamu ya. Melainkan warna alami kayak yang ada di ubi ungu ada antosianin yang merupakan sumber antioksidan alami.
- Kurangi Makanan Tinggi Gula
Tubuh memang butuh gula sebagai sumber energi, tapi kalau kelebihan juga nggak baik. Kurangi makanan tinggi gula yang bikin kadar insulin naik-turun drastis, yang akhirnya bisa memicu resistensi insulin dan berisiko terkena diabetes. Dari WHO, dianjurkan konsumsi maksimal 50 gram sehari termasuk gula yang tersembunyi dalam makanan kamu. Contohnya, yang ada di kecap, sambal, nasi, dan sebagainya.
- Minum Air Putih yang Cukup
Selain untuk menjaga hidrasi, air putih juga dapat membantu proses detoks alami tubuh dengan cara mendukung ginjal mengeluarkan racun melalui urin dan keringat kamu. Air juga bisa meningkatkan metabolisme, melancarkan pencernaan, dan menjaga kulit tetap lembab. Idealnya, minum 8 gelas sehari atau 2 liter untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Aktif Bergerak Setiap Hari
Usahakan untuk aktif bergerak setiap hari, meskipun umur kamu sudah 50 tahun sekalipun. Hal ini untuk melatih otot tetap kuat, apalagi semakin bertambahnya usia kekuatan otot kita akan berkurang. Tubuh yang aktif bantu menjaga aliran darah dan oksigen tetap lancar ke seluruh organ, termasuk otak dan jantung. Nggak perlu olahraga berat, cukup jalan kaki 30 menit setiap hari aja yang penting konsisten.
Baca Juga: Lansia dan Olahraga: Rahasia Tubuh Sehat di Usia Lanjut
- Kelola Stres
Stres berkepanjangan justru dapat menekan sistem imun kita, buat tubuh lebih rentan terkena penyakit. Bukan cuma penyakit mental saja, tapi juga penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan pencernaan. Karena pelepasan hormon kortisol (stres) secara terus menerus dapat memicu peradangan dalam tubuh. Nah, dengan berolahraga kamu bisa mengurangi pikiran-pikiran stres. Meditasi atau mendengarkan musik juga bisa menenangkan pikiran kamu.
- Tidur yang Cukup
Mungkin saat muda kamu kuat untuk tidur hanya 4 – 5 jam, tapi tahukah kamu? Tubuh perlahan-lahan melemah karena imunitasnya menurun. Saat tidur, kita memberikan tubuh kesempatan untuk memperbaiki diri, memproduksi zat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh kita. Kalau terus menerus begadang, lama kelamaan penyakit lebih mudah berdatangan seperti hipertensi, jantung, atau bahkan diabetes.
Pastikan tidur 8 jam sehari agar tubuh dapat berfungsi secara maksimal keesokan harinya.
Pastikan Seratmu Terpenuhi dengan Hotto!
Dalam sehari, tubuh kita membutuhkan 25 – 30 gram serat atau setara dengan 4 buah pisang, 2 mangkok bayam, dan 4 mangkok sawi. Banyak kan? Kalau kita makan nasi goreng aja, sayurnya cuma 2 potong timun yang seratnya nggak sampai 1 gram. Makanya, nggak heran kalau ada 95% masyarakat Indonesia yang kekurangan serat.
Butuh asupan serat lebih yang praktis? Kamu bisa minum Hotto aja. Satu sachetnya mengandung 6 gram serat atau setara 2 mangkok bayam. Rasa manisnya pas, dibuat dari bahan alami dan rendah kalori, cuma 130 kkal aja. Cocok banget buat bantu penuhi asupan serat harian kamu!

Mulai Jaga Makan dengan Hotto Purto!
Mengubah pola makan jadi lebih sehat memang nggak mudah. Tapi, kamu bisa mulai dari langkah kecil. Salah satunya dengan menambah asupan bergizi lewat Hotto Purto! Satu sachet Hotto mengandung serat, protein, karbohidrat kompleks, prebiotik, dan multivitamin yang bantu menjaga kesehatan kulit dari dalam. Terbuat dari ubi ungu yang punya kadar antioksidan 20 kali lebih tinggi dari vitamin C, dan 15 jenis multigrain berserat tinggi. Praktis, tinggal seduh air hangat, Hotto siap diminum!
Mau cari makanan sehat pun lebih susah, buktinya 95% masyarakat Indonesia kurang makan sayuran dan buah-buahan. Diperkuat juga dengan studi dari Alahmari, yang menunjukkan bahwa kekurangan serat dalam jangka waktu lama bisa mengubah metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Ada juga penelitian dari Science Direct yang bilang, orang dengan asupan serat rendah punya risiko penurunan fungsi kognitif lebih cepat di usia tua. Coba kalian pikir hal ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya konsumsi makanan tinggi gula, pedas, dan lemak. Gimana nggak sakit-sakitan?
Kesimpulan
Menjaga kesehatan bukan soal menunggu nanti pas udah sakit, tapi tentang kebiasaan kecil yang kamu mulai sekarang. Makanan yang kamu pilih hari ini adalah investasi kesehatan sampai 30 tahun ke depan. Ingat, sekitar 80% penyakit itu datangnya dari apa yang kita makan. Jadi, pilihlah makanan yang baik untuk tubuh kamu! Perbanyak makan serat, kurangi makanan tinggi gula dan lemak, rawat tubuh dari dapat dengan penuhi nutrisi harian. Kita memang nggak bisa menghindari penuaan, tapi kita bisa menjaga tubuh agar tetap sehat di masa tua nanti.

