GERD dan Kanker Lambung: Kenali Risiko dan Pencegahannya

GERD dan Kanker Lambung Kenali Risiko dan Pencegahannya
Kenapa GERD Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Lambung

Masalah asam lambung, seperti GERD masih sering dianggap sepele. Banyak orang yang mengabaikannya berbulan-bulan, terbiasa dengan sensasi perih, dada panas, dan mulut pahit-asam setelah makan. Padahal, jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker lambung!

Hati-hati, gejala kanker lambung sangat mirip dengan keluhan GERD biasanya. Akhirnya, ada banyak orang yang terlambat menyadari, saat sudah parah baru deh bergerak mencari solusi. 

Di artikel ini, kita akan membahas hubungan antara GERD dan kanker lambung. Kenapa GERD bisa meningkatkan risiko kanker lambung? Menjelaskan juga langkah-langkah pencegahan dengan mengenali gejala kanker lebih awal. 

Pengertian GERD dan Kanker Lambung

GERD adalah kondisi dimana asam lambung naik kembali ke kerongkongan yang disebabkan oleh melemahnya otot esofagus, sehingga mengiritasi lapisan kerongkongan. Sedangkan, kanker lambung adalah kondisi pertumbuhan sel-sel kanker pada lambung atau kerongkongan yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. 

Penyebab pasti kanker lambung belum sepenuhnya diketahui, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti pola makan yang buruk, merokok, minum alkohol, refluks asam, dan sebagainya. Jika kita perhatikan, faktor-faktor ini sama seperti penyebab terjadinya GERD. Lalu, bagaimana kita bisa membedakan gejalanya?

GERDKanker Lambung
Gejala AwalGejala Akhir
Panas di dada (heartburn)Cepat kenyangSakit perut yang intens
Mulut pahit-asamMual & muntahTinja hitam/ berdarah
Batuk keringSusah menelanAsam lambung naikNafsu makan menurunMuntah darahPerut bengkak
Mual & muntahBerat badan turun drastisSulit menelan

Jika sudah merasakan gejala-gejala di atas, segeralah periksa ke dokter untuk pemeriksaan lanjut. Tes yang biasa dilakukan untuk cek kesehatan lambung, seperti endoskopi, tes pH, CT Scan atau biopsi, dan sebagainya.

Kenapa GERD Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Lambung?

Jika kita lihat dari penyebab dan gejalanya, keduanya memiliki dasar permasalahan yang mirip. Hal ini karena kanker lambung bisa dimulai dari permasalahan GERD. Coba kita bahas prosesnya satu per satu.

Saat GERD kambuh, produksi asam lambung meningkat dan naik hingga kerongkongan. Jika dibiarkan terus-menerus, lapisan dinding lambung dan kerongkongan akan iritasi–jaringannya pun rusak karena peradangan. Lama kelamaan, GERD akan berkembang menjadi komplikasi serius yang disebut Barrett’s Esophagus atau pra-kanker. Kondisi peradangan kronis inilah yang akhirnya menyebabkan sel-sel normal pada lambung atau kerongkongan berubah menjadi abnormal (sel kanker). 

Jika tubuh bisa memperbaiki jaringan yang rusak akibat peradangan, GERD tidak akan berkembang menjadi komplikasi. Sayangnya, tubuh kita tidak memenuhi nutrisi yang cukup untuk memproduksi kolagen. Kolagen ini berperan penting dalam penyembuhan jaringan yang luka. Makanya, penting banget untuk menjaga pola makan sehat sebagai upaya mencegah GERD berkembang menjadi kanker lambung.

Cara Mencegah GERD Berkembang Jadi Asam Lambung

Cara Mencegah GERD Berkembang Jadi Asam Lambung

Jangan khawatir! Ada beberapa cara untuk mencegah GERD berkembang menjadi kanker asam lambung. Jika dilakukan secara konsisten, bahkan bisa mengurangi frekuensi GERD kambuh, antara lain:

  1. Hindari Makanan yang Picu Asam Lambung

Untuk mencegah asam lambung naik dan mengiritasi kerongkongan, hindari makanan dan minuman yang memicu produksi asam lambung berlebih. Contohnya, makanan pedas, berlemak, coklat, kopi, dan lainnya. 

Kandungan capsaicin pada makanan pedas bikin iritasi, sedangkan makanan berlemak lama dicerna. Coklat dan kopi mengandung kafein yang dapat melemahkan otot esofagus. Semua ini memungkinkan asam lambung naik.

  1. Jalani Pola Makan Sehat

Kita juga harus jalani diet sehat! Terutama untuk mendukung perbaikan jaringan yang rusak akibat peradangan. Perbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan dan serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan untuk bantu mencegah terjadinya peradangan. 

Baca Juga: 10 Makanan Sehat yang Ampuh Sembuhkan Asam Lambung!

Vitamin A, C, dan zinc yang terkandung juga dapat mendukung produksi kolagen dalam tubuh. Sedangkan, serat bisa berfungsi seperti sponge untuk menyerap cairan asam lambung berlebih dan mengurangi frekuensi GERD kambuh. 

  1. Makan dalam Porsi Kecil

Usahakan makan dalam porsi kecil tapi sering, daripada porsi banyak sekaligus. Hal ini untuk menghindari tekanan dalam lambung meningkat dan mendorong asam lambung naik hingga kerongkongan. Selain itu, pastikan makan malam 3-4 jam sebelum tidur untuk mencegah asam lambung naik. 

  1. Ganti Camilan dengan Hotto Purto

Penderita GERD punya banyak pilihan makanan yang terbatas. Tidak boleh berminyak, pedas, asam, harus banyak serat dan nutrisi lengkap buat tubuh. Nah, daripada bingung, ganti aja camilanmu dengan Hotto Purto

Ganti Camilan dengan Hotto Purto

Terbuat dari 15 jenis multigrain, ubi ungu, dan oat beta glucan yang berserat tinggi. Kandungan 6 gram seratnya dirancang khusus untuk menyerap asam lambung berlebih dan melancarkan pencernaan. 

  1. Kurangi Merokok dan Minum Alkohol

Merokok dan alkohol terbukti dapat memperburuk gejala GERD. Nikotin dalam rokok dapat melemahkan otot esofagus–katup yang menghalangi asam lambung naik ke kerongkongan. Sedangkan, bahan kimia dalam alkohol dapat mengiritasi jaringan di lambung dan kerongkongan.

  1. Aktif Berolahraga

Pastikan rutin berolahraga untuk mengurangi timbulnya gejala GERD. Saat kita olahraga, sirkulasi darah akan meningkat dan membantu jantung memompa darah lebih efisien ke seluruh tubuh, termasuk sistem pencernaan. Hal ini dapat meningkatkan fungsi pencernaan dan mengurangi risiko GERD. 

Olahraga yang melibatkan otot perut, seperti yoga juga membantu memperkuat otot esofagus–mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. 

  1. Periksa Gejala Sedini Mungkin

Jangan tunda! Jika terus menerus mengalami gejala GERD, segera periksa ke dokter. Hindari diagnosis pribadi, karena GERD itu sendiri hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan endoskopi atau tes pH untuk mengukur tingkat keasaman pada kerongkongan. 

Kesimpulan

GERD dapat menjadi salah satu faktor terjadinya kanker lambung, jika tidak ditangani dengan benar. Untuk mencegah komplikasi ini, kenali gejala pra-kanker sedini mungkin dan sebisa mungkin berusaha untuk mengurangi frekuensi GERD kambuh. Kunci utamanya adalah dengan menjalani pola hidup sehat secara konsisten: berolahraga, perbanyak makanan kaya antioksidan dan serat, hindari makanan yang picu asam lambung.

You might also like...