Lezat, teksturnya renyah, gurih, dan memang bikin ketagihan banget! Siapa sih yang nggak suka sama makanan seperti Burger, Pizza, atau Ayam Crispy atau bahkan gorengan? Hampir nggak ada. Penyajiannya cepat dan praktis, apalagi kalau disandingkan dengan minuman manis seperti soda, beuh cocok banget.
Dibalik kelezatannya ada alasan kenapa makanan di sejenis itu disebut sebagai Junk Food. Kalau kita artikan dalam bahasa berarti makanan sampah. Tapi, secara harfiah bukan beneran sampah ya melainkan makanan yang punya kadar nutrisi yang sangat rendah. Di sisi lain, junk food punya kandungan lemak jenuh yang tinggi, beserta gula dan garamnya. Menjadikan makanan berbahaya nomor satu untuk kesehatan tubuh.
Kenapa Junk Food Berbahaya?
Tubuh memerlukan nutrisi untuk menjaga keseluruhan sistem berjalan dengan baik. Ketika tubuh mengalami kekurangan nutrisi, maka akan menyebabkan serangkaian gangguan yang bisa membuat kita nggak nyaman. Pada tahap awal, biasanya gangguan ini mengarah ke sistem pencernaan, dan bisa saja lama kelamaan akan menyerang sistem lainnya seperti metabolik dan kardiovaskular. Makanya asupan makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak sehat dan mikronutrien seperti vitamin dan mineral dalam tubuh harus seimbang.
Sedangkan, junk food adalah makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang kandungannya tidak diperlukan oleh tubuh, seperti lemak jenuh dan trans akibat penggunaan minyak berkali-kali. Belum lagi, tambahan dari kadar gula dan garam yang terdapat sebagai pelengkap rasa.
Apabila junk food dikonsumsi terus menerus secara berlebihan tanpa memperdulikan konsumsi nutrisi yang seimbang tentunya akan menyebabkan beberapa penyakit kronis yang berbahaya bagi kesehatan kita.
Efek Makan Junk Food Berlebihan
Bayangkan apa yang terjadi ketika tubuh kita mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans secara terus menerus, gula dan garam tanpa adanya penyeimbang dari nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh. Tentu akan terjadi serangkaian malfungsi karena tubuh terlalu banyak dijejali makanan yang seharusnya nggak dibutuhkan olehnya. Sehingga di beberapa kondisi yang paling parah akan meningkatkan atau bahkan menyebabkan penyakit kronis seperti :
1. Obesitas
Sumber dari segala penyakit kronis. Obesitas adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh memiliki kadar lemak berlebih dalam tubuh. Kadar lemak ini akibat dari kalori yang masuk ke dalam tubuh sangat banyak sehingga tubuh nggak mampu lagi untuk mengubahnya menjadi energi.
Tentu saja ini adalah efek dari kandungan lemak jenuh dan trans yang tinggi pada junk food akibat dari penggunaan minyak dan tepung yang berlebihan. Selain itu saat mengalami obesitas tubuh juga enggan untuk aktif mengubah energi karena mengalami resistensi insulin dan membuat tubuh untuk terus memupuk lemak. Obesitas bukan hanya tentang perkara tubuh menjadi lebih gemuk akan tetapi menjadi bahaya karena sebagai sarang penyakit lanjutan.
2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Lemak jahat yang tinggi pada junk food mengindikasikan kalau junk food juga makanan yang dapat meningkatkan kolesterol jahat pada tubuh. Kolesterol jahat yang berlebihan akan menurunkan jumlah kolesterol baik pada tubuh sehingga akan mengakibatkan penumpukan lemak di pembuluh darah di arteri. Penumpukan lemak yang terjadi akan menyebabkan berbagai macam gangguan kardiovaskuler terutama pada aliran darah jantung.
Jantung yang nggak mampu memaksimalkan fungsinya lama kelamaan kerjanya akan menimbulkan serangkaian penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, stroke, atau hingga kematian akibat gagal jantung.
3. Memicu Diabetes Tipe 2
Dalam pembuatannya, junk food tak lepas dari kandungan gula yang tinggi sehingga jika dikonsumsi secara terus menerus akan meningkatkan kadar gula dalam darah yang tinggi. Kadar gula yang tinggi akan meningkatkan resistensi insulin sehingga tubuh nggak mampu untuk mengubah gula menjadi energi dan menumpuk jadi lemak.
Lemak yang menumpuk akan mengakibatkan inflamasi. Meningkatkan risiko terjadinya gangguan seperti kerusakan saraf, penyakit ginjal bahkan kebutaan. Di sisi lain tubuh juga kehilangan kemampuan untuk melakukan regenerasi sel karena efek dari kadar gula yang tinggi dalam darah yang menjadi tempat yang subur untuk pertumbuhan bakteri.
4. Meningkatkan Risiko Kanker
Penggunaan minyak yang dilakukan secara berlebihan dan diolah dengan suhu tinggi akan menghasilkan senyawa karsinogenik. Memang, tubuh punya kemampuan untuk menetralkan racun pada hati dan pankreas. Tapi, apa yang terjadi ketika senyawa tersebut masuk ke dalam tubuh secara terus menerus? Hati dan pankreas akan nggak mampu dalam menetralkan racun dan meningkatkan risiko kanker.
5. Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Dari bahan-bahan yang digunakan, junk food pasti memiliki kandungan serat yang sangat rendah. Serat adalah senyawa yang terdapat pada karbohidrat kompleks. Sedangkan, karbohidrat yang terkandung hanyalah karbohidrat sederhana. Tak jarang, orang yang makan junk food akan mengalami sirkulasi lapar yang cepat.
Selain itu, efek kurangnya serat pada tubuh akan memberikan banyak efek negatif ke pencernaan seperti menyebabkan sembelit dan gangguan lambung yang parah.
Itulah alasan kenapa junk food berbahaya bagi tubuh karena bisa menyebabkan berbagai masalah, terutama penyakit kronis. Maka dari itu kita harus sadar kalau mengurangi makanan tersebut adalah kunci untuk membuat hidup kita terhindar dari risiko penyakit yang bisa menyebabkan kematian lebih tinggi.
Tips Mengurangi Junk Food
Konsumsi makanan bernutrisi yang rendah secara berlebihan akan membuat fungsi tubuh kita akan menurun. Makanya, penting bagi kita untuk tau batasan dan mengurangi konsumsi junk food. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
Masak Makanan Sendiri di Rumah
Cara paling aman untuk kamu lakukan adalah memasak makanan sendiri di rumah. Kamu paham dan tau apa yang kamu beli dan mengolah dengan cara yang paling sehat. Selain itu, kamu juga bisa untuk mengkombinasi makanan yang kamu masak dengan berbagai masakan yang punya kandungan nutrisi yang tinggi dalam tubuh.
Minto menyarankan untuk selalu gunakan bahan-bahan alami dan mengurangi penggunaan kadar gula, garam dan lemak yang berlebihan. Kemenkes telah memberikan kesadaran mengenai batasan GGL (Gula, garam, dan lemak) yang bisa kamu lihat di bawah ini.
Membaca Label Makanan
Membaca label atau nutrition fact pada sebuah produk adalah cara untuk meningkatkan kesadaran kita untuk berpikir lebih jernih dan tau apa yang kita masukkan ke dalam mulut. Secara nggak langsung, membaca label makanan akan meningkatkan mindfulness kita dalam memilih makan yang bisa kamu toleransi ke dalam tubuh.
Mengganti Konsumsi Camilan ke yang Lebih Sehat
Camilan sehat bisa berarti makanan utuh seperti buah-buahan yang bisa menyeimbangkan atau meningkatkan kadar nutrisi dalam tubuh kamu. Utamakan juga camilan yang punya kandungan serat yang tinggi. Serat yang tinggi punya berbagai efek yang bisa menurunkan risiko dari berbagai macam penyakit kronis.
Alternatif camilan sehat selain buah-buahan yang bisa kamu konsumsi adalah Hotto Purto. Praktis dan nyaman, terbuat dari bahan-bahan alami 15 macam biji-bijian, oat dan ubi ungu sehingga menjamin serat yang terkandung murni dan alami. Hotto Purto bisa menjadi solusi utama untuk membantu memenuhi kebutuhan serat 30 gram per hari. Kamu bisa dapatkan Hotto di agen terdekat atau segera check-out lewat link ini ya.

