Banyak diantara kita yang mengalami asam lambung naik, atau dikenal sebagai GERD. Karena semakin banyak orang yang pola hidupnya gak sehat–mulai dari telat makan, sampai sering konsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung berlebih, maka semakin banyak pula penderita GERD di Indonesia. Sering dianggap sepele, cukup minum obat—keluhan GERD juga akan reda. Tapi, hati-hati! Kalau dibiarkan, gejala GERD akan berkembang menjadi komplikasi lebih serius.
Salah satu yang harus diwaspadai adalah Barrett’s Esophagus. Kondisi asam lambung yang memburuk hingga berpotensi berkembang menjadi kanker. Sayangnya, komplikasi ini tidak selalu bisa dideteksi karena tidak terlihat gejala yang spesifik.
Untuk mengenal Barrett’s Esophagus lebih lanjut, yuk kenali gejalanya sedini mungkin di artikel ini.
Pengertian Barretts Esophagus
Barrett’s Esophagus adalah komplikasi lanjutan dari GERD yang bisa terjadi jika tidak ditangani secara tepat. Memang tidak semua penderita GERD pasti mengalami Barrett’s Esophagus, tapi menurut studi 10-15% diantaranya mengalami komplikasi ini.
Pasalnya, saat asam lambung terus menerus naik ke kerongkongan, dinding kerongkongan akan mengalami iritasi berkepanjangan. Lama kelamaan, jaringan tersebut bisa berubah dan inilah yang disebut sebagai Barrett’s Esophagus. Kondisi ini penting banget untuk kita sadari, soalnya bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker kerongkongan.
Baca Juga: Macam-macam Penyakit Asam Lambung dan Cara Pencegahannya
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari perkembangan komplikasi ini. Gejalanya yang tidak spesifik, sering kali dianggap sama seperti keluhan GERD umumnya. Gaya hidup yang tidak sehat—seperti makan tidak teratur, stres, sering mengonsumsi makanan pedas atau minum kopi saat perut kosong—sering kali dianggap hal biasa. Akibatnya, keluhan seperti perut perih atau dada panas juga sering disepelekan. Padahal, keluhan tersebut bisa jadi sinyal awal dari perkembangan komplikasi ini.
Gejala Barretts Esophagus
Tak bisa dipungkiri, gejala Barrett’s Esophagus memang sama seperti GERD. Tapi, perlu diketahui kalau tidak semua gejala Barrett’s pasti menimbulkan gejala GERD. Kadang, komplikasi ini tidak selalu menunjukkan gejala khusus. Nah, untuk lebih jelasnya perhatikan tabel di bawah ini:
| GERD | Barrett’s Esophagus | |
| Pengertian | Kondisi asam lambung naik ke kerongkongan | Komplikasi dari GERD–adanya perubahan jaringan di kerongkongan akibat iritasi |
| Penyebab | Asam lambung naik & melemahnya katup esofagus | Iritasi berkepanjangan akibat GERD yang tidak ditangani dengan baik |
| Gejala yang ditimbulkan | Sensasi panas di dada (heartburn)Perut perihMual & muntahSulit menelanSering bersendawaMulut terasa asam pahitSulit menelan | Bisa tanpa gejala spesifikJika ada, gejalanya sama seperti GERD |
| Deteksi dini | Jika perut perih dan dada terasa panas, terutama setelah makan pemicu asam lambung. Maka, segera periksa ke dokter! | Sulit dideteksi, jadi kalau GERD kambuh terus menerus atau bahkan memburuk. Segera periksa ke dokter! |
Gejala ini jangan dianggap sepele! Jika GERD tidak kunjung membaik, segera periksa ke dokter. Karena banyak orang tidak sadar bahwa kondisi sudah berkembang menjadi Barrett’s Esophagus sampai dilakukan pemeriksaan lanjut, seperti endoskopi. Jangan sampai dibiarkan terus menerus, hingga komplikasi ini diketahui saat pra kanker!
Apa Penyebab Barretts Esophagus?
Penyebab utama Barrett’s Esophagus tentu GERD yang tidak ditangani secara tepat. Bayangkan saja, asam lambung kamu sering naik ke kerongkongan tapi pola makan tetap buruk. Akibatnya, cairan asam sering mengiritasi kerongkongan–bahkan, sampai katup kerongkongan melemah. Kalau kondisi ini dibiarkan selama bertahun-tahun, tentu jaringan kerongkongan yang iritasi itu akan berubah. Perubahan inilah yang akan memperburuk kondisi GERD kamu!
Jadi, apa aja sih pola hidup yang bisa meningkatkan risiko Barrett’s Esophagus? Berikut diantaranya:
- GERD tidak membaik lebih dari 5 tahun
- Merokok aktif maupun pasif
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Konsumsi makanan dan minuman pemicu asam lambung naik
- Riwayat keluarga yang pernah mengalami Barrett’s esophagus atau kanker
Cara Mengatasi Barretts Esophagus
Pengobatan Barrett’s Esophagus berbeda setiap orang, tergantung dari kondisi medis mereka masing-masing. Tapi yang pasti, sebelumnya perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi untuk mengetahui tingkat keparahan kamu. Berikut beberapa diantaranya:
- Tingkat Ringan
Pada kondisi ini, jaringan kerongkongan sudah berubah tapi belum menunjukkan adanya sel abnormal yang berisiko menjadi kanker. Nah, biasanya dokter akan memantau dengan pemeriksaan endoskopi secara rutin, bisa beberapa bulan/ tahun sekali untuk cek perkembangannya. Seiring dengan perbaikan pola hidup lebih sehat dan penggunaan obat penurun produksi asam lambung.
- Tingkat Sedang
Tidak jauh berbeda dengan tingkat ringan, hanya saja sel abnormal (displasia) sudah muncul. Jika diperlukan, biasanya dokter akan mengangkat sel abnormal tersebut dengan cara endoskopi maupun lainnya. Terutama apabila pengobatan sudah tidak efektif lagi.
- Tingkat Berat
Di tahapan ini, dokter tetap akan melakukan pengobatan yang sama. Hanya saja karena sel abnormal tersebut sudah berkembang semakin parah, dokter biasanya akan melakukan operasi pengangkatan lapisan kerongkongan yang bisa berkembang menjadi kanker.
Seberapa Penting Mengubah Pola Hidup saat Pengobatan?
Penting sekali. Bisa dibilang, poin utama proses pengobatan bisa berjalan secara optimal adalah pola hidup yang kamu jalani. Karena pada dasarnya, Barrett’s Esophagus terjadi karena produksi asam lambung berlebih secara berkepanjangan. Jadi, mau separah apapun kondisi kamu, perubahan pola hidup wajib dilakukan untuk mengontrol produksi asam lambung.
- Wajib hindari makanan pedas, asam, berminyak, kafein, alkohol, dan lainnya yang dapat memicu asam lambung naik
- Perbanyak makan serat, terutama serat larut pada biji-bijian dan kacang-kacangan untuk melindungi dinding lambung kamu dari cairan asam
- Biasakan makan sedikit tapi sering agar perut tidak mudah begah dan memicu asam lambung naik
- Hindari tiduran setelah makan, tunggu 2-3 jam sebelum berbaring
- Jika punya GERD parah, posisi kepala saat tidur harus lebih tinggi dibandingkan perut kamu
- Kurangi frekuensi merokok, usahakan untuk berhenti sepenuhnya
Tapi, realitanya tentu tidak mudah mengubah pola hidup. Kamu bisa mulai dari hal kecil terlebih dahulu, yaitu lindungi lambung sebelum konsumsi apapun. Salah satunya dengan makan serat! Dalam lambung, serat akan membentuk lapisan gel pada dinding lambung–jadi cairan asam tidak akan langsung melukai lambung. Kalau ngomongin asupan serat, pasti Hotto Purto solusinya!
Nggak perlu repot, kamu tinggal minum 1 sachet Hotto untuk penuhi 22% kebutuhan serat harian kamu. Dibuat dari 15 biji-bijian, kacang-kacangan, ubi ungu, dan oat yang berserat tinggi untuk melindungi kesehatan lambung kamu.
Kesimpulan
Barrett’s Esophagus mungkin terdengar menakutkan, tapi jangan khawatir. Dengan penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup lebih sehat, kamu bisa mengatasi Barrett’s Esophagus agar tidak berkembang menjadi kanker. Meskipun tidak ada gejala khusus, tapi kalau kamu sering mengalami gejala GERD, lebih baik segera periksa ke dokter untuk mencegah komplikasi lebih serius.

